Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
105. EXTRAK PART (5) - MARKAS ZABERX


__ADS_3

Sudah jam tujuh malam, triple twins dan Nara belum pulang. Tiga menantu di sky house juga mencemaskan Ezra yang membawa pergi Alan dan Kiano. Chila ingin sekali menelpon Samudra, tapi suaminya itu sedang sibuk di hotel bersama Elvan dan Mahendra. Sedangkan Melissa masih mengurus empat twins putranya yang berkunjung di rumah calon istri mereka.


"Apa aku perlu hubungi, Reyhan?" tanya Sena.


"Tidak perlu, Reyhan sedang sibuk di rumah sakit jadi lebih baik kita coba tenang saja. Mereka pasti berada di hotel bersama Samudra dan Elvan," pungkas Chila.


"Kuharap tidak terjadi sesuatu pada mereka." Istri Elvan cuma bisa pasrah dan kembali membantu Chila dan Sena mengurus anak - anak di sky house. Mereka sedang tidak sabar menunggu empat pernikahan itu tiba karena setelah digelar, mereka yang sudah menikah boleh pindah rumah alias meninggalkan sky house menuju ke rumah masing - masing.


Mereka memang patut cemas karena sekarang triple twins dan Nara sedang berhadapan dan berkelahi dengan kelompok gangster yang kekar dan ahli bela diri di markas besar ZABERX. Karena kurang jumlah, triple twins cukup kewalahan dan sekarang dikepung oleh mereka.


"Nara, tetap di belakang kami!" Biyan menarik adik iparnya supaya tidak disentuh satu pun dari mereka.


"Cih, kalau begini, tidak ada jalan bagi kita membawa Bu Mayang." Julian berdecak di sebelah Biyan kemudian menatap Zehan yang baru selesai menghubungi Ezra. Itulah mengapa polisi sulit memporak - porandakan tempat itu karena dibentengi dengan ratusan bawahan dan dipegang oleh satu orang penguasa di wilayah itu.


"Ada apa, Kak?" tanya Nara pada Zehan yang meremat hapenya itu.


"ZABERX sudah kelewatan. Bukan cuma Bu Mayang saja diculik tapi Melly dan putrinya juga diculik."


"APA?" Biyan, Julian dan Nara serempak terkejut.


'Melly dan putri kecilnya? Kenapa bisa sampai diculik? Terus kemana Vano?' Nara pun mencemaskan Noel yang masih kecil cabe rawit jadi korban penculikan juga.


"WOY! GENDUUUT!"


Triple twins melongo pada Nara yang maju dan menunjuk geram pada preman besar yang menjadi ketua barisan di depannya.


"SERAHKAN IBUKU, BERENGSEK!"


Lagi - lagi triple twins dibuat terperangah dengan keberaniannya itu.


"Hahah.... besar juga nyalimu gadis," tawa preman itu.


"Tapi percuma! Yang kalian cari itu tidak ada di sini!" lanjutnya menyeringai.


"Tidak ada? Lalu apa ini?" Zehan memperlihatkan bukti kecil. Simbol ZABERX di puing rumah Bu Mayang tadi.


"Jika kalian tidak serahkan Ibuku juga, aku akan laporkan kalian semua ke kantor polisi!" ancam Nara.

__ADS_1


"Polisi? Hey, apa dia tadi bilang polisi?" Ketua preman itu bertanya ke bawahannya.


"Ya Bos, dia terlalu berani mengatakan itu. Mungkin bagus, kalau mulutnya itu dirobek saja." 


Nara sedikit mundur mendengar ucapan jahat itu dan melihat ketua preman berjalan ingin ke arahnya.


"NARA!" Triple twins ingin meraih tangan Nara namun dari berbagai arah, semua preman kembali maju melawan ketiganya dengan memakai senjata. Tidak ada lagi pertarungan tangan kosong.


"NARA PERGILAH!" ujar mereka meminta Nara meninggalkan tempat itu. Tapi gara - gara pertarungan yang sengit yang gencar dengan suara pukulan yang memecah malam ini membuat Nara hanya mundur terus dan memeluk perutnya supaya ketua preman tidak memukul di bagian sana.


"Hahaha.... sayang sekali kalau aku merobek mulutmu, bagaimana kalau kuhisap dulu?" Seringai ketua preman itu menunjuk bibir kemudian turun ke bagian bawah perut Nara.


"AKHHH! JANGAN KETERLALUAN KAU!"


Nara dengan sangat ancang melayangkan satu serangan memakai kaki kanannya tetapi ketua preman itu sangat cepat menahan tendangannya itu. Triple twins terbelalak karena dari tendangan keras itu, keluar sedikit asap dan preman gemuk itu sedikit terdorong. Sudah jelas, bela diri Nara semakin meningkat pesat walau hasilnya tidak seberapa.


"Cih, kuat juga kakimu ini! Tampaknya ini yang perlu dipatahkan dulu." Preman bertubuh besar itu menangkap kaki Nara dengan seringai kekesalan.


"NARA!" Zehan meneriaki adik iparnya yang tengah hamil itu dalam bahaya. Namun mendadak ada mobil menerjang ke tengah - tengah perkelahian dan terus melaju cepat ke arah Nara dan preman itu.


