Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
107. EXTRAK PART (7) - FORMASI TWILIGHT


__ADS_3

"Hahaha.... hahaha.... gadis kecil yang malang. Dia kira dengan pistol mainan itu bisa melukai, Bos?" Bawahan Zaberx tertawa jahat melihat Kiara menodongkan pistolnya. 


"Cih, pistol seperti ini tidak ada apa - apanya di mataku," decak wakil Zaberx merebut cepat pistol Kiara. 


"Kamu pikir isinya bisa menjatuhkan ku?" tawanya dan kemudian berteriak histeris. 


"Akhhhhhhhhhh.... "


"Apa - apaaan ini!"


Kiara menyeringai jahat melihat wakil Zaberx dengan bodoh menekan pelatuk pistolnya ketika ujung senjata itu mengarah pada dua matanya. "Apa yang keluar dari pistol itu?" gumam Vano, Ezra dan Nara sempat melihat tembakan berisi air dengan warna kehijauan. 


"Itu cabai, mamah!" sahut Kiano. 


"Cabai?" ulang ketiganya terperangah. 


"Yah, mamah! Papah! Bubuk cabai 10 kilo." Ezra dan Nara pun kembali memperhatikan wakil Zaberx yang kesakitan. 


"Sialan, kau perlu dimusnahkan! Beda sekali dengan gadis kecil itu!" murka wakil Zaberx mengira Kiara seperti Noel.


"Kiara!" Nara maju ingin menghalangi wakil Zaberx melukai Kiara namun dengan sangat cepat, Ezra dan Vano menyerang pria bertato itu. 


Duak! 

__ADS_1


Tendangan dadakan yang dilakukan Ezra dan Vano secara bersamaan itu pada wakil Zaberx terlihat sangat memukau dan keras di mata tiga anak kembar Nara. 


"BOS!" Bawahanya itupun terkejut ketua mereka terjungkal ke belakang. 


"Akhhh! Kenapa diam saja! Serang mereka dan tangkap tiga anak itu!" titah wakil Zaberx marah besar karena matanya yang sebelah tidak bisa melihat jelas. 


Nara kembali mundur bersama tiga anaknya, sedangkan Ezra dan Vano dengan bahagianya menerima pertarungan mereka. Mengingatkan Ezra dan Vano di masa SMA mereka. 


"Nara! Pergilah dari sini!" ujar Ezra pada istrinya. Mencemaskan tiga anak dan janin di dalam perut Nara. Tetapi istri dan anaknya juga dikepung di segala sisi. "Ck." Ezra berlari ke arah Nara tapi mendadak wakil Zaberx itu melayangkan satu pukulan. 


"Papah!" Alan terkejut pada Ezra yang berhadapan dengan pria bertato yang dulu membantu Bumi mengumpulkan 1000 preman jalanan. 


"Takkan kubiarkan kalian menyentuh anak - anakku, berengsek!" ujar Nara pada preman yang mengepungnya dan tetap berusaha menghindar dari serangan mereka yang ingin mengambil tiga anaknya. Sedangkan Ezra terus menyerang wakil Zaberx yang kemampuannya jauh lebih unggul dari preman yang tadi dia pukul di luar. Namun perhatian semuanya terarah pada aksi Alan, Kiara dan Kiano yang membentuk formasi twilight.


Duakk!


Sialan! Kalian bocah ingusan!


"Alan! Bungkuk!" ujar Kiara memakai pundak Alan lalu melompat tinggi ke arah preman kemudian menendang wajah mereka dengan sepatu merahnya yang kuat.


"Alan! Pinjam tangan!" Kiano tidak mau diam saja, dia juga memakai dua tangan Alan sebagai pemopang kemudian melayang ke atas lalu terjun ke bawah menendang dada mereka dengan sepatu birunya juga.


Nara pun terkesima dengan Alan yang begitu kokoh dan kuat membantu dua saudaranya. Terutama Kiano sangat lentur dan lincah berpindah tempat sehingga preman saling pukul - memukul di depan Kiara yang tertawa terbahak - bahak. "Ya hahahaha.... hahahaha...."

__ADS_1


"Akhhhh, anak sialan!" Wakil Zaberx berlari ke arah tiga anak itu tetapi sontak dihalau oleh Vano yang sudah selesai menjatuhkan sebagian preman lain. Ezra tidak mau kalah juga dari anak - anaknya yang berkumpul kembali pada Nara, dia pun ikut serta menghadang wakil Zaberx yang sulit ditaklukan, berasa tenaga yang dimiliki pria bertato itu setara dengan tenaga 500 orang. 


Namun seketika triple twins masuk beserta puluhan polisi datang mengepung tempat itu. Sehingga bawahan mereka ingin mundur tetapi setiap pintu sudah dihadang oleh polisi juga. Semua anggota Zaberx yang babak belur terkepung malam ini. 


"Apa yang terjadi? Bagaimana bisa polisi sebanyak itu datang ke sini?" wakil Zaberx sedikit mundur.


"Hey, Biyan! Apa kamu yang melaporkan tempat ini?" tanya Ezra dan Vano yang terlihat sama berantakannya dengan triple twins yang berhasil menjatuhkan preman di luar. 


"Bukan, kami juga tidak tahu mengapa mereka tiba - tiba datang." Triple twins bergabung pada Nara karena penasaran siapa anak perempuan yang disebelahnya. 


"Lalu siapa?" tanya Vano merasa dirinya tidak pernah mengatakan pada anak buahnya untuk ikut campur demi tidak ada korban berjatuhan. 


Tiba - tiba dari arah atas, mereka semua menoleh pada satu pria yang bertepuk tangan. 


"Bumi?" Ezra, Nara, Vano dan triple twins menggertakkan rahang pada Bumi yang akhirnya muncul. 


"Hahaha... kalian percuma saja, ketua kami sudah datang dan pastinya akan mengusir dan mengakhiri kalian semua." Wakil Zaberx sangat mempercai Bumi sehingga jabatannya dulu diserahkan pada Bumi namun dengan mimik datarnya, si mantan wakil blackzak itu bicara sebaliknya. 


"Tidak, tempat ini akan dihancurkan oleh mereka," ucap Bumi menunjuk polisi. 


"Dan Zaberx malam ini tidak ada lagi." Bumi melompat bebas ke bawah lalu dengan mulus mendarat, membuat Kiano tertegun ada satu cowok yang punya kelenturan yang sama dengannya. 


"Apa? Apa yang kau katakan ini, beddebah!" Wakil Zaberx ingin menghajar Bumi tetapi satu polisi menembak dua betisnya "DOR!" dengan peluru yang sudah diberi racun lumpuh. Sehingga pria bertato itu tersungkur ke depan menerima efek yang begitu cepat. 

__ADS_1


__ADS_2