Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
75. BAB 75 - JAGA ANAKKU


__ADS_3

"Vano, kamu harus tanggung jawab! Jangan seenaknya langsung pindah sekolah dan meninggalkan kita seperti ini," ujar mereka ingin Vano kembali ke ELIPSEAN II dan membentuk blackzak. Tapi jawaban Vano sangat mengecewakan.


"Memangnya kalian siapa menyuruhku kembali?" tanya Vano dengan muka polosnya. Tak ada ketakutan dan tak ada rasa bersalah dari eskpresinya.


"Woy Vano, kita tahu lo memang amnesia, tapi kita yakin lo pasti tidak lupa dengan blackzak. Lo harus kembali ke kita!" ujar mereka.


"Kalau aku tidak mau, bagaimana?" tanya Vano. Terlihat enteng sekali bicara ke mantan anggotanya.


"Kalau begitu, kita akan memaksamu." Mereka turun dari motor lalu berbaris di hadapan Vano. Tidak ketinggalan lima anggota di belakang berkumpul ke barisan mereka.


Melly yang melihat Vano dihadapi ratusan preman sekolan, ia ingin keluar tapi Nara menahan. "Jangan ke sana, Melly," larang Nara.


"Tapi Vano bisa mati, Nara. Aku harus bantu dia," ucap Melly tidak bisa tenang.


"Tetaplah di sini, jaga anakku." Nara memberikan baby Alan.


"Sebentar, kamu mau kemana?" tahan Melly sebelum Nara keluar mobil.


"Keluar mendisiplinkan mereka."


CKLK!

__ADS_1


"Huwee... mamma...." tangis baby Alan tidak mau ditinggal sendirian bersama Melly yang syok melihat Nara berani keluar. Vano pun juga terkejut dengan ketosnya berdiri di sebelahnya. Membuat anak - anak blackzak makin geram. Kebencian mereka tambah meledak - ledak.


"Hey kau sudah gila ya?" ucap Vano.


"Tidak ada salahnya gila sedikit."


Senyum Nara menatap pasti ke Vano. Ia merasa sebagai mantan waketos di ELIPSEAN II perlu ikut campur, apalagi di sisi kiri dan kanan ada kelompok berbeda mendekat, yang tidak lain adalah sebagian mantan anggota Ozara.


Melly di dalam mobil pun segera menghubungi siapa saja di sky house, melaporkan bahwa calon suaminya dan Nara sedang dikepung oleh 2 organisasi secara bersamaan. Tidak ada pilihan lain, Vano dan Nara serempak maju melawan mereka, sebab kata - kata saja tidak cukup menundukkan Ozara dan blackzak yang sekarang punya dendam yang sama ke Vano.


HIYA! SERANG!


"Nara, tetaplah di belakangku!" ujar Vano ke ketosnya itu yang diterjang oleh beberapa Ozara dan balckzak. Namun gadis itu mendadak lincah dan kuat, ia membuat Vano diam terpukau melihanya dapat sendirian menghadapi mereka dengan kemampuannya sendiri. Apalagi ketika Vano membungkuk, Nara berkesempatan menginjak punggung Vano. "Maaf Kak Vano, pinjamkan pundakmu sebentar!" Nara melayangkan tendangan bebas ke beberapa anak blackzak.


'Cih, kamu sudah banyak berkembang Nara.' Vano mengakui istri musuhnya itu sudah tidak lemah seperti dulu.


DUAK


Sebagian Ozara dan blackzak mundur melihat Nara dan Vano membabi buta. Hanya dua orang saja sudah menumbangkan sebagian dari mereka.


"Ini tidak akan cepat selesai, lebih baik kamu kembalilah ke Melly, Nara," bisik Vano ke Nara yang berdiri di belakangnya dan sudah ngos - ngosan.

__ADS_1


"Cih, aku tidak bisa biarkan kamu lawan mereka sendirian. Ozara adalah tanggung jawabku." Tolak Nara melihat semuanya bangkit lagi. Jika dijumlah, mereka hampir ada 1000 orang, sebab sebagian ada anak jalanan yang ikut serta membantu dua organisasi itu. Nara dan Vano tidak bisa menumbangkan mereka semua, terutama Vano sulit jika Nara bersamanya. Ia takut kacamata Nara mendeteksi dirinya tidak lagi amnesia.


"Baiklah, kita buat formasi." Vano berdiri tegak disusul Nara.


"Hahaha... menyerah saja dan ikut kami, Vano," tawa mereka yang sebagian sudah babak belur tapi masih menyombongkan diri. Mereka dalam hati juga mengakui Vano memang susah ditaklukkan, apalagi Nara juga tidak bisa diabaikan begitu saja.


"Berhenti, tidak ada gunanya kalian seperti ini," ucap Nara maju.


"Blackzak dan Ozara sudah bubar, ini adalah keputusan yang tepat demi masa depan kalian," sambung Nara mengepalkan jarinya. Vano pun diam, merenung sejenak. Tidak seperti mereka yang murka.


"Tidak usah bicara kamu, tutup saja mulutmu, Nara sialan!" geram mereka maju serempak namun sebuah motor besar mendadak terlempar hingga mengeluarkan decit aspal yang keras.


Mereka berhenti, menoleh ke kanan. Vano dan Nara tercengang melihat ada yang datang cuma pakai sarung dan jaket. Rambutnya juga masih terikat seperti bayi dan pipinya penuh bedak putih.


"Woy, sedikit saja kalian sentuh gadisku, tamat hidup kalian." Tunjuk Ezra datang di antara mereka.


"Weh, dari mana datangnya orang gila ini?" Kaget Vano menunjuk Ezra. Nara pun menahan tawa melihat tampilan suaminya yang datang tepat waktu. Sedangkan baby Alan yang tadi merengek ke Melly supaya matanya dibuka, ia juga tertawa riang di dalam mobil.


.


🤣yeahh baby big Nara datang tuh🤭

__ADS_1


__ADS_2