Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
84. BAB 84 - BU MAYANG


__ADS_3

"Bukan cuma pacaran sih, tapi tidak lama lagi kita berdua mau menikah, Mama," jawab Chila tersenyum manis dan menyenggol bahu Samudra.


"Ayo dong minta restu calon Ibu mertua dan adik iparmu, Sam," goda Chila. Sebelum Samudra bicara, Ezra masuk.


"Hey, sebentar! Saya mau komplain!" protes Ezra.


"Saya juga mau komplain!" Ikut Daffa.


"Komplain kenapa?" tanya Samudra.


"Kami berdua tidak sudi punya hubungan sama keluarga Son!" kata Ezra dan Daffa.


"Oh begitu? Tidak mau punya kakak ipar dari keluarga Son? Tapi masih terima adik sepupuku jadi menantu keluarga Van? Katakan kalian pilih mana? Tenggelam di laut?" Maju Chila meremat tangannya.


"Atau mau dikirim ke angkasa?" sambung Samudra ikutan kesal dua bocah berani protes niat mereka menikah.


"Eh tapi bukannya kalian rival? Kenapa mendadak mau nikah?" tanya Nara sebelum suaminya dan Daffa dibikin babak belur.


"Cinta yang menyatukan kita," jawab Samudra menggandeng tangan Chila.


"Huweek..." Daffa dan Ezra mendadak mual - mual. Baby Alan tertawa ria melihatnya.


"Sudah, kalian berdua tidak perlu lagi bantah niat kami, mendingan pulang sana!" usir Samudra.


"Weh abang! Kita ke sini pakai mobil kamu!" Tunjuk Ezra ke arah mobil Samudra.


"Oh ya, haha... lupa lagi nih, sudah yuk kita pulang." Samudra mendorong Ezra dan Daffa keluar duluan. Setelah itu minta restu ke Nyonya Son. Nyonya Son tidak masalah karena Samudra terlihat dapat diandalkan.


"Nanti malam telepon aku ya, Sam," ucap Chila menggerakkan tangannya ke telinga.

__ADS_1


"Sip, tenang saja." Samudra mengulas senyum kemudian menyusul Ezra dan Nara. Nyonya Son mendadak lari melewati Chila, ia ingin menahan Daffa namun ketika ia sedikit lagi meraih tangan putranya, Daffa menepis duluan kemudian masuk dan menaiki jendela mobilnya. Nara sedikit sedih melihat nyonya Son berharap bisa bicara ke Daffa, tapi Daffa masih belum membuka hatinya untuk Ibunya sendiri.


Mobil Samudra melaju pergi meninggalkan nyonya Son yang berdiam diri di pinggir jalan.


"Daffa...."


Pretty menunduk sedih melihat Ibu tirinya itu yang kasihan. Ia merasa bersalah sudah merebut Ibu kandung Daffa. Pretty masih ingat alasan Daffa memutusinya, karena ketika Pretty waktu lulus SMP, ia membawa Daffa bertemu nyonya Son di sebuah restoran. Niat ingin memperkenalkan Daffa sebagai pacarnya, hari itu ternyata nyonya Son mengatakan Daffa adalah putra kandungnya dan berakhir dengan hubungannya putus.


Daffa amat membenci Pretty pada hari itu. Cewek yang dia pacari ternyata anak tiri Ibunya.


.


Setelah dibantu oleh Chila, Samudra pulang bersama Ezra dan Nara ke rumah Bu Mayang. Sedangkan Daffa seperti biasa merenung setelah bertemu Ibunya. Membuat Pak Dirga sedikit cemas melihat putranya itu tidak karuan di dalam kamar.


Sedangkan Garce takut pulang ke sky house dan akhirnya menginap di rumah Mahendra bersama Melly dan Vano. Sekalian Garce ingin pastikan apakah Vano itu sudah ingat atau masih amnesia.


Sampai di rumah Bu Mayang, Nara terkejut setelah membuka pintu. Senyumnya mengembang melihat sosok yang amat dia rindukan tiba - tiba ada di rumahnya.


"Nara, kamu sudah lebih tinggi dari sebelumnya ya, Nak," ucap Bu Mayang yang bebas penjara dengan tuduhan tidak bersalah. Ia dibawa pulang oleh Pak Fahri.


"Ya, Nara tinggi karena hidup dengan baik," isak Nara.


"Maaf Nara jarang melihat Ibu di penjara, Nara tidak tahu mau titipkan baby Alan kepada siapa," tangisnya mengeratkan pelukannya itu.


"Terus bagaimana kamu bisa bersekolah? Apakah baby Alan ikut bersamamu belajar, Nak?" tanya Bu Mayang.


"Hehe iya, baby Alan kadang - kadang ke sekolah, Bu." Nara cengengesan dan sudah tenang. Ia tidak menangis, melainkan selalu tersenyum bahagia.


"Syukurlah, tapi kemana baby Alan?" tanya Bu Mayang tidak melihat Nara membawa bayi kecil itu. Tiba - tiba ada yang memeluk kakinya. Bu Mayang menunduk ke bawah dan terkejut baby Alan sudah bisa berdiri dan sudah tumbuh besar.

__ADS_1


"Mamma..." rengek baby Alan minta gendong ke Bu Mayang. Ia pun digendong oleh wanita itu dan diciumnya berkali - kali sehingga tawanya pecah karena merasa geli.


"Oh ya, siapa yang antar kamu pulang?" tanya Bu Mayang melihat ada mobil di depan rumahnya.


"Itu...." Nara sedikit ragu - ragu.


"Itu siapa?" tanya Bu Mayang dan langsung dijawab baby Alan. "Pappa..."


Deg.


"Papa? Maksudnya siapa?" tanya Bu Mayang kembali.


"Itu saya, Bu," sahut Samudra masuk seraya menarik Ezra juga yang tampak takut berhadapan sama Bu Mayang. Takut mertuanya itu mendadak killer seperti Melissa dan mengusirnya dari rumah.


"Eh anda berdua...." Bu Mayang syok bisa mengenali dua cowok di depannya anak keluarga Van.


"Ya, Bu. Kami berdua putra keluarga Van dan sekalian keluarga baru Nara," ucap Samudra mewakili Ezra bicara.


"Keluarga baru? Maksudnya?" Bu Mayang kembali bertanya.


"Saya... saya ayah biologisnya baby Alan dan suaminya Nara, Bu," ucap Ezra lirih.


"Dan saya uncle nomor duanya baby Alan," sambung Samudra tersenyum ceria, tidak seperti Ezra yang terpejam sudah siap menerima tamparan namun yang diterima malah pingsannya Bu Mayang.


"IBU!" Beruntung baby Alan ditangkap cepat oleh Samudra jadi tidak ikut jatuh. Ezra dan Nara segera membawa Bu Mayang yang syok berat itu ke kamar. Wanita itu tidak habis pikir, ia berharap keluar dari jeruji besi bisa mengubah hidup anak majikannya, tapi sekarang malah masuk ke kandang singa afrika. Apalagi di luar rumah, bukan cuma satu mobil saja, karena mendadak ada banyak mobil dan satu helikopter. Mereka tidak lain adalah putra - putra keluarga Van yang datang menjemput family baby Alan.


.


Yeah balik sky house🤣🤸‍♀🤸‍♀

__ADS_1


Siap - siap Van dan Son jadi Vanson.


__ADS_2