Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
91. BAB 91 - BABY ALAN!


__ADS_3

Dua hari sebelum merayakan tahun baru, sky house yang sepi itupun terdengar riuh dengan berisiknya semua penghuni rumah yang sudah ada. Dengan kedatangan 12 putra keluarga Van, malam ini sebelum tanggal dan jam berganti, mereka bersenang - senang di halaman belakang sky house yang luas dan sudah dirias semeriah mungkin dengan kembang api beserta kerlap kerlip lampu hias. 


"WOY EZRA!" Sebuah kejutan yang tidak terduga dengan kedatangan Vano, Melly dan Sena dari keluarga Bastian ke sky house. Di antara mereka ada satu cewek yang ternyata ikut merayakan bersama - sama malam bergantinya tahun baru. Dia adalah... 


"Chila!" Samudra meneriakinya dengan heboh. Melissa yang duduk diam di teras memandangi 12 putra dan menantu kecilnya itu sedikit terkejut dengan hadirnya satu anak dari keluarga Son. 


"Kyaaaa, My Honey!"


"Uhukk.... "


Melissa tersedak jus mendengar panggilan Chila yang kegirangan itu. Bukan itu saja, wanitanya si putra kedua itu juga memeluk terang - terangan pacar idamannya. Meski lima tahun terhalang oleh berlapis - lapisnya atmosfer, cinta mereka sudah sekuat inti bumi. Meski retakan dari lapisan darat yang datang mengguncang, mereka terus akan bergandeng tangan sampai menuju ke atas pelaminan. 


Five twins yang sedang bakar bbq, mereka membola luar biasa pada wanita itu. Kalau saja bola matanya bisa terlepas, sudah jatuh terpanggang hangus di atas pemanggang. 


"My Honey? Dia yang gila atau kita yang malam ini bermimpi?" Trio biawak yang bermain kembang api sampai tidak fokus meletuskannya ke atas. Sampai - sampai  ada yang meluncur ke bawah dan meledak heboh. 


Elvan dan Mahendra tidak terkejut karena mereka sudah tahu hubungan rahasia si Samudra itu yang berkhianat. Mereka dalam hati cuma bisa memendam kekesalan. Sedangkan Ezra dan Nara juga terkejut dua pasangan itu memperlihatkan kemesraan mereka. Benar - benar Samudra sangatlah berani dan gentleman. Beda sekali dengan Zehan yang sekarang menggigil ketakutan karena saat ini Melissa tidak ada di tempatnya berada. 


"Hey, Samudra! Jelaskan pada kita! Pengkhianat macam apa ini?" Abang Five dan trio twins geram. Pasalnya, mereka amat benci kepada keluarga Son. Terutama si Chila dulu gadis sombong dan tidak layak jadi kakak ipar mereka. 


"Kami memang dulu bermusuhan, tapi sekarang lihatlah kami berdua saling mencintai," jelas Chila merangkul manja Samudra.


"Huweekk.... huweekk... najis!"


Daffa, Garce, Nara dan Ezra menahan tawa melihat reaksi mereka.


"Huweekk... tolong kasih tissunya, bau mulutnya sangat munafik," 


"Ahhh sial, kumohon jatuhkan satu bintang, ingin rasanya kukirimkan satu ikan ini ke laut sana,"


"Woy, Samudra! Singkirkan hiu betina ini."

__ADS_1


"Huwaa... aku tidak mau ditindas kakak ipar jahat ini." Zehan menangis ketakutan membayangkan Chila jadi mak lampirnya di dalam mimpi. 


"Hadeh, kenapa jadi rusuh begini," keluh Vano tampol jidat. Lama - lama dahinya melebar seperti luasnya langit malam indah di atas sana. Melly di dekatnya cuma diam memperhatikan, Ibu baru itu sedang cemas bayi kecilnya yang dititipkan pada Ibu tirinya. 'Semoga saja tidak rewel.' Meski sudah memompa sebagia asinya, Melly tetap terus memikirkan malaikat kecilnya. 


"Reyhan, kenapa kamu tidak ikut protes?" tanya Sena di sebelah Reyhan. 


"Kalau aku protes, nanti Samudra komplain jadi lebih baik kita diam saja demi pernikahan kita." Reyhan tersenyum simpul. Sena balas tersenyum. Dalam hatinya ingin sekali bertanya apakah ada rasa khusus untuknya? Tapi Sena lebih baik diam dan akan coba memahami tindakan Reyhan. Cinta tidak selalu diungkap dari kata, cukuplah saja memahami maksud di setiap tindakan atas perhatian calon suaminya. 


