Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
101. EXTRAK PART (1) - KIANO


__ADS_3

Semua anak lelaki tampan Melissa berkumpul tak terkecuali Mahendra juga duduk di antara semua adik - adiknya. Serta Elvan dan Samudra juga duduk berdekatan. Mereka melihat seksama Alan dan Kiano yang persis 100 persen dengan Ezra versi kecil dulu. Sedangkan para istri - istri cantik mereka berkumpul di ruangan lain demi menenangkan anak mereka jikalau Ibu mertuanya ngamuk alias lepas kendali. Sementara Nara dan Melissa ada bersama diantara 12 anaknya itu.


"Jadi, coba jelaskan bagaimana bisa Alan ada dua?" tanya Melissa yang duduk di sebelah Nara yang tampak mencari keberadaan Bu Mayang dari tadi.


"Ehem, aku juga tidak tahu mau bagaimana menjelaskannya, tapi sejujurnya ini memang sulit dijelaskan, Mamih." Mahendra buka suara duluan dan tetap duduk tenang walau tidak punya petunjuk.


"Kenapa sulit?" tanya Melissa lalu menatap Alan dan Kiano yang duduk manis di lantai. Dua anak kecil yang sedikit takut dikelilingi banyak orang dewasa dan sulit dibedakan mana Alan dan Kiano, karena gaya rambut duanya juga sama. Untung pakai baju yang beda.


"Karena anak ini tiba - tiba bersama Alan dan tiba - tiba memeluk Mahendra." Reyhan menunjuk lurus pada Mahendra.


"Jangan - jangan Mahendra dulu pernah (begituan) sama wanita lain sebelum pensiun dari militer?" tebak semuanya saling bergumam dan memandang satu sama lain.


"Jangan ngaco deh kalian! Aku mana sudi melakukan perbuatan itu di luar sana!" bantah Mahendra.


"Lalu siapa anak ini?" Tunjuk mereka pada Kiano yang secepatnya merangkul lengan Alan.


"Kamu kenapa?" bisik Alan.


"Kiano takut, mereka sepertinya mau makan Kiano." Alan sedikit tertawa dalam hati melihatnya ketakutan.


Semua mata lelaki dan Melissa pun mengarah pada Nara. Satu - satunya yang bisa menjawab ini semua adalah ipar kecil mereka.


"Nara, berapa anak yang dulu kamu lahirkan?" Melissa bertanya serius, disusul kakak iparnya.


"Mungkin kah dulu kamu melahirkan dua anak kembar?"


"Tidak!" timpal Ezra.


"Tidak kenapa, Ezra?" Mereka beralih pada Ezra.


"Nara tidak mungkin lahirkan anak kembar, kalau dia melahirkan anak kembar pasti dari dulu jujur padaku dan Alan. Apalagi waktu aku melakukan itu kedua kalinya pada Nara, itunya masih sempit."


"Itu apaan?" tanya Biyan, Zehan dan Julian kemudian seketika tiga laki - laki kembar itu dijitak kepalanya oleh Kevin.


"Jomblo diam saja!" kata Kevin gemas pada tiga adik polosnya yang cuma tahu pacaran dan belum tahu soal bercocok tanam. Mereka cemberut. Sedangkan Nara menunduk, sangat malu mendengar penjelasan Ezra itu di depan Melissa yang tepuk jidat pada si bungsunya yang blak - blakan. Sementara Alan dan Kiano tatap - tatapan sebab tidak paham yang diucapkan oleh papanya itu.


"Jadi bagaimana kebenaranya?" tanya Elvan.


"Untuk mengetahui kebenarannya, kita tunggu hasil tes DNA dariku." Reyhan memperlihatkan simpel yang ingin dicocokkan.

__ADS_1


"Berapa hari kita harus menunggu hasilnya, bang?" tanya Ezra.


"Untuk memastikan kecocokan tidak ada yang salah, perlu menunggu seminggu atau dua minggu." Reyhan menyimpan simpel itu. Bukan cuma rambut, tapi Reyhan sudah mengambil setetes darah Kiano, Alan dan Ezra.


"Astaga, itu lama amat!!" celetuk Davin.


"Apa tidak bisa dipersingkat?" ketus Devan.


"Tiga hari kek!" ujar Kenan.


"Kalau begini, bagaimana nasib pernikahan kita?" Kevin mengoceh tidak karuan.


"Pernikahan kalian -"


"Ditunda lagi ya, Mih?" Empat calon mempelai laki - laki itu lesu kalau itu sampai benar.


"Memang kenapa kalau ditunda kembali? Kalian tidak sabar lagi pengen merasakan malam pertama itu?" tawa Elvan dan Samudra melihat empat adiknya sudah kepepet pengen nikah.


"Hush! Diam! Jangan bicarakan itu di depan anak - anak!" tegur Melissa.


"Lalu bagaimana keputusannya, Mih?" tanya Mahendra yang tampak ingin pulang ke rumah mertuanya, cemas sang istri di sana sudah lama menunggu dan merindukannya. Sedangkan Nara terus diam - diam menghubungi Bu Mayang, tapi kontaknya tidak bisa terhubung.


"Lalu bagaimana dengan anak ini?" Elvan dan Samudra menunjuk Kiano.


