Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan

Bayi Kecilku Milik Tuan Muda Arogan
63. MHB BAB 63 - HUWEEEE!


__ADS_3

Tempat yang aman memang adalah sky house. Karena jika Reyhan membawanya ke rumah sakit, gangster yang dibayar untuk mencelakainya itu akan terus mengejar sampai ke sana. Beda lagi kalau di sky house, mereka tidak berani mendekat karena rumah itu diberi sensor keamanan yang tinggi dan mematikan. Orang yang tidak terdaftar atau berniat jahat akan langsung lenyap sebelum menginjakkan kakinya ke kawasan sky house.


Semua itu sudah dimodifikasi oleh Elvan. Sebuah robot teknologi canggih yang beroperasi menjaga sky house.


"Jadi kalian berdua tidak kembali itu karena dikejar oleh gangster kiriman dari Bumi Angkasa?" tanya Elvan ke Reyhan yang sudah mengobati lukanya dan berhasil menolong kakaknya Vano. Tampak mantan ketua Blackzak itu sedang merenung di sebelah kakaknya yang selesai dioperasi dan belum kunjung sadar.


"Entahlah, aku belum yakin apakah ini ulah Bumi Angkasa atau bukan," ucap Reyhan masih ingat dirinya yang selalu menjaga si Dokter tapi pada akhirnya terluka juga. Sebab di dalam pertarungannya tadi ada gangster yang memakai senjata tajam. Kalau saja Reyhan tidak tahu bela diri, sudah pasti pulang tanpa nyawa.


"Mengerikan, ini pasti ulah Kendra. Aku jadi kawatir, berikutnya pasti aku yang kena." Sahut Zehan si penakut terus memeluk bantal di dekat Biyan dan Julian.


"Kendra?" Semua suadaranya terkejut kecuali Mahendra masih belum pulang. 12 bersaudara itu duduk berdiskusi di ruangan khusus mereka, sedangkan Nara dan Melly lagi menyiapkan kamar untuk Garce seraya menjaga baby Alan. Tampak bayi gemoy itu guling - guling di kasur empuknya. Kebiasaannya itu terjadi kalau lagi gelisah. Kecil - kecil sudah mencemaskan sesuatu.


"Kenapa kamu pikir itu, Kendra?" tanya Ezra ke Zehan, penakut tapi instingnya tajam dan tidak pernah meleset.


"Bisa saja ini memang ulah Bumi tapi dibalik semua kelakuan brengseknya itu, aku yakin Kendra terlibat. Untuk menyewa mereka, butuh harga yang tinggi dan Bumi tidak sanggup membayar itu. Hanya Kendra si bocah bajingan itu yang menyewa mereka," ucap Julian si tukang mager, tapi sibuk berpikir dan berteori.


"Jadi dipastikan Bumi yang memimpin mereka tapi dibalik itu ada Kendra yang mengendalikan Bumi seperti boneka." Tutur Biyan membayangkan di semua jari - jari Kendra ada benang - benang tipis yang mengatur pergerakan para gangster dengan pikiran liciknya.


"Tapi apa salah Reyhan?" tanya Davin si tukang tidur yang rebahan di sofa panjang. Selalu santai apapun keadaannya.


Semuanya pun diam berpikir karena Reyhan itu ketua Ozara, tidak punya urusan dengan Reyhan. Jadi apa alasannya?


"Reyhan memang tidak punya salah ke mereka tapi dia salah membawa orang." Semuanya menoleh ke pintu lalu senang melihat Mahendra sudah pulang. Maka artinya, Garce sedang bersama Nara dan Melly.


"Maksudnya?" tanya Ezra yang lambat mencerna.


"Mereka mengincar kakaknya Vano, Ezra." Si trio biawak kompak menjawabnya.


"Untuk apa mereka incar wanita itu?" tanya Ezra karena di matanya si Dokter cantik tidak ada spesial - spesialnya.


"Karena mereka menginginkannya jadi sandera supaya bisa menarik Vano keluar dari rumah ini. Aku yakin Bumi sudah tahu kalian akan ke ELIPSEAN I jadi dengan kata lain ini sebuah peringatan juga untuk kalian." Kevin yang tadi menyimak, baru bicara. 


"Itu artinya si tulang lunak itu ada di sekolah itu juga?" Kepal Ezra ke Bumi yang punya tubuh luntur tapi cerdas membuat strategi. Semuanya menganggukkan kepala, yakin kalau Bumi salah satu kaki tangan Kendra saat ini.

__ADS_1


"Kalian harus berhati - hati." Ucap Elvan merasa firasatnya amat sangat buruk. Merasa hal tidak terduga akan terjadi sesuatu besok pada mereka.


"Itu pasti." Mahendra dan Ezra mengangguk sudah bersiap menerima segala sambutan di sekolah itu. Elvan pun berdiri, mengambil sesuatu kemudian mengeluarkan tujuh alat.


"Woah, apa ini?" tanya mereka kagum ke Elvan yang menunjukkan alat ciptaannya.


"Ini kacamata pintar untuk Nara dan Melly yang bisa melihat kebohongan melalui mata seseorang. Semua ini teknologi yang aku kembangkan bersama temanku," ucap Elvan menunjuk kacamata yang terlihat biasa tapi banyak fungsinya.


"Terus gelang, cincin, kalung, anting dan bando ini buat apa? Untuk siapa?" tanya Ezra.


"Gelang ini milik Daffa," ucap Elvan.


"Hah? Daffa juga dikasih?" Kaget Ezra.


