Beda-Beda Tipis

Beda-Beda Tipis
Dunia Terbalik


__ADS_3

Pemuda itu langsung bergegas meninggalkan tempat yang membuat telinganya panas. Uang kembalian dari jajan mereka bertiga tidak diambil.


"Bang lain kali kalau jualan-jualan aja!" Kata Axel ketus yang selalu tahu akan perasaan kedua adiknya walaupun bukan adik kandung.


"Gak usah urusi kehidupan orang lain! Mau jual diri, mau ngamen, mau jadi pemulung itu kehidupan mereka dan pastinya ada alasan yang kuat." Kata Garda juga sama ketusnya.


"Memangnya Abang mau kasih nafkah tulus lahir batin sebagai saudara dan sebagai sesama manusia tanpa ada imbalannya?" Lanjutnyanya.


"Kita juga gak tahu semua masalah mereka hingga mereka bisa seperti itu Bang jadi sebaiknya....." Kata Axel terputus dengan tangan yang ibu jari dan jari jempolnya disatukan ujungnya digerakkan di depan mulutnya. (Bertanda menyuruhnya tutup mulut).


"Gadis itu bisa saja menutup usaha kalian di sini!" Kata Daffa yang masih dengan emosinya.


"Ingat dunia bisa terbalik!" Kata Axel berdiri dan meninggalkan tempat itu.


"Tak ada orang yang suci di dunia ini, semua pasti punya sudah bernoda alias banyak dosa!" Tambahnya lagi sebelum menyusul Sang Adik Bungsu.


Semua orang yang sedang makan di tempat itu menjadi tercengang mendengar perkataan kedua pemuda itu. Mereka jadi berpikir dengan segala baik buruk semua etika mereka sendiri.


Semua orang merasa malu dengan perilaku mereka yang selama ini tidak pernah bercermin akan diri sendiri. Satu persatu pengunjung mulai meninggalkan tempat itu hingga terasa hampir sepi.


Daffa meninggalkan kedua kakaknya menuju mobil yang ditumpanginya tadi. Dia menyandarkan tubuhnya di sebuah pohon besar yang ada di samping mobil itu.


Wajahnya terlihat seperti baju kusut yang tidak sedap dipandang mata. Dia sengaja menunggu seorang gadis yang selalu saja dibully oleh orang lain.


Mereka berdua berjalan sedikit berlari menghampiri sang adik. Mereka berdua takut sang adik diculik karena ketampanannya itu. (Maaf Authornya sedikit ngacau).


"Ada penampakan cowok cakep di pohon besar itu." Kata Axel yang berusaha membuat lelucon untuk mengubah suasana hati sang adik.


"Ayo kita dekati." Ajak Garda.


"Jangan ah nanti bisa-bisa kita diterkam." Kata Axel.

__ADS_1


"Gak masalah diterkam cowok cakep, yang penting happy." Kata Garda.


"Dari pada bengong begitu mending kita masuk aja ke dalam pasar." Ajak Axel.


"Bisa senggol-senggol yang empuk-empuk." Lanjut Axel.


"Bener-bener-bener, dari pada di sini ntar ada neng kunti." Kata Garda menyusul sang kakak masuk ke dalam pasar.


Axel yang biasanya tidak bisa memulai segala sesuatunya dengan bercanda, tetapi kali ini berbeda. Dia mencoba untuk membuat sang adik memiliki mood yang lebih baik.


Sang Adik Bungsu berbeda sekali hari ini yang mulai tampak dingin pada seorang gadis. Dia teringat dengan sebuah petuah Tresno Jalaran Kulino tadi pagi hingga dia merubah perlakuannya pada gadis yang baru saja tinggal di Villanya itu.


Daffa yang paling sering tinggal di villa untuk itu dia harus bisa menjaga sikapnya itu. Dia juga takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan karena Daffa sendiri merasa sangat sulit mengontrol emosinya yang suka terhadap beribu cewek.


