Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
31. BAB 31 - BABU YA BABU


__ADS_3

Hari mulai menjelang malam tetapi ampat remaja SMA itu masih berada di dalam mall yang sangat ramai. Terlihat sekarang Daffa dan Nara masuk ke dalam satu toko baju yang menyediakan pakaian berkualitas. 


"Sayang, kalau aku pakai ini cocok nggak di pesta Melly besok?" Friska keluar dari ruang ganti.


"Hm… lumayan cocok." Ezra mengagguk tapi matanya sibuk memperhatikan Daffa dan Istrinya yang sedang memilih baju diujung bagian barat toko.


"Kalau ini bagus nggak?" tanya Friska menari - nari dengan dress biru muda di depan Ezra yang duduk santai di kursi.


"Hm… cocok." Lagi - lagi cuma dijawab sesingkat itu. Tidak ada kata - kata pujian yang keluar.


"Sayang, aku cantik nggak pakai semua ini?" Karena ditanya terus membuat Ezra mulai risih karena Friska dengan lima pakaian di tangannya itu menghalangi pandangannya.


"Ya, Friska. Semua yang kamu pakai itu cocok sekali dengan cewek cantik dan manis sepertimu." Ezra terpaksa memuji supaya Friska senang dan tidak mengganggunya lagi.


"Kyaaa… makasih sayangku." Friska dengan senang memeluk pakaian di tangannya. Tingkahnya itupun dilihat oleh Daffa dan Nara.


"Cih, jadi cewek Ezra kok heboh banget, malu - maluin saja jadiin dia pacarnya." Daffa kesal mendengar suara jeritan Friska sampai ke telinganya. Sedangkan Nara hanya diam dan menunduk sedih ayah anaknya dipanggil semesra itu.


"Oh ya, coba kamu pakai ini, Nara." Daffa memberikan satu dress merah darah dengan tali pita hitam di pinggangnya Nara terkesima melihat dress itu indah dan anggun. Memang pas untuknya yang punya kulit putih cerah. Namun senyuman Nara hilang gara - gara Ezra datang.


"Ck, dress itu sama sekali tidak bagus dipakai oleh babu, bagusan babu itu pakai ini." Ezra memberi pakaian maid berwarna hitam dan kuno.


"Ezra!!" bentak Daffa.

__ADS_1


"Apa? Ucapanku itu benar, dia itu cocok pakai ini, siapa tahu Melly merekrutnya jadi pelayan pesta di sana, jadi ya enak kan bisa berguna bagi orang lain." Ezra mencerca tanpa perasaan ke istrinya.


"Ezra … kamu…." Daffa berhenti saat Nara menggelengkan kepala. "Daffa, kita ada di mall, jangan ribut di sini, lebih baik kita ke sebelah sana." Daffa pun menariknya pergi menjauhi Ezra yang tampak cowok itu mendadak diam karena sempat melihat mata istrinya yang basah. Ucapannya itu tentu sangat melukai hati Nara yang sedang berusaha menahan tangisnya.


Setelah memilih - milih di toko pakaian, mereka berempat masuk ke toko aksesoris. Friska tampak gembira melihat aksesoris keluaran baru yang cantik - cantik dan cocok dipakai ke pesta ulang tahun Melly.


"Sayang, kayaknya anting - anting ini bagus banget, kamu belikan untukku dong." Friska dengan sengaja merengek dan memperlihatkan kemanjaannya itu pada Nara dan Daffa yang berdiri tidak jauh darinya.


"Kamu banyak uang, beli sendiri," tolak Ezra.


"Ahh…. sayang, kamu kan pacar aku, belikan aku dong, belikan buat aku!" Friska memaksa.


"Cih, baru juga pacaran sudah jadi beban, minta saja ke orang tua mu, Ezra bukan suami yang perlu membelikan barang untukmu," cemoh Daffa benar - benar tidak suka tingkah Friska.


Nara dalam hatinya ingin balas Friska kalau cewek itu juga kasihan karena pacarnya yang disanjung - sanjung itu sudah jadi suaminya.