"Yalah, dia itu masih sepupu kita jadi perlu diberi alat - alat ini untuk menjaga kalian." Elvan mendengkus ke adiknya yang amat tidak suka ke Daffa.


"Terus fungsinya apa nih?" tanya si trio lumayan tertarik ingin koleksi juga.


"Terus anting - antingnya untuk Garce?" tanya Ezra.


"Bukan bodoh, anting tindik ini untuk Vano." Mahendra sudah menebaknya. Ezra cemberut dibilang bodoh. 


"Ya benar, ini untuk Vano dan fungsinya dapat mendengar obrolan orang didekatnya ataupun yang jauh melalui sinyal yang ditangkap oleh wifi atau bluthoth entah itu hape atau elektronik yang lain." Elvan kembali jelaskan alat canggihnya.


"Jadi kalau wifi dan bluthothnya tidak aktif bagaimana tuh?" tanya Devan tiba - tiba tertarik ingin alat itu. 


"Aku yakin di zaman modern ini pasti ada satu atau dua bluthoth dan wifi yang diaktifkan atau tidak sengaja diaktifkan. Jadi tidak usah cemas," jawab Elvan sedikit pamer.


"Enak dong bisa dipakai buat memata - matai mantan, hahahaha...." Tawa si trio biawak sang playboy yang punya mantan banyak.


"Jan cok kalian!" Kata Ezra melempar satu - satu popcorn yang dari tadi dimakannya. Si trio mengulur lidah, mengejek tidak peduli. 


"Oh ya tapi kamu yakin akan memberikannya ke Vano? Emang kamu sudah percaya ke anak itu?" tanya Kenan.

__ADS_1


"Selagi dia amnesia, aku yakin dia masih bisa kita percayai." Elvan ternyata belum tahu Vano sudah ingat semua dan semua di ruangan khusus itu belum tahu juga. 


"Jadi bando ini untuk Garce, kan?" tebak Ezra.


"Benar, ini bando untuknya. Berfungsi menyimpan informasi dari apa yang dia tangkap di dalam kepalanya dan bahkan bisa menyaring sebagian isi hatinya. Dengan kata lain, bisa tahu perasaan gundah, senang, sedih, benci, marah, takut dan cinta melalui warna bando ini." Elvan menunjukkan ada chip yang dapat menampilkan warna yang berbeda - beda sesuai suasana hati Garce.


"Wih, jadi penasaran bagaimana hasilnya nanti." Ezra jadi minat ingin satu dan kasih ke Nara supaya tahu isi hati istrinya itu, apakah ada perasaan ke Daffa dan sebesar apa cintanya ke dia dan baby Alan. Cocok sekali buat istri - istri untuk dipakaikan ke suami nih.


"Baiklah, aku juga tidak akan diam saja, ini aku punya dua mobil yang aku kembangkan untuk menjadi kendaraan kalian. Ini bukan sembarangan mobil biasa karena isinya sudah aku modifikasi sebagai alat disaat kalian berada dalam darurat," ucap Devan memberi kunci mobil ke Mahendra.


"Wihh jangan - jangan bisa berubah jadi transfomer nih?" Si trio biawak tertawa kekeh.


"Cih, nggak usah ngejek kalian! Dasar wibu bau bawang dan beban sejuta beban." Devan membentak mereka.


"Ehem ... uhuk ... aduh saya tersindir nih. Bagi satu mobilnya dong." Kenan yang bekerja di Jepang menyipitkan mata dan agak kesal mendengarnya. Tapi sejujurnya ingin punya mobil secanggih itu.


"Ishhh... aku tidak beban, bodoh!" Sentak Zehan benci dengar kata beban. Ya tapi itu faktanya sih. Emang si Zehan itu beban, beban keluarga pula.


"Hahahaha ..." Semuanya diakhiri dengan galak tawa 12 bersaudara itu. Sedangkan di kamar Garce, gadis itu menangis dan memeluk Nara. Minta maaf soal kemarin yang membentak Nara. Nara pun juga meminta maaf sudah merahasiakannya. Pada akhirnya pun ketiga cewek SMA ini tertawa bersama setelah melihat baby Alan berdiri dengan kedua kaki kecilnya yang getar - getar. Karena belum kuat, bayi gemoy itu menjatuhkan dirinya ke kasur dan memanggil Garce dengan riang.


"Kyaaa... uthiii."


"Woah, dia kenal Garce." Melly terkejut anak sekecil itu sudah bisa bicara selain kata mama - papa. "Ya, aku pernah dengar dia ngomong begini, maaf ya tante bule ini hampir terbang ke Paris meninggalkanmu, baby," ucap Garce membelai kepala baby Alan yang dipangku oleh Nara. Baby Alan tersenyum senang, merengek ingin ke Garce yang duduk di sebelah Melly namun sontak dua tangannya itu menyentuh perut Melly. Bayi Nara dan Ezra itu terdiam merasakan ada sesuatu di dalam perut Melly. 


"Mamma .... huweeee...." Tangis baby Alan kembali ke Nara. Garce dan Melly pun tertawa geli mendengar tangisnya yang manja itu.


"Hahaha... sepertinya dia minta adik baru deh." Goda Melly ke Baby Alan. "Huweee...." Baby Alan tidak mau. Ia cuma takut sama bayi perempuan di dalam perut Melly.


.


Emang bisa gitu ya wkwk dasar baby Alan sama bayi perempuan saja takut.


Maaf apabila masih banyak kekurangan dalam merangkai kata dan alur, karena author masih belajar juga😊🙏terima kasih dukungannya dan tetap support aku dengan like + komen + favoritkan supaya aku semangat update sampai tamat.

__ADS_1


__ADS_2