Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
72. BAB 72 - HARUS CERAI!


__ADS_3

"Mahendra, Mami kecewa sekali padamu!" murka Melissa membentak.


"Sudah memberimu tugas untuk menjaga Ezza di sini, tapi kamu membiarkan adikmu melakukan ini di belakang Mami? Di mana tanggung jawabmu sebagai kakaknya!" Melissa sekali lagi ingin menampar, namun ia tidak rela merusak wajah tampan putra ketiganya itu.


"Mami, aku tidak sengaja!" timpal Ezra, ia langsung dipelotot Melissa.


"Diam kamu!" ujarnya membentak. Ezra kembali berdiri di belakang Elvan.


"Tanpa harus mendengarkan penjelasan dari kalian semua, Mami sudah tahu gadis ini pasti pelacur yang sudah menggoda kalian semua. Sekarang Mami tidak akan biarkan dia merusak apapun di rumah ini," ucap Melissa mau menelpon seseorang.


"Sebentar, apa yang mau Mami lakukan?" tanya Kevin.


"Untuk apa lagi kalau bukan menyuruh orang mencari gadis pelacur ini." Sinis Melissa. Ezra maju ingin menghalau Ibunya namun dengan cepat Mahendra merebut hape Melissa sebelum benda itu mengarah ke telinganya.


"Mami, tidak perlu segitunya pada Nara," ucap Mahendra mematikan panggilan di hapenya.


"Oh Nara? Jadi nama pelacur itu Nara?" Melissa mengapal tangan. Sangat marah dan sedikit senang bisa tahu nama gadis yang berani melahirkan benih dari anak kesayangannya.


"Cukup!" Ezra meninggikan suaranya.


"Nara itu istriku, bukan pelacur!" sambungnya emosi membuat Melissa sedikit terguncang dibentak oleh anak kesayangannya.


"Ezza...." lirih Melissa.


"Aku Ezra, bukan Ezza!" ujar Ezra dengan genangan di matanya.


"Sudah cukup, aku capek mendengar dan melihat Mami seperti ini. Aku tidak bisa seperti Papi yang Mami harapkan, dan aku adalah aku, diriku sendiri bukan orang lain." Ezra berdiri di depan Ibunya. Ia tahu dirinya dianggap anak kesayangan karena wajahnya mirip bapaknya.


Ezra dari kecil dididik menjadi anak kuat, mandiri dan dirawat dengan baik. Meskipun otaknya kurang cerdas, Melissa tidak peduli asalkan sifat dan watak Ezra tetap mirip suaminya. Namun wanita itu tidak sangka, jalan hidup si bungsu malah berantakan seperti ini. Anak yang diandalkan malah membuat aib untuk keluarganya gara - gara hadirnya gadis yang dia kira pelacur.

__ADS_1


Melissa yang kecewa, ia pun mengangkat tangannya ingin menampar anaknya itu. Semua mata saudaranya pun membola, mereka ingin cepat menahan Melissa tapi Mahendra secepatnya menangkap tangan Ibunya itu.


"Mami, yang dikatan Ezra itu benar, berhenti perlakukan Ezra layaknya apa yang Mami harapkan, dia punya jalan sendiri dan punya harapan sendiri. Jangan halau keinginan dia lagi, dan satu hal yang Mami harua tahu, Nara adalah anak didikku yang tidak sengaja dijebak oleh seseorang, dia bukan pelacur melainkan menantu di keluarga ini," jelas Mahendra. Elvan dan yang lainnya mengelus dada.


"Oh menantu? Dijebak? Kalian semua memang bodoh! Semua itu pasti sudah dia rencanakan untuk menjadi anggota keluarga ini. Kalian sudah ditipu dan diperdaya oleh setan itu!" ujar Melissa menghempaskan tangan Mahendra.


"Weh, Mih!" Kevin angkat suara.


"Berhenti deh bicara seperti itu, sudah, jangan lagi berpikir jahat tentang Nara. Adik ipar kami itu baik dan cerdas di sekolah dan lagipula dia memang dijebak oleh Vano," tutur Kevin agak kesal. Beruntung saja Nara dan baby Alan tidak melihat perdebatan ini.


