Beda-Beda Tipis

Beda-Beda Tipis
Berada di Tempat Sama Dengan Ruangan Berbeda


__ADS_3

Axel langsung membersihkan diri setelah check in hotel. Dia bersiap menemui kekasihnya itu.


Pemuda itu ingin meminta sebuah penjelasan pada gadis itu. Rasa percaya pada gadis itu mulai memudar setelah melihat kekasihnya muncul disosmed bersama dengan pria lain.


Hotel tempat dia berada sekarang ini adalah hotel miliknya sendiri. Dia segera mengenakan kemeja yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Assalamualaikum." Sapa Axel setelah mendeal nomor tujuan yang seorang gadis yang dikehendakinya.


"Wa'alaikumsalam." Jawab seorang gadis yang ada diseberang telp.


"Sudah sampai?" Tanya gadis itu terdengar ketus.


"Sudah." Jawab Axel terjeda berpikir memang ada perubahan dari setiap kata gadis itu yang tidak bersahabat.


"Mau ketemu dimana dan kapan pun aku siap." Lanjutnya kemudian.


"Baiklah, kita bertemu di hotel X saja setelah pukul 19.30." Kata Gadis itu.


"Ok. Pakailah pakaian yang pantas untuk datang ke tempat itu." Lanjutnya.


"Tenanglah, aku tidak akan mempermalukan mu." Kata Axel menjelaskan.


Tut


Tut


Tut


Suara sambungan telp diputus secara sepihak oleh kekasihnya tanpa mengucapkan salam penutup. Axel untuk sesaat menjauhkan benda pipih yang ada ditangannya menatapnya kemudian menggelengkan kepalanya perlahan.


"Betapa bodohnya aku bisa menyukainya." Batin seorang pemuda yang baru saja meletakkan ponselnya sembarangan.


Axel mulai bersiap dengan kemeja dengan lengan pendek yang sangat pas ditubuhnya. Dia terlihat sangat tampan malam ini.


Waktunya sudah hampir tiba. Pemuda itu sudah berada di tempat yang dimaksudkan gadis itu.


Di Sebuah Kamar Hotel Lain


Garda berada di sebuah hotel yang berseberangan dengan Sang Kakak. Dia tidak berbeda jauh juga dengan Sang Kakak sedang bersiap untuk menemui seorang gadis.


Gadis bernama Kristin sedang bersiap di apartemennya sekarang. Apartemen itu sebenarnya milik Garda.


Garda melalui salah seorang temannya menyewakan apartemen itu dengan harga yang cukup murah. Hal ini tidak diketahui oleh siapapun kecuali Papa dan temannya itu.

__ADS_1


Kristin senang bisa tinggal di apartemen itu dengan segala kemudahan yang diharapkan sebelumnya. Dia tidak pernah berpikir apa yang didapatkannya sekarang ini karena kekasih yang akan diputuskannya.


Gadis itu sedang bersiap untuk pergi ke sebuah hotel tempat mereka sudah mengadakan perjanjian. Dia terlihat sangat segar yang sangat berbeda dengan Garda yang semalaman tidak bisa memejamkan matanya.


Garda sedang berjalan menuju hotel yang X yang dimaksudkan oleh kekasihnya. Perasaan senang dihati sedang menguasainya sekarang.


"Selamat datang Tuan?" Sapa seorang sekurity ketika Garda sudah berada tepat di depan pintu hotel luka memar yang sedikit terlihat.


"Biarkan dia masuk, aku teman dia." Kata gadis yang baru saja datang dari belakang tidak lama setelah Garda datang.


"Tapi Nona." Bantah sekurity itu.


"Ini bukan hotel sembarangan orang bisa masuk." Lanjutnya.


"Dia datang bersamaku anggap saja seperti itu." Kata Kristin berjalan masuk terlihat angkuh dan sombong mendahului Garda.


Pemuda itu menggelengkan kepala perlahan sebelum berjalan berada di belakang Kristin. Dia menunjukkan identitas sebelum masuk mengikuti gadis itu.


Semua sekurity yang bertugas dan melihat identitas pemuda yang baru saja masuk ke dalam hotel itu sangat terkejut. Mereka tidak percaya bisa dengan apa yang mereka lihat baru saja.


Rasa takut kehilangan pekerjaan mulai ada diantara mereka. Lebih tidak mereka duga mereka bisa bertemu dengan orang hebat dengan penampilan yang sangat sederhana.


