
"What? Istri lo?" Kakak beradik itu syok, kemudian terbahak - bahak.
"Hahaha.... lo udah gila ya?" tawa mereka berdua namun seketika diam.
"Kalian yang gila sudah menculik anakku," ucap Nara tidak mau tinggal diam.
Daffa menampol jidat melihat Ezra dan Nara langsung jujur, sedangkan Samudra geleng - geleng kepala saja.
"Sebentar, bayi ini anak lo? Itu artinya kalian sudah menikah dan sudah itu - ituan?" tanya Kendra dan Pretty bergidik geli dan ngeri ketosnya dan ketua twilight punya hubungan rahasia.
"Ya," jawab Ezra dan Nara kompak. Sekali lagi Daffa tepuk jidat melihat sepupunya itu memang perlu dimodifikasi otaknya dan ketosnya dalam bahaya bisa ketularan juga.
"Pfftt.... ahahaha.... mana buktinya kalian ada hubungan sama bayi ini?" Kendra tertawa mencemooh, namun sesaat kemudian tawanya sirna ketika baby Alan merengek.
"Mamma...."
"Pappa...."
"Mama? Papa?" Nyonya Son pun terkejut bayi sekecil itu menjawab ucapan anak tirinya. Ezra secepatnya merebut baby Alan dari Pretty yang masih syok.
"Kalian sungguh sudah menikah?" tanya Kendra dan Pretty susah mempercayai kenyataan di depannya.
"Ya, kita sudah menikah." Ezra dan Nara menunjukkan cincinnya yang diam - diam tadi dipakai.
"Eh, sejak kapan cincin itu ada?" gumam Daffa dan Samudra baru sadar.
"Kalau begitu artinya lo ipar gue dong? Terus bayi ini keponakan gue juga kan?" Tunjuk Pretty ke Ezra.
"Najis iparan sama kalian berdua," ucap Ezra bergidik.
"Ahahaha...." tawa Kendra tiba - tiba.
"Kenapa lo, bang?" tanya Pretty.
"Bagus, kalian berdua bagus! Semua ini sudah gue rekam, tinggal waktunya kalian keluar dari sekolah, hahaha...." Kendra memperlihatkan rekaman itu, ingin membongkar rahasia Nara dan Ezra ke publik. Inilah yang dicemaskan Daffa. Namun tidak bagi Samudra pun berdiri.
__ADS_1
"Tidak masalah, sebarkan saja, toh tidak lama lagi sekolah itu digusur," ucap Samudra membuat Kendra, Pretty, Daffa, Ezra dan Nara diam mematung.
"Digusur? Apa maksud anda?" tanya nyonya Son juga terkejut.
"Jika misi Mahendra tidak bisa merubah sekolah ini, maka misi saya datang ke sini adalah menggusur sekolah ini," ucap Samudra menunjukkan kartu identitasnya adalah saudara kembar Mahendra.
"Hey, berani sekali lo main gusur - gusur! Sekolah itu dibangun oleh kakek kami, kalian keluarga Van tidak punya wewenang menentukan akhir gedung itu!" Kendra maju ingin menonjok Samudra tapi dihadang oleh Daffa.
"Keluarga Van memang tidak punya wewenang, tapi keluarga Bastian punya kendali atas sekolah ini," ucap Daffa yang dimaksud adalah Vano. Ezra pun membawa Nara keluar supaya baby Alan tidak melihat perdebatan panjang ini.
"TIDAK! AKU TIDAK AKAN BIARKAN ITU!" ujar Kendra mencengkram kerah Daffa.
"Hey cecunguk sialan, mentang - mentang lo punya hubungan dengan keluarga Van jangan seenaknya lo bicara ke gue," ucap Kendra tak terkendali.
"STOP!" Tepis Pretty tidak mau melihat Kendra menghajar mantannya itu.
"Bang, gue tahu lo mau pukul Daffa, tapi biarkan gue aja yang sendiri pukul dia," kesal Pretty.
"Dan gue setuju yang dikatakan pria ini!" lanjut Pretty menunjuk Samudra.
"Ya, kalau sekolah digusur, blackwolf juga ikut musnah, maka tidak ada yang bakal menggantikan posisiku selama menjabat di blackwolf," ucap Pretty mendengkus sebal karena dalam rapat tadi Kendra ingin Bumi mengambil posisinya. Tapi beruntung Pretty bisa mempertahankan posisinya.