"Idih, siapa juga yang iri? Haha… norak!" Daffa mengalih kan matanya ke Nara lagi. Besikap pura - pura tidak melihat kehadiran Ezra dan Friska.


"Ishh, sayang! Daffa tuh sudah keterlaluan, pukul saja dia!" cetus Friska. Tapi Ezra bergeser sedikit dan tidak peduli. "Tidak usah hiraukan dia, kamu lanjut pilih - pilih saja, sayangku," ucapnya begitu enteng bermesraan lagi di belakang Nara yang dapat mendengar panggilan sayangnya itu. Nara merasa kecewa pada diri sendiri dan kepada baby Alan yang terlahir dari salah satu di antara ratusan sperrma Ezra.


"Nara, kamu mau beli apa? Anting - anting? Gelang? Atau cincin?" tanya Daffa masih menatap - natap aksesoris di dalam lemari kaca.


"Aku mau beli ini, tapi uangku sudah tidak cukup," ucap Nara pada penjepit rambut yang imut dan cantik sekali. Merasa benda berwarna emas itu cocok dipakai ke poninya. Mendengar keinginan Nara itu, Ezra diam - diam melihat apa yang istrinya tunjuk.

__ADS_1


"Beli saja ini, nanti aku tambahin." Daffa mengeluarkan kartu kreditnya dari dalam dompet. Ezra sedikit cemberut lagi melihat istrinya mau diberi uang.


Karena ditatap Ezra dengan sinis, Nara pun menolak cepat penjepit rambut yang harganya puluhan juta karena bahannya memang murni dari emas.


"Tidak perlu, ini juga bagus dan harganya murah." Nara mengeluarkan sisa uang dari gaji pertamanya yang diberikan.


"Serius? Mau yang ini?" tanya Daffa ke penjepit berbahan dari plastik. Nara mengangguk sambil tersenyum, kemudian membeli penjepit biasa itu.


"Ya sudah, ini juga cocok kamu pakai, lihatlah… kamu cantik, Nara." Daffa dengan sendiri menjepitkan benda itu ke poni Nara sehingga Friska yang tidak sengaja melihat paras Nara tampak terlihat sepenuhnya cantik. Bahkan Ezra terpana namun kemudian kesal karena Daffa tulus memuji ke istrinya itu.


"Sayang, aku juga mau beli penjepit ini dong," mohon Friska ke penjepit rambut emas yang tadi Nara inginkan. Nara pun sedih karena Ezra pasti membelikan itu ke cewek lain. Namun ternyata Ezra menolak tetapi membuat hatinya sakit lagi.


"Tidak usah, tanpa penjepit itu kamu lebih cantik dari si babu itu." Friska cekikikan mendengar itu.


"Pfft… memang babu itu tidak menarik apapun yang dia pakai. Sekalipun benda itu dari pangeran kodok, babu ya tetap babu jelek." Friksa pun menertawai Nara dan Daffa.


"Yuk sayang, sekarang kita ke bioskop," ajak Friska masih mau menonton film.


"Nara, kamu mau ikut atau pulang bersamaku?" tanya Daffa tampak tidak mau lagi lama - lama jalan berempat karena Nara sepertinya sudah tidak tahan dihina terus.


"Woy, kalian harus pulang bersamaku, jangan main asal pergi berdua." Bentak Ezra dengan tatapan ancaman ke Nara. Nara sungguh tidak mau hatinya terluka lebih dalam, tetapi dia pernah sepakat harus menurut 24 jam ke suaminya itu. Apa aku boleh menyerah sekarang?


...

__ADS_1


Yang sabar ya Mommy Nara🤧maklumi Ezra itu otaknya emang kurang cerdas, cuma pintar jago bela diri doang. Kalau masih bego, getok saja pakai ini🔨 biar lupa ingatan sekalian atau suntik pakai cintamu lagi💉🤭eaaa... Atau pindah ke Daffa saja😍Xixixi...


__ADS_2