
"Oh ya, penampilan kau kemarin cukup bagus," ucap Kumi mulai basa - basi. Sejujurnya ia juga tidak terlalu akrab dengan Elia.
"Terima kasih, maaf kalau aku ikut ke sini," lirih Elia gugup luar biasa. Kumi merangkul bahu Elia dan tersenyum padanya.
"Kau harus tahu, aku senang banget ada Idol cantik datang ke rumahku. Kapan - kapan, kau datang ke sini bareng satu timmu. Itung - itung bisa jual tanda tangan kalian pada teman sekolahku, hehehe," ucap Kumi yang memang bersekolah di Elipsean ll sebagai osis di sana.
"Yah, makasih." Ucap Elia sedikit malu . Kumi menahan tawa merasa Elia terlihat lucu. Di atas panggung ataupun di luar panggung, sifat Elia tidak ada yang berbeda. Wajar jika satu timnya tidak terlalu banyak mengobrol dengan Elia yang pendiam dan pemalu.
Tiba - tiba, dua gadis itu menoleh ketika ada keributan di luar rumah. Elia dan Kumi berjalan cepat ke arah pintu keluar.
"Hey, ada apa kalian bertengkar?" tanya Kumi pada tiga anak kembar Ezra.
"Tidak, kami tidak bertengkar," ucap Kiano.
"Terus kenapa berisik?" tanya Kumi melihat Kiara yang tampak kesal dan Alan yang masih dengan ekspresi datarnya.
"Sial, aku tetap tidak mau!" sentak Kiara lalu pergi ke arah mobil.
"Hey, ada apa dengan Kiara?" tanya Elia.
"Huft, maaf Kumi. Kita sepertinya harus pulang sekarang." Kiano memberikan kresek berisi kopi jahe kemudian menyusul Kiara.
"Al, apa yang terjadi?" Kumi pindah bertanya pada Alan. Berdiri di depan Alan dengan sangat dekat. Elia sedikit menunduk melihat Alan mengusap kepala Kumi. Walau cuma sebentar, Elia sedikit cemburu.
"Kau sedang sakit, tidak perlu dipikirkan dua adikku itu. Lebih baik masuklah." Alan menunjuk pintu.
"Tidak mau, katakan dulu apa yang terjadi?" tanya Kumi mendesak.
"Aku juga belum tahu jelas, tapi ini ada kaitannya dengan perjodohan masa lalu. Sekarang masuklah, cuaca hari ini sedikit tidak bersahabat. Jika kau tambah parah, Elipsean ll bisa kacau tanpa ketua osis sepertimu."
"Baiklah. Tapi kasih tahu aku ya kalau ada apa - apa," ucap Kumi menghembus nafas sedikit tahu masalah perjodohan yang dimaksud Alan.
"Hmm, pasti." Alan mengangguk. Kumi pun masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Elia mengikuti Alan menuju ke mobil. Dalam hatinya, ingin bertanya apa yang terjadi pada Kiara yang sekarang murung.
__ADS_1
"Papah!" Kiara yang masuk ke rumah langsung memanggil Ezra yang sudah pulang bersama Mayra.
"Kebetulan, putri cantik papah sudah pulang," sambut Ezra dengan senyuman simpul tapi terlihat menjengkelkan.
"Ihhh, papah! Aku dari dulu tidak mau dijodohkan. Tapi kenapa papah terima lagi usulan kakek?" Kiara duduk di depan Ezra dan melipat dua tangannya di dada.
Kiano duduk di dekat Mayra, berbisik apa yang sudah terjadi sampai - sampai perjodohan di masa lalu kembali diungkit. Padahal Kiara sudah capek - capek menghindar dari Deivaro agar perjodohan masa kecilnya tidak terjadi. Karena itu juga, Kiara jarang mengunjungi Deivaro agar perjodohannya tidak dibahas.
"Papah juga tidak mau, tapi Kakek kau di sana didesak oleh keluarga mereka. Kalau perjodohan tidak terjadi, mereka sendiri yang akan datang ke sini membawamu paksa."
"Daripada tambah masalah, papah lebih baik menyerahkan mu pada mereka," ucap Ezra tersenyum lagi. Dari dulu Ezra memang tidak suka perdebatan. Kalau ada jalan pintas, ya terima saja.