"Dasar bodoh!" umpat Kendra. Sebelum tangannya itu melayang ke pipi adiknya, Daffa secepatnya menangkap tangan Kendra membuat Pretty sedikit terkesima.
"Kendra, kamu lebih pilih mana? Blackwolf bubar atau sekolah itu dimusnahkan?" tanya Daffa.
"Hahaha... lo pikir semudah itu hancurkan blackwolf yang sudah dibangun oleh kakak sepupuku dan kakakku?" decih Kendra.
"Ya itu mudah sekali, tinggal aku sendiri yang bilang ke lembaga pendidikan bantu gusur gedung yang memprihatinkan itu," sahut seseorang yang tidak lain adalah anak tertua keluarga Son dan rival sejati Samudra waktu SMA. Ezra yang mengintip di dekat pintu sedikit mengernyit melihat pipi kakak keduanya itu tersipu.
"Kak Chila?" Senyum Pretty mengembang melihat wanita yang dia rindukan tujuh tahun ini kembali lagi ke rumah. Nyonya Son juga tersenyum sedikit melihat gadis yang dulu tomboy dan suka menentang padanya itu sudah berubah penampilannya menjadi wanita anggun yang cantik.
"HUWAAA...." Ezra terlonjak melihat Kendra merengek manja. Nara pikir tadi itu baby Alan, rupanya itu suara dari ketua blackwolf.
"Kakak, jangan dong. Jangan digusur, blackwolf itu sangat menguntungkan aku, mereka mata pencarian aku selama empat tahun ini," mohon Kendra di depan Chila. Ia harusnya sudah kuliah seperti Vano, tapi ia lebih memilih berlama - lama di SMA. Maka artinya, Kendra pernah satu kali tinggal kelas.
__ADS_1
"Mata pencarian? Dengan menjual nar koba dan menjadi tempat pertukaran barang ilegal adalah mata pencarianmu?!" Suara Chila meninggi.
"Aku dulu bangun blockwolf cuma pengen rebut kasta tertinggi antar preman sekolah, bukan menarik orang luar memakai fasilitas sekolah! Kamu sudah keterlaluan Kendra! Aku serahkan blackwolf padamu hanya untuk dijaga bukan untuk dirusak!" marah Chila menjewer adiknya itu yang keluar jalur dari perjanjian.
"Sudah banyak laporan aku terima dari berbagai keluhan mantan blackwolf dulu, ternyata mereka memang benar, kamu bersekongkol dengan Mafia - mafia dan melegalkan semua barang curian, bahkan mencuci otak Vano mengusai Elipsean II supaya dijadikan tempat pertukaran kedua."
"Hari ini blackwolf bubar dan hanya satu organisasi yang akan berdiri, yaitu osis." Chila menunjuk Nara.
"Osis? Hahaha.... lihatlah sendiri, osis yang kamu maksud sudah tidak bisa diandalkan, dia punya anak dan sudah menikah! Kalau blackwolf bubar, twilight dan osis harus dihilangkan juga! Bahkan Ezra dan Nara perlu dikeluarkan dari sekolah," sewot Kendra.
"Okeh, mereka dikeluarkan bersamaan sekolah digusur."
"Huweee... jangan digusur, kasihan nanti kakek nangis dikuburannya melihat sekolah yang dia bangun dimusnahkan," rengek Kendra memeluk Chila, memohon bagai anak kecil yang tidak berdaya.
"Jangankan Kakek, Papa lebih bersedih melihat kamu bermasalah begini," ucap Chila menjentik kening Kendra.
"Kalau aku bantu bubarkan blackwolf, gedung sekolah tidak dirusak, kan?" tanya Pretty.
"Mungkin tidak," ucap Samudra.
"Kalau begitu, bubarkan saja." Kendra mundur, ia menghembuskan nafas berat.
"Serius?" tanya Daffa.
"Dua rius, puas? Cih!" Kendra naik ke atas kamarnya. Suara bedebug mengisi kamarnya dan sampai ke luar kamar. Pretty mendengus singkat lalu naik ke kamarnya juga.
"Terima kasih, Chila," ucap Samudra agak malu - malu mengulur tangannya.
"Loh kok Chila? Panggil sayang dong, Sam." Chila tiba - tiba memeluk lengan Samudra. Mulut Daffa, Ezra dan Nara terbuka lebar - lebar melihat keduanya sangat akrab, terutama nyonya Son tercengang di tempatnya.
"Kalian pacaran?" tanya nyonya Son.
.
Yeahhh dikit lagi tamat:)
__ADS_1