"Vano?" Melissa terkejut kemudian melihat si Dokter cantik. Ia tahu Vano dan si Dokter adalah kakak beradik dari keluarga Bastian. Musuh bebuyutannya.


"Sial, Reyhan! Mami menolak niat kalian berdua menikah!" ujar Melissa menunjuk Reyhan dan si Dokter.


"Maaf, saya minta maaf." Si Dokter menundukkan kepalanya namun Melissa hanya mendecak tidak karuan. Sedangkan Reyhan menatap sedih ke si Dokter, ia pun diam - diam mengenggam tangannya. "Tidak usah takut, semua akan baik - baik saja." Si Dokter menunduk, antara grogi dan bingung kenapa Reyhan tiba - tiba ingin menikahnya. Apa itu cinta? Atau kasihan?


"Mami, yang dikatan Kevin itu benar," ucap Mahendra mulai jelaksan.


"Vano yang sudah menjebak Nara dan Ezra, tapi sekarang anak itu sudah insyaf. Aku punya bukti - bukti kalau semua ini tidak murni dari rencana Nara. Gadis itu hanya ingin bersekolah dengan damai, tapi karena kehadirannya di sekolah membuat blackzak terancam, Vano pun menjebaknya." Bukan cuma itu saja Mahendra jelaskan, ia juga mengatakan bahwa Nara tahun lalu tidak bersekolah dan dia ikhlas merawat dan melahirkan anak Ezra.


"Oh jadi begitu?" Melissa terdengar tidak percaya dan malas mendengarnya.


"Ya, Mami." Bukan hanya Ezra menjawab, Mahendra dan semua saudaranya mengangguk sama - sama.


"Cih, kalau begitu besok gadis itu dan Ezra harus cerai dan bayi itu tidak boleh dibawa ke sini lagi."


JEDAR


Ezra sangat terkejut mendengar keputusan Ibunya yang mau membuang Nara dan baby Alan dari keluarga Van Klaveran.

__ADS_1


"TIDAK!" tolak Ezra lantang.


"Aku tidak mau cerai!" sambungnya marah.


"Tidak mau cerai? Okeh, fine. Kamu keluar dari rumah ini dan jangan harapkan kamu mendapat sedikitpun warisan dariku."


JEDAR


Lagi - lagi keputusan Melissa mengejutkan semua anaknya, termasuk Mahendra. Kalimat itu berarti Ezra dicoret dari KK dan semua asetnya disita.


"Mami!" Kevin sang Mafia maju ingin protes tapi Ezra memberi isyarat tangan, jangan ikut campur.


"Okeh, tidak apa - apa. Lagipula aku muak jadi lelucon di keluarga ini." Ezra pun berjalan mau ke kamarnya mau ganti baju.


"Berhenti!" Tapi Melissa mencegahnya.


"Apa lagi?" tanya Ezra sinis.


"Kamu jangan ambil apapun di rumah ini, keluarlah dengan begitu," ucap Melissa menunjuk keluar.


Si trio membola sebab Ezra cuma pakai popok, sarung dan jaketnya. Tidak elegan sekali kalau pergi dari rumah dengan tampilan seperti itu yang baru lepas dari kandang. Syukur - syukur Ezra punya wajah yang tampan jadi mungkin akan dikira mau pergi ngeronda di siang hari.


"Ezra, tunggu!" tahan Mahendra meraih tangan Ezra yang mau keluar rumah.


"Sudah, jangan halangi aku. Tanpa kalian, aku masih bisa menghidupi istri dan anakku di luar sana," ucap Ezra. "Cih," decak Melissa tidak yakin ke anak bungsunya itu.


"Tapi Ezra, bagaimana dengan sekolahmu?" tanya Mahendra.


"Tidak masalah, kalau aku putus sekolah, twilight masih punya Daffa dan Vano. Aku rela banting tulang di luar sana, asalkan calon anak keduaku tetap hidup." Jelas Ezra.

__ADS_1


DUAR


Mendengar kata - kata Ezra itu serasa mendapat hantaman meteor, mereka sangat syok sekali, termasuk si Dokter cantik.


__ADS_2