"Sementara dia akan tinggal dulu di sini sampai hasil tes DNA yang dilakukan Reyhan keluar." Melissa melihat pada Reyhan yang selalu diandalkan soal ini.


"Kalau seandainya anak ini anak kita, bagaimana Mih?" tanya Ezra dan Nara sedikit cemas ada penolakan seperti dulu.


"Kalau hasilnya cocok, mamih tidak masalah. Dan yang patut ditanyakan soal ini hanya Bu Mayang yang bisa menjawabnya." Melissa pindah menatap Nara.


"Nak, bisakah menghubungi Ibu angkatmu itu untuk datang ke sini?" Melissa bertanya ramah dengan senyum simpulnya.


"Sepertinya aku yang perlu bertanya, apakah selama ini Ibuku tidak pernah datang ke sini atau tinggal di sini, Mih?" Nara ingat di malam berangkatnya ke New York, Bu Mayang lebih memilih pulang ke rumahnya yang dulu daripada ikut ke New York.


Dari ucapan Nara yang tidak tahu apa - apa, mereka semua pun sepakat dan yakin Bu Mayang adalah sumber jawaban yang perlu digali sekarang.


"Biyan, Zehan, dan Julian mulai besok tugas kalian bawa Bu Mayang ke rumah ini."


"Kenapa harus kita, mih?" tanya anak triplenya itu.

__ADS_1


"Karena kalian pengangguran, jadi tugasnya ya begitu!" kata Melissa menunjuk dengan tongkatnya.


"Baik, mih." Biyan, Zehan dan Julian menghembus nafas pasrah. Mereka jadi lesu tidak bisa membantu menyiapkan pernikahan empat kakaknya.


Kini di ruangan pribadi itu, hanya tersisa Ezra, Nara, Melissa, Alan dan Kiano. Yang lainnya kembali ke kamar masing - masing dengan perasaaan lega bisa melihat Melissa tidak seperti dulu lagi. Jadi bisa tidur nyenyak dengan istri dan anak mereka. Sedangkan Mahendra pulang ke rumah istrinya.


"Nara, mamih tidak akan memaksamu untuk mengingat saat kamu melahirkan Alan. Mamih akan menunggu Bu Mayang katakan ini semua. Jadi mamih harap kamu tidak memaksakan diri dan lebih perhatikan dirimu dan keluargamu. Terutama janin yang ada di dalam perutmu." Melissa mengelus perut Nara, menantu kecilnya yang teramat kaget.


"Ba... bagaimana mamih tahu aku sedang hamil?" tanya Nara. Melissa memandangi Ezra yang sedikit malu - malu karena sudah bilang duluan. "Setelah kita semua mendengar jawaban dari Bu Mayang, kalian berdua akan mamih nikahkan kembali setelah Kevin dan iparmu menikah duluan." Ezra tercengang mendengar ucapan Melissa itu.


"Kami nikah kembali? Tapi... tapi itu tidak perlu -"


"Ezra, mamih ingin menggelar resepsi pernikahan yang tidak pernah kalian rasakan. Sekarang kalian bukan lagi anak SMA. Semua orang wajib tahu bahwa kamu dan Nara sudah resmi menikah." Melissa mengusap tangan Nara.


"Mamih harap kalian berdua tidak lagi meninggalkan tempat ini." Melissa memohon pada menantu kecilnya.


"Terima kasih, mih." Nara memeluk Melissa dengan sangat - sangat bahagia, Ibu mertuanya yang sekarang begitu perhatian.


"Hari sudah malam, kalian pergilah tidur, besok kalian perlu membantu mamih persiapkan segala keperluan pernikahan empat kakakmu." Melissa berdiri dari kursi.


"Baik, mih." Ezra dan Nara mengangguk pada Melissa yang pergi.


"Papah! Alan tidur di mana?" Alan berdiri dan bertanya pada mamah dan papahnya.


Nara berlutut di depan Alan dan Kiano. "Mamah ingin sekali kita bertiga tidur bersama, tapi malam ini Alan tidur berdua dengan Kiano, mamah mau Alan menemani Kiano tidur di sini," bujuk Nara.


"Kenapa sama dia, mah?" tanya Alan polos dengan tatapan dingin pada Kiano.


"Sayang, Kiano baru di rumah ini, dia perlu teman, seperti Alan juga, bukan?" Nara membelai rambut putra kecilnya. Melihat Nara yang sangat berhati lembut, Kiano mendekat ingin dibelai juga.


"Boleh Kiano panggil mamah?" tanya Kiano ragu - ragu. Alan mengerutkan dahi dan ingin memberi jarak tapi Nara mengusap cepat pipi tembem Kiano.


"Silahkan panggil mamah." Kiano sumringah dan memeluk erat Nara. "Akhhh! Mamah sangat cantik!"


"Kalau papah?" sahut Ezra mengetes.


"Papah ganteng!" Ezra terkesiap anak itu bisa juga memujinya. Namun Ezra pun jengkel mendengar sambungan Kiano. "Tapi cuma setengah!" Nara tertawa lucu melihat suaminya manyun.


.

__ADS_1


Yeehh 11 12 sama Alan keknya wkwk. Maaf kemarin dobel update bab yang sama🙏author sudah coba hapus satu bab tapi tidak bisa. Maaf kesalahan yang kemarin dan terima kasih komentarnya💋jangan lupa like ya!


__ADS_2