Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
108. EXTRAK PART (8) - KETUA MAFIA


__ADS_3

"Beraninya kau berkhianat!" ujar Zaberx marah pada Bumi yang berjalan santai ke arah Vano dan Ezra lalu memperlihatkan kartu identitas yang sebenarnya pada mantan ketua Blackzak dan Ozara. Zaberx dan triple twins melongo pada Bumi yang ternyata perwira kepolisian yang sedang menyamar demi masuk ke dalam organisasi Zaberx. 


"Sejak kapan dia masuk kepolisian?" Triple, Nara dan Ezra saling memandang. Sedangkan Zaberx sangat murka dibohongi selama ini. Dia pikir Bumi yang sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga Son, Bastian dan Van bisa membantunya memperkuat Zaberx demi mengusai wilayah. Rupa - rupanya Bumi sudah direkrut pihak kepolisian atas saran dari Mahendra.


"Hey, cecunguk! Beraninya kau manfaatkan istri dan anakku!" Vano mencengkram kerah leher Bumi. 


"Hm, apa boleh buat, kau tidak mau membantuku jadinya terpaksa menarikmu dengan cara ini." Bumi melepaskan cengkaraman itu. Dia sudah mati - matian berurusan dengan Zaberx dan akhirnya ambil jalan pintas malam ini dan kini dia merasakan diposisi Vano yang dulu berkhianat. 


"Woy, kau dari dulu memang tidak punya hati dan otak udang!" ujar Ezra berdecak. 


"Lebih baik punya otak udang dari pada tidak punya otak sepertimu!" balas Bumi pada Ezra. 


"Apaaaaa kau bilang?!" Ezra mengepal tangan ingin membungkam mulut Bumi tetapi dijewer sama Nara. 


"Sayang, daripada bertengkar sama musuh lama, lebih baik kita cari Ibuku, Melly dan Noel." Nara mendengus sebal. 


"Awas kau! Lain kali kalau kita bertemu, kupatahkan satu kakimu, dasar cowok lembek!" Ezra menunjuk Bumi yang sedikit kesal melihat mantan ketua Ozara itu masih belum berubah juga. 


Namun tiba - tiba Kumi datang berseru. "Hoyy! Kumi di sini!" Tiga anak kembar Ezra tersenyum lebar pada satu bocah itu yang berhasil membawa Bu Mayang, Melly dan Noel yang tampak sedang terlelap karena takut dari tadi. 

__ADS_1


Melihat istrinya diselamatkan, Vano memeluk Melly dan putrinya. Sedangkan polisi mulai memborgol satu - satu anggota Zaberx. Kecuali Wakil Zaberx yang terkapar mengeluarkan pistol ingin menembak salah satu anak yang tertuju pada Alan. 


"Sialan, kalian jangan senang dulu!" ujarnya membuat semua mata mengarah pada Alan. Namun sebeluam menekan pematuk pistolnya, seseorang menginjak tangan dan menendang senjata itu. Triple twins dan semua terkejut pada wakil Zaberx yang ditodong pistol oleh seorang wanita muda yang tidak lain adalah sang pengasuh cantik membuat triple twins terpana - pana, kecuali Zehan yang sedikit takut. 


"Katakan, mau mati ditembak? Mati membusuk? Atau menyerah?" ujar pengasuh itu sinis. 


"Horeee! Litel teweleg menang!" Alan, Kiara, Kiano dan Kumi bersorak kegirangan. 


Akhirnya malam ini polisi berhasil membekukan ratusan anggota Zaberx. Jumlah yang cukup banyak malam ini. Markas itu pun dihancurkan malam ini juga dan korban penculikan dibawa ke rumah sakit untuk melewati pemeriksaan demi mencegah adanya trauma. 


"Woy, berengsek!" Vano menunjuk Bumi yang sudah menyelesaikan misinya. 


"Apa lagi?" tanya Bumi malas bicara pada Vano yang dikira masih amnesia. Tapi laki - laki itu mengulurkan tangannya. 


"Bukan berengsek! Gue mau bilang selamat!" ucap Vano tiba - tiba.


"Selamat buat apa?" tanya Bumi heran. 


"Yah selamat kamu sudah mendapat jabatan yang lebih keren daripada dulu," ucap Vano menunjuk lencana kepolisian Bumi. Bumi sedikit terkesiap, lalu dia pun balas menjabat tangan Vano dan mengucapkan hal sesuatu. 

__ADS_1


"Yosh, terima kasih, kau tidak mempermasalahkan ini."


"Dan selamat sudah jadi bapak - bapak duluan."


Melly menahan tawa melihat suaminya itu diledek oleh Bumi dan melihat dua cowok itu kembali akur. Dia pun pulang bersama Vano dan anaknya. Sedangkan Bumi masih di tempat dan melihat keluarga Ezra yang tengah cekcok gara - gara triple twins tidak percaya Ezra punya tiga anak kembar sekaligus.


"Dari dulu, keluarga Van memang merepotkan." Bumi pergi pada kelompok polisinya membawa Zaberx ke penjara para narapidana dikumpulkan. 


"Kalau kalian tidak percaya, Ibu Mayang dan Tuan besar yang akan mengatakan ini pada keluarga kalian." Pengasuh itu menunjuk Bu Mayang dan Kiara. 


Pada akhirnya, triple twins pun membawa Bu Mayang untuk bicara di sky house dan mengatakan sejujurnya pada Melissa yang sekarang sudah pulang dan sedang berhadapan dengan kakek Kiara yang datang langsung ke sky house berkat surel yang dikirim Kiara pada kakeknya untuk datang ke keluarga Van apabila ingin mengambil Kiano dan dirinya. 


"Siapa kalian?" tanya Melissa sinis pada kakek Kiara. Wanita berkuasa itu tidak hanya sendirian saja, karena sebagian anak lelakinya juga berkumpul dengan tatapan tajam di depan ketua Mafia itu yang sudah datang jauh - jauh ke sky house. 


"Kakek!" teriak Kiano berlari ke kakeknya bersama Kiara yang berjalan santai di sebelah pengasuhnya. Sedangkan Alan memegang tangan Nara dan sedikit takut pada pria tua beruban yang datang ke rumah neneknya. Bu Mayang yang di sebelah triple twins dan Ezra sedikit berkeringat dingin.


"Ibu Mayang, jelaskan apa yang sudah terjadi? Siapa dan kenapa Ezra bisa punya tiga anak kembar malam ini?" tanya Melissa pada Bu Mayang yang sekarang duduk di kelilingi oleh 12 putra keluarga Van dan kakek Kiara yang juga diajak bergabung dalam pertemuan besar ini. 


Sedangkan pengasuh cantik bersama little twilight dan para menantu Melissa di ruangan yang berbeda. Mereka terkagum - kagum pada Nara yang ternyata pernah mengandung tiga anak kembar, bukan cuma Alan saja. Mahendra pun juga tidak sangka si bungsu terlalu overdosis menanam benihnya pada malam pertamanya waktu itu.

__ADS_1


💋💋💋💋💋💋💋


wkwk Mahendra dan yang lainnya diam mati kutu sudah kalah sama Ezra🤣Like dan Komen supaya dobel update lagi sampai ektraknya habis💋💕terima kasih, hihihi....


__ADS_2