Beda-Beda Tipis

Beda-Beda Tipis
Asal Bukan Tower


__ADS_3

Pemuda tampan yang berada di ruang makan itu mencoba menghabiskan semua menu yang disajikan. Meskipun rasanya enak tetapi kali ini terasa hambar hingga masih banyak makan yang tersisa di meja.


Makanan yang dibuat dan disajikan tidak banyak tetapi masih tersisa banyak. Beberapa sendok sudah merasakan kenyang.


"Terimakasih Bi, biarkan di atas nampan saja." Kata Pemuda itu dingin.


"Ini Tuan makanan sedikit saja tidak habis, masih minta dibawakan lagi." Keluh Bibi.


"Bi minta gadis itu istirahat saja biar cepat pulih kesehatannya." Pinta Axel dengan berdiri dan mengambil makanan ringan dan hidangan penutup untuk makan malam.


"Baik Tuan." Balas Bibi.


"Tidak usah masak makan malam untuk kami." Kata Pemuda itu dengan lagi.


Pemuda itu merasa khawatir dengan sang adik yang pergi dengan rasa amarahnya. Pergi entah kemana Dia tidak tahu.


Sang kakak pergi ke lantai atas membawa makanan yang berada di atas nampan. Pada dasarnya Dia sangat perhatian pada kedua saudaranya.


Axel tidak pernah bertanya pada kedua adiknya tentang masalah mereka terkecuali mereka sendiri yang menceritakannya.


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki seseorang hampir tidak terdengar oleh telinga sedang menaiki tangga. Axel menuju kamar yang berada tepat di tengah antara kamarnya dan sang adik bungsu.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Pintu kamar diketuk oleh seorang pemuda dengan membawa nampan dengan berbagai makanan. Seorang pelayan yang jelas bukan, dia adalah Sang Kakak yang sangat perhatian padanya.


"Masuk." Kata pemilik kamar dengan terdengar berat setelah mendengar seseorang mengetuk pintu.


"Tidak lapar apa, tadi tidak sempat makan siang? Tanya Sang Kakak.


"Aku sudah kenyang." Jawab Garda lirih.


"Ya sudah lah biar aku bawa balik aja ini makanan." Kata Axel terdengar kecewa.


"Taruh saja di meja, kita makan sama-sama." Kata Garda dengan berat melihat sang kakak kecewa dan akan pergi melangkahkan kaki dengan membawa makanan yang dibawanya tadi.


"Daffa kemana kok tumben ada makanan tidak ke sini? Tanya Garda.


"Gak tahu, terbawa emosi langsung pergi." Jelas Sang Kakak.


"Percaya aja deh gak bakal terjadi sesuatu dengannya." Kata Garda.


"Towernya kurang tinggi mungkin? Tanya Axel.


"Asal bukan tower penggodanya yang bermasalah." Kata Garda.


Wkwkwkwk


Kedua pemuda itu tertawa lepas tapi tidak ada yang mendengarnya. Ruangan di sana hampir semua kedap suara jadi aman-aman untuk mereka.

__ADS_1


Kedatangan sang Kakak sedikit mengurangi rasa sedih karena barang berharga miliknya tidak ditemukannya. Dompet itu entah pemiliknya lupa menaruh atau jatuh di suatu tempat.


Sang kakak tidak berani mengungkit masalah dompet tersebut. Mereka malah membicarakan tentang perusahaan.


Seorang pemuda dewasa senang membahas tentang seorang wanita, tetapi apa yang terjadi dengan mereka malah bertolak belakang. Bersikap dingin pada seorang gadis, biasa mereka lakukan. Sifat kehati-hatian itu selalu muncul.


Kedua pemuda itu mungkin sudah kenyang dengan seseorang yang namanya gadis. Para gadis lah yang selalu ingin mendekati mereka hingga mereka bersikap seperti itu.


"Kenapa kita tidak pernah lengkap setelah dewasa?" Celetuk Axel hingga mendapat sebuah tatapan yang tidak pernah bisa diartikan dari saudaranya.


Garda yang tidak dapat menjawab itu akhirnya menunduk tersirat rasa sedih. Keluarga bahkan jarang sekali berkumpul hingga rasa rindu dengan masa-masa indah saat kecil dulu.


"Aku jadi kangen dengan Kakak perempuan ku." Kata Axel.


"Gimana ya kabar keponakan ku yang ceriwis." Lanjutnya.


Sebuah alasan mereka bertiga tidak pernah satu sekolah setelah Sekolah menengah Pertama, hingga pekerjaan dan perusahaan adalah mereka tidak ingin mengenal hanya satu orang sahabat apalagi seorang gadis. Mengurangi kemungkinan menyukai gadis yang sama apalagi hingga terjadi pertengkaran.


Ketiga bersaudara itu tidak mau menyakiti hati satu sama lain hanya karena seorang gadis. Alasan itulah sebenarnya yang membuat Sang Kakak ingin tahu gadis yang dicintai Sang Adik bungsu hingga mereka berdua bisa menjaga hati duanya.


Cinta tidak bisa dipaksa tapi dengan menjaga hati semua akan baik-baik saja. Kedua kakaknya tahu kalau Sang Adik bungsu mulai merubah sikap dari yang kadal sekarang mulai mempertahankan seorang gadis hingga membela mati-matian bahkan sangat memperhatikan gadis itu.


Selama ini justru Axel dan Garda juga memiliki seorang gadis yang mereka cintai hingga merubah sifat mereka menjadi sangat dingin. Untuk itu mereka memberikan kesempatan pada adik bungsu mereka untuk benar-benar menetapkan hatinya.


Axel dan Garda tidak pernah mereka saling bercerita tentang kisah cinta mereka pada seorang gadis. Keduanya hanya melihat perubahan sikap dan tingkah laku saudaranya itu. (Ngapain juga cerita sejak dari awal cerita ini kan mereka bisa tahu apa yang saudara mereka lakukan dan rasakan).


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Apa yang terjadi dengan kisah cinta Axel dan Garda?

__ADS_1


Ayuk-ayuk baca terus lah ya jangan bosan jika ingin tahu kelanjutan.


Jangan lupa kasih like & vote buat yang Authornya biar tambah semangatnya. 🙏


__ADS_2