Kiara mendengus dan pindah duduk di dekat Ezra, memeluk ayahnya dengan manja. "Papah Kiara yang tersayang, papah harus tahu dulu, calon suami Kiara itu bocah cengeng, manja, tidak berguna. Aib keluarga mereka. Pokoknya bocah itu tidak pantas buat Kiara!" Kiara membujuk Ezra agar perjodohannya dibatalkan lagi.
"Eh tapi, walau dia bocah cengeng, dia lumayan tampan lho, Kiara," sahut Kiano yang memang tahu dulu Deivaro pernah menjodohkan Kiara dengan seorang bocah di new york.
"Diam saja kau!" ucap Kiara judes membuat Elia sedikit kagum melihat sisi lain Kiara yang keras.
"Papah, katakan sama Kakek jangan dibahas lagi masalah itu." Kiara merengek. Ezra menyentuh dagu dan melihat Elia.
"Kebetulan kau di sini, mulai malam ini kau tinggal di sini," ucap Ezra pada Elia yang terkejut dan begitu juga pada anak - anaknya.
"Tinggal? Kenapa aku tinggal di sini, om?" tanya Elia.
"Karena papah dan mamah kau ke luar negeri mengantar si Acoy, eh maksudnya adikmu bersekolah di sana. Mungkin bulan depan baru pulang. Sekarang om mau keluar ke tempat mamahnya Alan, baik - baiklah di sini bareng Kiara dan Mayra." Ezra pergi keluar sebelum putri keduanya ngamuk.
"Papah!" ujar Kiara marah ditinggal pergi.
"Kak Elia! Tidur sama Mayra!" Mayra menarik tangan Elia. Gadis itupun mengangguk dan pergi ke atas.
Sebelum Alan dan Kiano menyusul, Kiara menghadang dua cowok itu dengan merentangkan dua tangannya.
"Ada apa, Ra?" tanya Kiano.
__ADS_1
"Mau dipeluk?" tanya Alan.
"Ihhh, bukan!" sentak Kiara.
"Lalu?"
Kiara memainkan dua jarinya dengan malu - malu.
"Mau minta tolong sih,"
"Tolong apa?" tanya Alan dan Kiano dengan perasaan yang tidak enak.
"Hehehe, tolong gantiin gue nikah," ucap Kiara tersenyum lebar.
"Kampreet! Gila lo!" Alan dan Kiano bergidik geli kemudian secepatnya pergi ke atas.
"Ahhhh, Alan! Kiano! Bantuin gue napa!"
"Nggak!" tolak Kiano ogah jadi Kiani. Terutama Alan juga amit - amit menikah dengan sesama jenisnya.
"Huwaaa... dasar kalian tidak berprikemanusiaan sama saudara sendiri!" ketus Kiara mengoceh di bawah sendirian. Kemudian gadis itu mondar - mandir sedang mencari ide lain.
'Aku tidak boleh menikah dengannya! Karirku masih panjang! Usiaku juga masih muda!' batin Kiara berlari keluar ingin ke rumah sahabatnya. Namun sampai di sana, alis Kiara terangkat melihat rumah yang bersebelahan dengan rumah Kumi ada yang menempatinya.
"Hmm, siapa yang tinggal di rumah itu?" gumam Kiara.
"Oh itu, tetangga baru." Kumi menjawab setelah membuka pintu untuk sahabatnya itu. Sontak saja Kiara memeluk Kumi dengan erat dan menangis manja.
"Huwaa... Kumi chan, aku mau dijodohkan lagi sama bocah bodoh itu." Kiara tidak peduli Kumi lagi sakit, yang jelas hatinya sedang berkecamuk antara kesal dan sedih pada Ezra yang main terima - terima usulan Deivaro lagi.
.
Hai guyss... Mungkin author akan lanjut ke novel Kiara dulu😅maaf jika lama update ya, karena author masih tahap pemulihan🙏😥terima kasih. Judul novel Kiara ada pada di gambar bawah💋💕
__ADS_1
Kebanyakan istri kontrak, sekarang author mau coba bikin suami kontrak🤣semoga beda dari yang lain dan tidk mengecewakan.