
Sudah sembilan tahun berlalu, kini Melissa berada di Belanda. Tinggal bersama tiga uncle twins Alan yang sudah dinikahkan dengan wanita dari kerabat dekat Melissa di sana. Sekarang di sky house hanyalah family Ezra yang menempati rumah besar itu.
Kiara dan Kiano sekarang juga sudah berhasil dalam pekerjaan mereka. Mendapat berbagai penghargaan atas kemajuan dan kerja keras mereka. Bukan hanya itu, dua anak ini sudah menjadi remaja cantik dan tampan yang diidolakan oleh para penggemarnya. Tidak ketinggalan Alan pun juga memiliki banyak fans berkat dari kelakuannya selama ini yang selalu membuat Mayra naik darah.
BRAK!
Pintu kamar Alan dibuka paksa siang ini.
"KAKAK!"
Alan yang sedang main game di sofa empuknya tidak menoleh pada gadis kecil yang kini melangkah ke arahnya dengan raut wajah tidak karuan.
"Kakak!" panggil Mayra si gadis sembilan tahun itu yang terkenal bawel.
"Hmm, apa?" Remaja 16 thn itupun menatapnya.
"Ishhh, kakak ini benar - benar tidak punya hati. Kalau memang niat kakak buat pacaran hanya untuk main - main, hentikan itu sekarang!" ujar Mayra kecewa pada satu kakaknya itu yang terkenal playboy gila. Kecil - kecil sudah mempunyai mantan 20 orang. Mengajak perempuan pacaran hanya untuk dijadikan koleksi dalam album foto. Seperti psikopat saja.
"Memang kenapa? Mereka sendiri yang datang padaku, jadi apa boleh buat, kakak terima saja." Alan kembali main game dengan muka tidak berdosanya itu.
"Iya, mereka emang datang sendiri, tapi kakak kan bisa tolak!" ketus Mayra.
"Kakak tahu nggak, gara - gara kakak, banyak kakak cantik di kota ini jadi gila, lama - lama Mayra juga bisa masuk rumah sakit jiwa punya kakak yang suka mempermainkan hati perempuan!โ sentak Mayra marah karena dia sering bertemu mantan - mantan Alan dan curhat padanya sehingga Mayra pun langsung mengomel sekarang.
Ia kemudian ingin mengoceh lagi namun seketika mulutnya terkunci ketika Alan memberi sebuah tiket konser.
"Daripada ngoceh, bagaimana kalau temani kakak?" ajak Alan berdiri.
"Ck, baiklah." Mayra tidak bisa menolak, karena tiket itu dapat membawanya melihat penampilan Kiara dan Kiano yang selalu membuat orang - orang heboh di sana.
"Alan, Mayra, mau kemana kalian?" tanya Bu Mayang yang berpapasan dengan dua anak itu. "Mau lihat kakak Kiara sama Kiano, Nek," ucap Mayra tersenyum kemudian merangkul lengan Bu Mayang.
"Mayra boleh ke sana kan, Nek?" Mayra memohon.
"Tapi Mayra, kamu masih kecil, tidak diperbolehkan masuk ke sana." Bu Mayang melarang.
__ADS_1
"Nenek, tubuh Mayra memang kecil, tapi otak Mayra tidak kecil. Mayra bisa jaga diri di sana, apalagi di sini ada Kak Alan yang jadi bodyguard Mayra." Mayra menunjuk Alan yang mengernyit.
"Bodyguard?" gumam Alan sedikit kesal dan merasa tidak jadi ke sana. Tapi melihat adiknya itu merengek, terpaksa Alan terima jadi bodyguardnya.
"Baiklah. Tapi setelah konsernya selesai, Mayra harus pulang."
"Yeyy, terima kasih, Nek!"
"Ayo, Kak! Kita ke sana sekarang!" Mayra menarik cepat tangan Alan keluar rumah. Bu Mayang pun berbalik badan dan sontak dikejutkan dengan dua anak kembar mungil yang menghadang jalannya.
"Nenek, Maella mawu pellgi manna?" tanya gadis kecil berumur empat tahun itu.
"Aelan juga mawu pellgi manna, Nek?" tanya anak laki - laki yang sama dengannya.
"Oh itu, kakaknya Arsha dan Arshi keluar mau kerja kelompok di rumah temannya."
Anak kembar mungil itu saling pandang kemudian memeluk kaki Bu Mayang.
"Nenek, papah sama mamah kapang pulangna?" tanya Arsha dan Arshi. Anak kembar Ezra dan Nara dari hasil kebobolan mereka, seperti Mayra dulu. Sekali tumpah, jadi dua hasilnya. Untung bukan lima.
