
Saat Si Kembar akan kembali ke ruang olah raga, di tengah perjalanan mereka berpapasan dengan Sang Kakak. Wajah Axel sudah menunjukkan penuh selidik.
"Sepertinya Kak Axel tahu nih kita baru saja ngintipin cewek paling cantik di sini?" Batin Garda yang bisa dibaca dengan indra ke 6 Sang Adik.
"Kamu berpikir seperti itu juga?" Balas Daffa.
"Aku bisa melihat dari wajahnya yang ganteng." Kata Garda dalam hati.
"Terima kasih para adik ku, telah memuji ketampanan ku." Kata Axel yang tahu isi hati ke dua adiknya itu.
"Kamu juga sekarang seperti Daffa yang tidak lepas dari cewek!" Lanjutnya lagi.
"Jika kalian di sini memang kurang kerjaan dan kerjaan kalian hanya ngintipin cewek kalian berdua ikut kembali aku ke kota saja banyak yang bisa kalian kerjakan di sana." Ceramah Kak Axel lagi yang semakin panjang.
"Enakan dirimu, habis di aku!" Tolak Garda.
"Selesaikan dulu itu masalah yang membuat mu hingga lari ke sini." Kata Daffa.
__ADS_1
"Wkwkwkwk." Suara tertawa si kembar sangat renyah.
"Adik kecil dari mana kamu tahu?" Tanya Kak Axel.
"Apa Monyet ini yang bilang?" Lanjutnya dengan menunjuk Garda menggunakan jari telunjuknya.
"Sudah-sudah kita ini mau olah raga badan atau olah raga mulut." Kata Daffa yang sudah berlari terlebih dahulu menuju ruang olah raga.
Daffa si adik bungsu memang pandai dalam menyelesaikan segala sesuatunya. Melarikan diri seperti sekarang ini salah satunya.
Mereka bertiga menuju ruang olah raga untuk membakar lemak yang telah masuk dalam tubuh mereka malam ini secara berlebihan, sedangkan seorang gadis yang membuat mereka terlalu kenyang kini lemah tak berdaya. Gadis itu sekarang ini masih berada di ruang makan berusaha menyusun energinya kembali.
Gadis ini masih ditemani Bibi yang tinggal sekamar dengannya. Segelas air putih hangat habis diminumnya hingga memiliki sedikit tenaga untuk kembali ke kamarnya.
Waktu semakin larut yang kini sudah menunjukkan pukul 23.00. Seorang gadis sudah yang sangat muda di dalam villa itu sudah terlelap dengan mimpinya.
Di ruang olah raga ketiga pemuda itu dengan asiknya melakukan pembakaran lemak dengan berbincang banyak hal. Tidak sadar waktu semakin cepat berlalu.
__ADS_1
Langit malam yang begitu cerah membuat banyak bintang bertaburan di langit, tidak lupa dengan rembulan yang melengkapi indahnya langit biru di angkasa. Kedua gadis kembar yang tidak identik kini sedang sama-sama berdiri di balkon menikmati malam yang cerah ini tetapi mereka di tempat yang berbeda.
Mereka menatap benda-benda langit yang sangat gemerlap di angkasa cukup lama. Suhu udara yang semakin dingin membuat badan mereka merasakan kedinginan hingga mereka memutuskan masuk ke dalam kamar mereka untuk segera tidur.
Ketiga pemuda itu sudah cukup merasa lelah setelah aktivitas mereka malam ini. Mereka segera membersihkan diri dan segera pergi untuk tidur.
Mimpi apa ya mereka malam ini? Haduh authornya juga lagi mikir mungkin ada saran dari kakak-kakak semua.
Adakah yang bisa menjodohkan si kembar yang mereka semua memang tidak kembar identik?
Terimakasih buat yang sudah baca novel "Beda-Beda Tipis" dengan Nama Pena: Bella & Yasna.
Buat yang belum baca ayo Kak, ditunggu Authornya buat dukungan juga.
Terimakasih yang sudah ngasih like, vote & komentar bahkan sudah ngasih semangat pada Authornya untuk terus Update.
Salam Sehat & Salam kenal dari Authornya. 🙏
__ADS_1