"Kenapa baru datang sekarang?" Tanya seorang gadis pada Garda setelah menghempaskan bokongnya pada sebuah kursi di salah satu ruang VIP di hotel itu.


"Menurut mu?" Tanya Kristin.


"Baiklah kalau begitu." Kata Garda singkat.


"Duduklah, jangan takut aku minta kamu yang membayarnya." Kata Kristin dengan sombongnya.


"Terimakasih kalau begitu." Kata Garda sambil menempatkan dirinya di kursi yang ada di depan gadis yang bersamanya saat ini.


"Selama pacaran dengan mu bahkan kita belum pernah kencan dengan tempat semewah ini." Kata Kristin mengingat setiap kali mereka kencan hanya seadanya saja.


"Anggap saja ini kencan terakhir kita." Lanjut gadis itu.


Pemuda itu hanya tersenyum dengan menarik sudut bibirnya. Dia tahu apa yang dimaksudkan Kristin.


Garda menanggapi semua ucapan gadis yang ada di depannya saat ini dengan tenang. Rasa emosi yang ada dihatinya berusaha ditekannya.


"Banyak hal yang kamu alami sepertinya." Kata Kristin terputus.


"Banyak luka ditubuh mu aku harap kamu tidak melakukan tindakan kriminal." Lanjutnya.

__ADS_1


"Maaf membuat mu menunggu kedatangan ku beberapa hari." Kata Garda setelah gadis yang berada dalam satu ruangan dengannya itu cukup lama diam.


"Kamu jadi tertunda untuk memutuskan hubungan kita." Lanjutnya menatap teduh Kristin.


"Semoga kamu bahagia dengan kehidupan mu setelah ini." Kata seorang pemuda setelah menggeser tempat duduknya kemudian pergi dari ruangan tempatnya sekarang.


Garda keluar dari ruangan itu tanpa menoleh kebelakang. Pintu ruangan yang baru saja dibukanya itu justru malah ditutup dengannya dengan perlahan.


Garda langsung menuju resepsionis kemudian langsung meninggalkan restoran menuju sebuah tempat favoritnya. Pemuda itu berusaha mendinginkan otaknya karena diputuskan sang pacar.


Di Sebuah Ruang VIP di Restoran X


Axel sama halnya dengan Sang Adik sedang menemui seorang gadis ditempat yang sama. Di sebuah restoran X milik keluarga mereka.


Ruangan yang berbeda dengan waktu yang hampir bersamaan. Kondisi ini tidak mereka sadari sebelumnya.


Gadis yang dikatakan kekasih Axel sedang menunggunya di ruangan yang paling baik di hotel tersebut. Axel walaupun jarang sekali datang di tempat ini tetapi dia sangat mengenali tata letak terhadap setiap ruang yang ada sehingga dengan mudah dia menemukan ruangan yang dimaksut oleh kekasihnya.


Pemuda itu ikut serta dalam mendekorasi hotel dimana dia sekarang ini berada. Hotel milik keluarganya yang paling megah di ibu kota itu.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki dengan tergesa-gesa menuju sebuah ruangan seorang artis yang sedang naik daun. Tidak seorang pun memperhatikan kedatangan Axel karena teralihkan oleh kedatangan Sang Adik terlebih dahulu.


Selama ini pemuda itu hanya menuruti kemauan kekasihnya tanpa rasa curiga tetapi malam ini dia harus menerima kenyataan.


Tok Tok Tok


"Masuk." Kata seorang gadis yang sedang duduk bersama dengan seorang pria yang usianya terlihat sedikit lebih tua ketika mendengar pintu ruangan diketuk oleh seseorang.


"Duduklah jangan sungkan." Lanjutnya saat seorang pemuda yang baru saja masuk berjalan mendekat secara perlahan.


"Siapa dia?" Tanya Axel setelah menghempaskan bokongnya perlahan di depan gadis yang selama ini dia percaya.


"Dia orang yang hebat." Jawab gadis itu terputus.


"Dia laki-laki yang telah membantuku mencapai semua cita-cita ku selama ini." Lanjutnya dengan tersenyum seakan merendahkan pemuda yang diundangnya.


Axel diam melihat interaksi kedua orang yang ada dihadapannya cukup lama. Dia semakin lama merasa jijik dengan setiap gerak gerik keduanya.

__ADS_1


Beberapa tahun Axel menjalin hubungan dengan gadis yang ada di hadapannya itu tidak seintim itu. Dia sekarang malah melihat kekasihnya itu bergelayut manja dengan laki-laki lain di hadapannya.


__ADS_2