Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
68. MHB BAB 68 - POMPA ASINYA


__ADS_3

Ketika mau masuk mobil, tiba - tiba Melly keluar dan mencegahnya. "Loh, kenapa?" tanya Vano.


"Maaf No, Nara lagi itu," ucap Melly berbisik.


"Nara kenapa?" tanya Vano sambil melihat ke jendela hitam. Saat mau dijawab, sontak Vano dan Melly terlonjak mendengar Nara mendesah di dalam mobil. Terdengar melalui jendela yang sedikit terbuka di atas sana.


"Ahh... Ezra pelan - pelan dong."


"Ya sayang, ini aku pelan - pelan kok."


'Hah? Pelan - pelan? Mereka sedang apa sih!' Vano greget ingin tahu apa yang terjadi diantara Ezra dan Nara. Namun Melly menarik tangannya.


"Kenapa sih, Mel?" tanya Vano kesal. Melly pun menjijit, berbisik.


"Vano, mereka nggak lakuin itu,"


"Terus mereka lagi apa?"


"Nara lagi pompa asinya dan Ezra lagi membantunya,"


"Hah, asi? Apa itu asi?" tanya Vano.


"Ihhh Vano, jangan pura - pura polos deh, kamu tiap saat kadang kemut punyaku, masa soal asi saja tidak mengerti," ketus Melly. Seketika itupun mata Vano melirik ke dua dada Melly yang montok itu.

__ADS_1


"Yaiyalah, kan dada kamu tidak keluar apa - apa, cuma empuk diremat doang," ucap Vano nunjuk ke dada calon istrinya.


"Ya untuk sekarang memang tidak ada, tapi setelah debay kita lahir, asinya baru ada," sentak Melly dan memegang perutnya.


"Oh jadi, kalau sudah ada, apa aku boleh ikut juga?" Vano menggodanya, menarik turun dua alisnya ke Melly yang terdiam malu.


"Ihhh, kok jadi pengen itu! Jangan dong!" Melly mencubit pinggang Vano.


"Hahaha... tapi aku mau, sayang," tawa Vano dengan mata mesumnya ingin menerkam Melly tapi sontak mematung ketika Nara dan Ezra sudah selesai dan menurunkan jendela.


"Wehh, Vano! Daffa kemana ya?" tanya Ezra cari - cari sepupunya.


"Entahlah, tadi aku suruh dia bereskan satu markas blackwolf. Mungkin saja masih ada di sana, kita tunggu dia di sini saja." Vano masuk bersama Melly. Sedangkan Nara yang sudah menyimpan botol asinya di dalam tas, mulai mencemaskan Daffa.


"Yosh, rupanya pak mantan ada di sini." Gadis itu mengenali Daffa yang tidak lain adalah cinta pertamanya sekaligus musuhnya sekarang.


"Pretty?" Daffa mengepal tangan. Antara sedih dan kecewa bertemu mantannya.


"Cih, kamu datang sendirian hanya ingin bertemu denganku atau ingin balas dendam sudah kuhancurkan markasmu?" Daffa berdecak.


"Hm... mungkin dua - duanya, tapi entah kenapa aku tidak bernafsu melukaimu." Pretty tersenyum, senyum tidak tulus.


"Kalau begitu, kita tidak ada urusan lagi." Daffa pun berjalan pergi ingin ke mobil Vano, tapi tidak semudah itu karena Pretty mendadak menyerangnya.

__ADS_1


DUAK


Pretty tersungkur ke tanah menerima pukulan telapak dari Daffa. Pundaknya berhasil dipukul keras.


'Bagaimana dia bisa menghindariku?' pikir Pretty mengira bisa menyentuh Daffa, namun kali ini mantannya itu mendadak kuat dan berhasil menyerang balik.


Wakil twilight dan wakil blackwolf itu pun berhadapan kembali. Kebencian di mata mereka adalah simbol permusuhan yang abadi. Cinta dan kenangan di masa lalu hanyalah debu yang tidak berarti.


"Sekarang aku mau pulang dan jangan halangi aku lagi." Daffa pergi meninggalkan Pretty yang terbakar emosi. Ia marah karena Daffa tidak lagi lembek dan lemah. Itu semua berkat kerja kerasnya dan bantuan dari gelangnya yang bisa mendeteksi gerakan Pretty sebelum menyerang.


"Cih, aku tidak akan lepaskan kamu." Hanya dua kedipan, gadis itu sudah hilang dari tempatnya dan begitupun Daffa beserta yang lainnya pulang ke rumah. Sedangkan di ruang kepsek, tampak Garce masih duduk hadiri rapat Mahendra dan guru - guru lainnya. Ia ditugaskan menyalin semua keluhan dan masukan dari guru - guru. Akibat gelisah dan gundah, bandonya pun memberi warna biru sehingga Mahendra tahu gadis itu sedang menahan rasa itu.


"Tenanglah, semua akan berjalan lancar."


Garce menoleh dikala tangan Mahendra mendarat di kepalanya dan mengusap rambut pirangnya. "Baik, Pak." Garce mengangguk, menunduk diam dan tersipu malu - malu bisa duduk di sebelah pria idamannya.


....


🤭🤭🤭Ehem bakal gimana ya endingnya


Tinggalkan jejak yuk!


Klik Like, komen, vote, favoritkan. Sesekali lemparkan boncap🌹biar author semangat update sampai tamat. Terima kasih dan sehat selalu. ⭐⭐⭐⭐⭐ Berikan bintang lima supaya ceritanya tetap lanjut dan lanjut terus😘

__ADS_1


__ADS_2