
"Dwi, keluarlah! Aku sudah bisa mendengar semuanya. Aku akan bicara empat mata dengannya. Sekarang, biarkan kami berdua saja." Ucap seseorang dengan langkah kaki memasuki ruang VVIP itu.
"Kamu, di sini?" tanya Ano terkejut melihat siapa yang datang.
Seorang wanita berdiri di depan Ano, lalu pelayan itu keluar meninggalkan ruangan VVIP dan tak lupa untuk menutup pintu. Kini, Ano menatap penuh tanda tanya pada wanita yang ada di depannya. Namun, sang wanita, justru tersenyum tipis. Ia menarik kursi dan duduk di kursi yang kosong.
"Apa maksudnya dari semua ini?" tanya Ano menggebrak meja, membuat makanan yang ada di atas meja berhamburan hingga menjadi berantakan.
Wanita itu, masih mempertahankan senyuman tipisnya, lalu mendongak membalas tatapan Ano, "Jika kamu penasaran, kenapa tidak buka saja isi paketnya."
"Paket? Bukankah paket ini, untuk... Tunggu dulu." Keano bergegas mengambil paket yang saat ini ada di genggaman tangan, bungkus kotak kado kecil yang bisa ia genggam, bahkan tak terlihat.
__ADS_1
"Bukalah dan lihat! Apa isi paketnya karena paket itu khusus untukmu," jelas Wanita itu memberikan izin, agar Ano bisa memeriksa paket yang seharusnya ditujukan untuk dirinya.
Ano bergegas membuka bungkus kertas kado, lalu menemukan sebuah flashdisk mini dari dalam kotak kado. Pria itu berpikir sejenak. Kenapa isinya hanya flash disk. Sejak awal, ia berpikir. Mungkin hal lain yang jauh lebih penting isi dari paket yang ia bawa terbang ke negara orang.
"Jika kamu ingin tahu isi paket itu. Ambil laptop di bawah meja dan periksa sendiri isi paketnya," Wanita itu tak ingin menjelaskan panjang kali lebar, karena pesan yang memang harus didengar oleh orangnya langsung.
Tanpa memberikan jawaban. Ano langsung mengambil laptop, memasukkan flash disk yang ternyata sudah tersedia di ruangan itu. Pastinya sejak sebelum ia masuk ke ruang 𝕍𝕍𝕀ℙ. Di saat flashdisk 𝕥𝕖𝕣𝕙𝕦𝕓𝕦𝕟𝕘. Sebuah video muncul dan di dalamnya ada wajah yang sangat ia kenal.
Saat ini yang ada di depan Ano adalah Aurel. Wanita yang menjadi tunangan sang adik. Entah apa yang terjadi, di sini Aurel bersamanya. Lalu, bagaimana dengan Aruna. Apakah wanitanya baik-baik saja?
Ano menekan tombol enter untuk memulai video yang ada di dalam laptop. Sejenak ia menahan nafas, ketika mendengarkan dengan jelas apa yang disampaikan oleh wanita di dalam video itu. Termasuk Aurel, wanita itu juga ikut mendengarkan. Namun, tiba-tiba wajahnya berubah pucat.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin," Gumam Aurel terkejut mendengar suara dari video yang dirinya saja terkecoh.
Awal mulanya. Dia hanya diminta untuk memberitahukan bahwa saat ini, Kenzo dan Keano harus bekerja sama. Tentu demi menstabilkan perusahaan dan juga berhati-hati terhadap beberapa musuh yang sedang menyiapkan beberapa serangan. Akan tetapi, siapa sangka video yang diputar Ano justru terbalik.
Di mana video itu adalah video Aruna, sang kakak yang mengatakan akan pergi meninggalkan negara untuk menyendiri. Itu artinya, semua sudah diatur dan ia terjebak dalam permainan kakaknya sendiri. Semua semakin rumit, terlebih lagi video itu ternyata berisi sebuah salam perpisahan.
Wajah merah padam Ano dengan tangan mengepal. Benar-benar mengubah suasana ruangan itu menjadi dingin dan panas. Jelas saja pria itu marah. Setelah melihat dan mendengar secara langsung. Jika wanita yang ia cintai memilih pergi untuk menenangkan diri. Namun tidak mengatakan ingin pergi ke mana dan memberikan larangan untuk tidak mencarinya.
"Apa kamu tahu, tentang ini?" tanya Ano dengan nada yang ketus dan geram.
Aurel memejamkan mata. Tidak ada lagi yang bisa ia katakan, bahkan dirinya saja ikut terkejut dengan kebenaran isi paket itu. Padahal sebelumnya, isi paket yang memang ditujukan untuk Ano. Ia juga tahu bagaimana isinya, lalu siapa yang mengubah isi paket itu? Apa mungkin, semua ini memang rencana Aruna. Jika benar, itu berarti satu hal. Kini ia sudah terjebak dan tak ada lagi yang bisa dilakukan.
__ADS_1
Ka Runa, apa yang kamu lakukan ini salah.~batin Aurel memejamkan matanya, mencoba menahan rasa kecewa yang kini ia rasakan.