Pemuda itu sejak awal ingin menyuruhnya pergi tetapi tidak ada alasan yang bisa membuatnya pergi. Bibi yang memintanya tinggal di villa hingga Daffa juga harus menerimanya karena wanita paruh baya itu sangar berjasa bagi keluarganya.


Niat hati ingin tertawa mendengar kedua kakaknya mencoba membuat lelucon agar dia bisa membuat moodnya lebih baik. Kedua kakaknya sangar dingin, sedangkan Daffa sendiri lebih santai dan cool, tetapi hari ini entah setan apa hingga membuat dunia terbalik.


Kedua pemuda mulai memasuki kawasan dalam pasar. Ide macam apa sebenarnya yang membuat mereka berdua kaum Adam masuk pasar.


Seorang pemuda yang masih memiliki rasa kesal di hatinya kini mulai berjalan sangat perlahan menyusul kedua kakaknya. Dia tertinggal sangat jauh karena memang tidak ada niat berjalan-jalan beberapa menit yang lalu.


"Yasna itu yang baik, tidak macam-macam seperti gadis lainnya, bahkan terlihat sangat tulus. Kenapa mereka tidak bisa melihat itu?" Tanya Daffa dalam hati saat berjalan perlahan menyusul kedua kakaknya.


Bugh


Suara seorang pemuda bertabrakan dengan seorang gadis cantik. Gadis yang memiliki perawakan sama dengan Yasna, tetapi lebih ketus dari pada dia.


"Mata mu taruh di kaki ya?" Tanya Seorang gadis dengan marah.


"Aku rasa mataku masih berada ditempatnya." Jawab Daffa yang sudah tersadar dari santetan seorang gadis.

__ADS_1


"Tunggu tunggu tunggu sepertinya ada ada juga sih yang ada di kaki." Lanjutnya dengan mengetuk-ngetuk kan Ibu jari tangan kanannya pada pelipisnya.


"Sombong sekali, tidak mau minta maaf merasa kegantengan?" Tanya Bella.


"Lha memang iya sejak dulu aku ganteng." Kata Daffa.


"Atau jangan-jangan kamu sengaja ingin minta kenalan dengan ku." Lanjutnya dengan sombongnya.


Benarkan ibu-ibu?" Tanya Daffa pada sekelompok orang ibu-ibu yang menyaksikan perdebatan itu untuk memperoleh pembelaan.


"Iya benar." Kata sekelompok ibu-ibu tersebut.


"Awas saja, kalau bertemu lagi." Ancam Bella langsung meninggalkan pemuda itu karena mulai melihat pembelaan dari ibu-ibu di pasar.


"Aku tunggu kesempatan itu." Kata Daffa yang diiringi dengan senyum sedikit menyunggingkan bibirnya setelah gadis itu berlalu meninggalkannya.


Pemuda itu belum sempat minta maaf tetapi sudah mendapat kata-kata kasar dari Bella. Jalan satu-satunya untuk membela diri adalah beradu mulut dengan memanfaatkan ketampanannya itu hingga mendapatkan pembelaan itu.


Seandainya saja gadis itu tidak berkata kasar Daffa akan meminta maaf. Pemuda itu selalu ingat dengan nasehat kakak perempuannya yaitu dengan meminta maaf tidak akan membuat kita menjadi miskin atau rendah.


Pasar itu sendiri banyak sekali pembeli dari kalangan emak-emak jadi Daffa beruntung dengan wajah tampannya bisa memanfaatkan anugrah terindah yang diberikan Allah kepadanya.


📒📒📒📒📒


Pasar tradisional Haduuuh.... terkesan kumuh. Bagaimana nasib ketiga Pemuda kota dan seorang gadis yang terbiasa dengan fasilitas orang tuanya yang sangat kaya itu?


Ayo kita tunggu saja akankah itu menjadi cerita kita selanjutnya??


Semoga lebih tambah seru.


Terimakasih yang sudah baca Novel: Beda-beda Tipis.

__ADS_1


Selamat Berakrivitas.


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2