Beda-Beda Tipis

Beda-Beda Tipis
Otak Konslet


__ADS_3

Daffa terlarut dalam perasaannya cukup dan sangat lama. Berendam air hangat untuk meredakan rasa dinginnya itu cukup memberikan efek sedikit ketenangan juga.


Di dapur berbeda halnya ada Asisten rumah tangga yang sibuk membuatkan minuman hangat. Titin hanya ingin mengambil hari Tuannya itu dengan perhatian.


Pemuda itu badannya terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dia kini keluar dari dalam backtub dan mengguyur air tubuhnya di bawah shower untuk menghilangkan busa yang menempel pada badan.


Handuk kimono yang tergantung di dalam kamar mandi diraihnya untuk mengeringkan badannya. Badan, hati, dan pikirannya terasa sangat lelah.


Pemuda itu merasa khawatir pada dua orang yang ada di villa sebelah milik Sang Kakak perempuan. Seorang Kakak yang ditinggalkannya secara tiba-tiba dan seorang gadis yang sekarang badannya tidak begitu sehat.


Pakaian tidur yang biasa dipakainya terasa nyaman tetapi tidak untuknya saat ini. Dia takut Sang Kakak tertuanya itu salah paham.


"Ini lebih sulit menghadapi nenek lampir itu." Gumamnya perlahan sambil mengacak rambutnya yang masih basah.


"Kembali ke kota gak ya?" Katanya lirih.


Kembali


Tidak


Kembali

__ADS_1


Tidak


Kembali


Daffa menghitung jumlah kancing baju tidurnya untuk mengundi apa yang harus dia lakukan. Daffa yang begitu tampan otaknya terjadi konsletingkah hingga harus berbuat seperti anak kecil seperti itu.


"Kenapa jatuhnya harus kembali?" Katanya lagi dengan jengkel.


Nanti


Sekarang


Nanti


Sekarang


Nanti


"Berarti masih ada yang harus aku selesaikan di sini." Katanya lagi.


Pemuda itu duduk dengan menyandarkan punggung di sofa dan melihat berbagai macam postingan yang yang terbaru hingga akhirnya terlelap. Dia belum sempat melihat semua postingan itu yang di dalamnya sangat berguna buatnya.

__ADS_1


Thak


Ponsel yang dipegang Daffa terjatuh di bawah sofa hingga membuatnya terkejut. Dia berusaha memperoleh kesadaran dengan mengerjapkan mata berulang kali.


Diraihnya ponsel itu dan dinyalakan kembali dengan sandi yang dia buat. Sandi yang dulu buat berupa nama dari kedua kakaknya.


Pemuda itu membelalakkan mata saat melihat postingan. Postingan ini mengenai seseorang yang dia kenal.


Hari ini apakah sebuah keberuntungan bisa mengetahui sesuatu. Pemuda itu bahkan jarang sekali melihat hal-hal seperti ini, tetapi kali ini sekali buka dia mendapatkan sesuatu.


Pemuda itu tersenyum senang melihat itu semua. Kopi yang dibuat memang rasanya spesial dibandingkan dengan yang lain. Ternyata oh ternyata......


Daffa merasa tidak salah menilai gadis itu yang penuh dengan sebuah perjuangan. Pemuda itu melihat yang membuat postingan itu justru salah satu pelanggan yang sering kali berkunjung hanya untuk secangkir kopi.


Pemuda itu sekarang bangkit dari rasa prustasinya. Dia ingin segera kembali ke desa, ingin segera menemui gadis itu.


Semangatnya sudah kembali lagi tidak seburuk kemarin. Gadis yang mana yang ingin ditemuinya? Siapa yang tahu.


Pemuda tampan yang berada di villa pinggir pantai tapi masih jauh masuk ke dalam hutan menghilangkan berhasil menghilangkan rasa frustasinya. Sekarang ini Dia menuju tempat tidurnya yang cukup luas itu untuk istirahat.


Kedua kakaknya hai apa kabar? Mereka berdua asik juga dengan dunianya. Cerita masa kecil saat bersama dengan kakak perempuannya yang sekarang sudah memiliki seorang putri dan putra.

__ADS_1


Mentari Sang Kakak Perempuannya kini sudah memiliki dua anak sekaligus. Anaknya baby twin laki-laki dan perempuan. Kehidapannya juga tidak semulus jalan tol.


__ADS_2