Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
26. BAB 26 - BERCIUMAN


__ADS_3

"Kamu kenapa, Nara?" tanya Garce yang terkejut melihat sahabatnya itu meringis.


"Aduh, perutku sakit nih, Garce!" Nara menekan perutnya. Garce bergegas mendekati Nara.


"Sakit banget?" Nara mengangguk pura - pura kesakitan.


"Ya sudah, sini aku bantu kamu ke UKS," tawar Garce.


"Tidak usah, kamu gabung saja ke lainnya, aku pergi sendiri. Tolong ya kasih tahu Pak guru aku izin tidak ikut pelajaran dulu," mohon Nara. Garce pun mengiyakan dan cemberut melihat Nara berlalu pergi. 


"Duuh gawat nih! Kenapa harus sekarang sih!" gerutu Nara tampak berlari ke toilet sambil memeluk tasnya, tapi di dalam ada beberapa orang.


"Aku harus kemana nih?" Nara yang panik ingin cepat - cepat memompa asinya sebelum tembus. 'Aishh, aku memang bodoh, harusnya tadi pagi aku pompa dulu, tapi karena Daffa mendesak ingin antar aku ke sekolah, aku tidak jadi siapkan asi buat Alan, semoga saja Pak Mahendra bisa mengurusnya di rumah.'


Nara pun berjalan cepat ke ruang Mahendra. Itu satu - satunya tempat untuk Nara supaya tidak dilihat orang. Namun setelah masuk dan mengunci ruang wakepseknya itu, Nara membulatkan matanya melihat Ezra sedang tertidur di sofa. Ternyata suaminya itu tidak masuk ke kelas, beda sekali dengan Vano dan Daffa sudah belajar di kelas. 


'Sebenarnya, yang berandalan di sini dia atau Vano sih?'


Tak mau banyak berpikir, Nara segera meletakkan tasnya di atas meja dan melirik mata Ezra yang terpejam. Suaminya itu tampak tidur nyenyak dan menikmati hembusan angin sejuk dari celah - celah jendela.

__ADS_1


"Tidak apa - apa deh, lagian dia juga sudah jadi suamiku."


Nara duduk di kursi Mahendra. Melepas seragamnya dan menanggalkan bhnya sehingga memperlihatkan setengah punggung putihnya itu. Nara berbalik badan dan mulai memompa asinya. Sedikit lagi, Nara selesai, namun seketika berhenti total gara - gara tepukan di bahunya.


"Woy, ngapain lo —" Ezra diam terbelalak melihat gunung kembar istrinya yang semok dan mencuat keluar. Nara pun juga diam membisu karena Ezra tiba - tiba bangun dan memergokinya. Pipi pasutri kecil itu memerah habis - habisan dan membuat adik kecil di balik resleting perlahan tegak dan berdenyut. Nara ingin teriak, tapi Ezra yang duluan histeris.


"Ahhh… Nara! Kamu sengaja ya datang ke sini mau menggoda aku, kan?!" Ezra memeluk dirinya sendiri dan menjauhi istrinya. 


"Enak saja, kamu yang mesum! Siapa suruh kamu bangunnya cepat!" Sangkal Nara memeluk dua dadanya dan membelakangi suaminya itu, cepat - cepat memperbaiki penampilannya.


"Aku bangun gara - gara desaahanmu, bodoh! Aku pikir ada yang nonton boke –"


Ezra menutup mulutnya hampir keceplosan. Nara mendengus perkataan Melly tampak benar kalau Ezra itu mesum. Dia mengambil tasnya kemudian memukul Ezra.


BRUK!


Keduanya sama - sama membelalakkan mata setelah bibir mereka tidak sengaja saling berciuman. Ciuman? Sungguh hal yang tidak terduga - duga.


"Ahhhhhh…. Nara! Kamu yang mesum! Beraninya ambil ciuman pertamaku!" Ezra mendorong Nara, mundur ke belakang dan memegang bibir seksinya. 

__ADS_1


"Bodoh! Bodoh! Ciuman pertama kamu itu sudah hilang sejak malam pertama kita, kamu jangan teriak - teriak jadi korban di sini, aku yang harusnya teriak." Celetuk Nara.


"Malam itu tidak terhitung!" Imbuh Ezra sedikit merona karena bibir Nara sangat lembut seperti permen kapas. Rasanya masih ingin mencium, bahkan ingin melu matnya.


"Oh begitu ya, kamu pura - pura tidak mau pikirkan itu," cetus Nara pun perlahan ke arah Ezra.


"Kamu mau ngapain mendekat?" Ezra berdiri dan terus deg - degan. Nara ikut berdiri dan memperlihatkan seringainya, serta menonjolkan dadanya ke depan dan menjilat nakal bibir atasnya, kemudian menggigit bibir bawahnya. Tingkah istrinya yang nakal itu membuat Ezra sedikit merinding ketakutan.


"Aku mau kamu tidak lupakan ini, tuan suami." Nara dengan dua telapak tangannya menepuk lembut dada Ezra, lalu menempelkan dada semoknya itu. Nara sengaja menggesek - gesekkan gunung kembarnya ke dada Ezra yang terasa berdebar - debar kencang dan tidak lupa juga mengelus adik kecil suaminya itu yang berdenyutan terus.


"Ahhh, Nara! Kamu gila ya! Kita di sekolah! Kamu jangan lakukan itu padaku!" Tangkap Ezra ke tangan Nara karena tidak tahan tingkah agresif istrinya yang berkacamata tebal itu. Tetapi Nara berbisik ke telinga Ezra membuat pipi cowok itu mendadak merah seperti kepiting rebus.


"Nanti malam, ke kamarku, tuan suami."


Setelah puas merayu Ezra, Nara pergi meninggalkan suaminya. 'Rasakan, aku yakin nanti malam dia tidak bisa tidur nyanyak.' Batin Nara cuma iseng - iseng.


"Nanti malam? Ngapain?"


Gumam Ezra memegang dadanya yang terus berdetak kemudian melihat botol susu yang tidak penuh dan tidak sengaja tertinggal. Ezra pun mengambilnya. Karena penasaran bagaimana rasa susu anaknya, Ezra sedikit menghisapnya. Hanya setetes saja masuk ke mulut, membuat pipinya kembali merah tomat. "Eh kok rasanya en…." Pikiran mesum Ezra pun mendadak muncul untuk melakukan sesuatu nanti malam.

__ADS_1


…..


Nanti malam kenapa tuh wkwk


__ADS_2