"HAI, ALAN!" panggil seorang anak laki - laki yang lebih tua dari Mayra.
"Eh, itu anaknya om Mahendra! Ada Kak Kumi juga!" Mayra menunjuk dua anak itu.
"Hai, kalian ke sini mau nonton juga?" tanya Mayra pada mereka.
"Hmm, iya. Kiara mengajak kita masuk ke studionya," ucap Kumi.
"Dan juga memberi tiket kursi VIP juga," sambung anaknya Mahendra.
"Wihh, kenapa tidak pergi bareng - bareng tadi?!" tanya Mayra.
"Habisnya kalau kita ke rumahmu, nanti yang ada kamu juga ikut," ucap anaknya Mahendra.
"Tapi rupanya si Alan tampaknya sengaja membawamu ke sini, ckckck, aku jadi penasaran bagaimana reaksi Kiara dan Kiano melihatmu datang ke sini," ucap Kumi tahu anak seperti Mayra di larang masuk ke studionya.
__ADS_1
"Aku ini bukan anak kecil tahu!" celetuk Mayra.
"Memang dipikiran kamu bukan anak kecil, tapi dari luar kamu ini masih kecil kayak cabe rawit yang bagusnya diulek- ulek pakai mangga muda, hahaha," ledek anaknya Mahendra.
"Hmp! Terserah!" Mayra segera jalan ke dalam studio untuk menemui dua kakaknya yang jarang sekali pulang ke rumah.
Tiba - tiba, empat anak itu tidak sengaja bertemu putri sulung Vano.
"Hei, Kak El!" panggil Mayra senang sekali.
"Oh, Mayra? Datang sama siapa?" tanya gadis 15 thn itu yang sedikit terkejut.
'Hehehe, akhirnya bertemu juga sama calon kakak ipar.' Batin Mayra. Kecil - kecil tapi pikirannya memang sudah melebihi umurnya.
"Itu, sama Kak Alan, ada juga Kak Kumi dan sepupuku, Kak!" jawab Mayra menunjuk Alan yang lagi bicara sama sepupunya. El pun menunduk, sedikit malu - malu jika bertemu dengan satu kakak Mayra itu. Melihat tingkah aneh El, Kumi sedikit heran. Saat ingin bertanya, tiba - tiba kru dari pihak El datang.
"Nona Elia! Tolong ikut kami!" panggil mereka pada Elia, nama panggung milik Noel dan sekarang terkenal dengan nama itu. Gadis yang dipaksa oleh Vano untuk masuk academy yang sama dengan Kiara dan Kiano dulu. Vano tidak mau kalah dari Ezra sehingga El dijadikan Idol juga. Untuk urusan bisnis, Vano sudah menyiapkan putra keduanya yang akan menjadi CEO selanjutnya.
"Aduh, Mayra. Kakak sudah dipanggil, kamu jangan sampai melewatkan penampilan kakak juga ya!" ucap El selalu tersenyum dengan sangat manisnya.
"Hmm, Mayra tidak akan melewatkannya! Semangat ldol tersayang (calon ipar) Mayra!" Mayra bersorak girang kemudian pergi bersama tiga remaja itu menuju ke kursi vip.
Penampilan pertama dimeriahkan oleh Elia bersama satu timnya. Penampilan yang selalu membuat hati sejuk mendengar setiap nada yang dikeluarkan oleh Elia, sang Vokalis yang banyak dicintai oleh laki - laki di luar sana. Tapi tidak bagi Alan. Di matanya, Elia hanyalah gadis biasa yang tidak punya sesuatu yang menarik.
"Wish, Elia sepertinya menunjuk kemajuan hari ini." Kiara dan Kiano masuk ke ruang vip Alan. "Kakak!" Mayra langsung lari memeluk Kiara yang syok.
"Astaga, kenapa kamu ada di sini?" tanya Kiara.
"Mau lihat kakak langsung. Kalau di telivisi, lihatnya kurang puas." Mayra mengeluh.
"Hahaha, kamu ini memang lucu, Mayra." Kiano mengusap kepala Mayra dengan lembut. Mayra menunduk, merasa Kiano adalah duplikat papahnya yang sebenarnya karena Kiano itu berharti baik, tidak seperti Alan berhati iblis yang dingin dan jahat. Tapi semua itu karena didikan dari Ezra. Tapi kalau playboynya itu sudah pasti didikan dari tiga uncle twinsnya.
Oleh karena itu, Mayra merasa El lebih pantas menjadi calon istri untuk Kiano di masa depan.
.
__ADS_1
Maaf ya baru update, author sakit dua hari ini๐