"AKHH!" Nara terdorong ke belakang dan preman besar itu juga menghindar dengan cepat sebelum ditabrak mobil hitam itu.


"WOY!" Suara Vano menjalar keras pada semua preman. 


"Dimana istri dan peri kecil gue kalian sekap, sialan?!" tambahnya menunjuk dengan amarah tanpa membuka kacamata pintar milik istrinya dulu. Tidak ketinggalan anting - anting canggihnya dipakai juga.


"Dan beraninya kalian membawa mertua gue dan menyentuh istri tercinta gue! Katakan, kalian mau mati dengan cara apa, ha?!" sambung Ezra dengan memakai jaket dan kalung di lehernya, tak lupa pakai kacamata hitam.


Maunya tampil keren di depan Nara, tapi bagi triple twins, Vano dan Ezra itu terlalu banyak bicara.


"Woy, basi tahu lihat kalian begini!" celetuk Biyan yang tidak suka dengan gaya songong mereka.


"Iya tuh," sahut Julian iri mendengar celoteh Vano dan Ezra yang sudah punya istri duluan.


"Kalau mau konser dangdutan, bukan di sini tempatnya!" Zehan tidak ketinggalan mengoceh juga.


Nara yang cuma perempuan di sana pun hanya bisa menepuk wajah namun sontak dipeluk mendadak suaminya di depan semua bawahan preman. Bukan cuma dipeluk, Ezra juga memandangi dari atas sampai bawah badan istrinya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa sih ada di sini?" 


"Harusnya di rumah saja!"


"Coba katakan, apa saja yang sakit?"


"Lutut? Mata? Siku? Tangan? Kaki? Punggung? Bahu? Lengan? Kepala? Gigi? Leher? Pipi? Pinggang?"


Ezra memutar - mutar Nara dan kembali bertanya.


"Atau jangan - jangan anak kita?"


Ezra menempelkan telinganya ke perut Nara. Yakin tidak ada apa - apa sama anaknya, dia pun memeluk istrinya kembali membuat Vano lumayan kesal melihat satu cowok itu seenaknya memperlihatkan tingkahnya itu. Bukan hanya dia saja, tapi semua preman juga kesal dan triple twins tidak habis pikir Ezra begitu di tempat banyaknya musuh. Benar - benar tidak ada takutnya adik kecil mereka.


"Ezra, semuanya baik - baik saja kok, sudah, jangan begitu dulu di sini." Nara berbisik sangat malu.


"Tapi katakan, apa saja yang mereka lakukan padamu?" tanya Ezra masih cemas. Saat Nara mau menjawab, tiba - tiba satu tangan ketua preman menepuk bahu suaminya dari belakang.


"Woy, bocah ingusan. Apa kamu sudah bosan hidup?" ujar preman itu marah dengan tatapan tajam.


"DIAM, KEPARAAT!" 


DUAK!


Triple twins dan semua preman membelalak melihat Ezra memukul dagunya sehingga menumbangkan pria besar itu yang sekarang pingsan dengan mulut tanpa gigi karena semuanya terlepas pada tempatnya.


"Buset, tenaga apa yang dia pakai?" gumam Vano juga tercengang dengan pukulan telak Ezra itu yang berhasil membuat ketua preman terkapar. Rivalnya itu semakin meningkat saja sekarang ini.


Sedangkan Nara diam karena hanya dia yang tahu latihan apa saja yang dilakukan suaminya lima tahun ini. Bukan cuma latihan saja, Ezra pernah menjadi kuli bangunan selama dua tahun sehingga suaminya itu bukan cuma pintar membangun kontruksi tapi juga berhasil memperkuat otot - otot dan tenaga dalamnya. Karena itulah Ezra bisa dengan muda menyelesaikan pekerjaannya. Tapi kalau di atas ranjang, dia sangat lembut memperlakukan istrinya dengan baik.


"Ck, siapa lagi yang mau mengganggu istriku?" Ezra memandang sinis satu - satu preman di sana.


"Jangan, Ezra! Kalian bertiga masuk saja dan cari Bu Mayang beserta Melly dan putrinya, biarkan kami bertiga yang melawan mereka!" Biyan melarang Ezra menantang mereka. Dia mencoba mengulur waktu dan menyerahkan adiknya, Vano dan Nara mencari Bu Mayang, Melly dan Noel.


"Baiklah, bang! Kami serahkan mereka pada kalian!" Ezra membopong istrinya dan masuk cepat ke dalam markas besar itu bersama Vano. Perkelahian tiga lawan ratusan preman pun kembali gencar. "Akhh! Duak!" Semuanya pecah meriah dengan suara pukulan dan teriakan brutal mereka. 


Sedangkan di dalam mobil lain, terlihat little twillight yang resmi dibentuk malam ini sedang mengamati layar monitor yang menampilkan sebuah dena yang diambil dari tangkapan satelit berkat kemampuan Kiara yang meretas sistem sebuah perusahaan yang memberi tayangan gratis di markas Zaberx.

__ADS_1


.


🤭


__ADS_2