Kesabaran Samudra pun habis, dia maju dan memperlihatkan cincin lamarannya. Bukti dari ucapan Chila barusan. 


"Wey, Bang! Kalau mau menikah itu harus dengar persetujuan kita dulu dan minta restu Mami." Mereka tetap saja protes. 


"Sudahlah, biarkan Samudra menikah dengan siapa saja. Asalkan tidak ada niat jahat yang dibawa untuk keluarga ini." Elvan dan Mahendra mencoba melerai adik - adiknya. 


"Tenang saja, kalian tidak usah cemas. Setelah kita berdua resmi menikah, kami akan tinggal di Bulan sana, berbulan mandu dengan bahagia," ucap Chila menunjuk benda bulat bercahaya di atas langit. 


"Terserah!"


"Ke laut kek,"


"Atau ke Jupiter lain kek,"


"Kita ini tidak peduli padamu!" 


"Sekalian saja nikahi ribuan alien cantik di sana!" 


Mereka menjauhi Samudra dan Chila. Semuanya kembali tenang dan melakukan kesenangan masing - masing dengan pasangan mereka. Yang jomblo cuma bisa ngelap air mata melihat Ezra, Samudra, Reyhan, dan Vano berduaan dengan pasangan. Kecuali Mahendra dan Garce tampak malu - malu setelah bicara di teras waktu itu. Hanya Daffa yang duduk merenung di atas rumput dan menangadah ke atas sana. Melihat bintang bertamburan indah di langit gelap itu yang menghiasi dengan percikan kembang api yang menambah indahnya malam ini. 


"Mungkin belum waktunya aku merasakan cinta yang sesungguhnya, benar kata ayah, aku harus fokus dulu dengan karirku nanti." Daffa beranjak dari tempatnya dan tiba - tiba ponselnya jatuh setelah mendapat getaran dari benda itu. 


"Satu pesan untukku? Siapa?" Daffa membuka isi pesan dari nomor tidak dikenal. Dia sangat terkejut ada satu ucapan khusus untuknya. 

__ADS_1


Happy new year,Kak. 


Hanya pesan singkat dari Pretty dari Paris sudah membuat hatinya tersentuh kembali. Entah kenapa rasa bencinya luluh lantah dan hilang seketika. 


"Happy new year too, bodoh."


Nara dan Ezra yang lagi makan bbq pun mengernyitkan dahi melihat Daffa senyum - senyum sendirian. Mereka mau ke Daffa, namun mendadak kemeriahan itu berubah dengan tangisan bayi dari dalam yang sangat terdengar kencang. Pukul 00.01 yang harusnya memberi awal bahagia itu berubah dengan insiden jatuhnya baby Alan dari tangga. Tepat di sampingnya ada Melissa dengan tangan yang dipenuhi darah segar dan wajah yang sangat shock.


"YA ALLAH! NAK ALAN!" Bu Mayang yang dari dapur memekik terkejut. Semua yang ada di luar berlari masuk ke dalam dan sontak terperangah bersama - sama.


"TIDAK! BABY!" Nara memangku putra kecilnya itu di atas pahanya. Air matanya meluncur deras melihat kepala kiri baby Alan berdarah. Seluruh tubuhnya bergetar hebat mendengar tangisan lirih bayinya dengan kulit yang perlahan memucat.


"Huwee… mam…ma…" Reyhan dan Sena bergegas menuntun Nara ke ruang medisnya. Segera memberi pertolongan pada bayi di bawah satu tahun itu yang mengalami pendarahan.


"Mami! Apa yang sudah kamu lakukan!"


"Ya Allah, teganya Mami mendorong baby Alan!"


"Jika tidak suka, seharusnya bilang saja, tidak usah sekejam itu!"


"Bayi itu hanya ingin disayang, bukan dibenci."


Semuanya kecewa, terutama Ezra sangat terpukul.


"Ezra… Mami… tidak sengaja." Melissa mengaku dengan suara yang masih shock.


PLAK


Ezra menepis tangan Melissa yang sudah mendorong putra kecilnya dan berkata dengan suara kekecewaannya. "AKU BENCI MAMI!" Ezra berlari segera pergi melihat istri dan anaknya. Chila dan Sena sedikit mundur melihat calon Ibu mertua mereka yang kejam melebihi siapapun.


"Maaf, Mami sungguh tidak sengaja," mohon Melissa tersedu - sedu melihat semua putranya menatap kecewa dan benci padanya.

__ADS_1


"Minta maaflah ke baby Alan, Mi." Semuanya menunjuk ke ruangan medis Reyhan, tapi Melissa berlari ketakutan ke kamarnya sudah melukai bayi yang tidak berdosa itu.


__ADS_2