
Ka Runa, apa yang kamu lakukan ini salah.~batin Aurel memejamkan matanya, mencoba menahan rasa kecewa yang kini ia rasakan.
"Sungguh, Aku tidak tahu. Jika isi paketnya adalah salam perpisahan dari Ka Runa, karena yang kutahu adalah semua saham perusahaan telah mengalami penurunan. Jadi, kamu diharapkan bersama saudara kembarmu untuk mengatasi masalah ini dan di sisi lain. Akan ada pertemuan singkat untuk mengantisipasi setiap serangan yang mungkin terjadi beberapa waktu kedepan nanti."
"Bukan hanya itu saja, Aku sengaja di sini karena memang pertemuan itu akan diadakan malam nanti dan kita akan kembali bersama dalam satu penerbangan. Setelah pertemuan berakhir," sambung Aurel dengan serius tanpa ada ekspresi wajah gugup.
"Aku tidak tahu, kamu yang benar atau Aruna yang benar. Aku hanya ingin tahu, satu hal saja. Apa maksud dari semua ini?" tanya Ano tak mau mendengarkan pembelaan wanita di depannya, karena saat ini pikiran dan hatinya tak bisa diajak bekerja sama.
Ketegangan di antara Ano dan Aurel, semakin memanaskan. Suasana tak kondusif karena tidak ada yang mau mengalah. Perdebatan terus berlanjut, hingga tanpa keduanya sadari. Di negara yang berbeda. Aruna sudah berdiri di depan sebuah rumah sederhana di tengah hutan.
"Welcome, sekarang ini rumahku. Aku akan menetap di sini. Setidaknya, setelah aku melahirkan. Aku baru bisa keluar dari sini. Semua aku lakukan demi anakku," gumam wanita itu dengan memandang kunci yang ada di tangannya.
Rumah sederhana yang dikelilingi taman bunga. Rumah itu, sudah ia bangun sejak tiga tahun yang lalu dan akhirnya hari ini tiba. Dimana, dirinya akan menetap dan menikmati hidup seorang diri. Ini adalah salah satu cara agar ia tetap bisa berpikir jernih. Meskipun, ia harus meninggalkan semua orang yang selama ini memberikan dukungan dan juga memberikan kehidupan.
"Bee, Aku percaya, kamu bisa mengatasi semua masalah di sana. Kakak tahu, ini terlalu egois. Akan tetapi, ini yang terbaik. Kakak janji, akan kembali suatu hari nanti, tapi sebelum itu. Biarkan semua berjalan seperti apa adanya. Aku pasti akan merindukan kalian semua dan apa yang kulakukan saat ini, akan menentukan masa depan nanti."
__ADS_1
"Semoga saja, semua berjalan baik. Meskipun aku di sini, aku akan tahu semua yang terjadi di sana dan aku akan selalu siap siaga untuk membantu dengan caraku. Tanpa harus kalian ketahui. Sekarang hidupku sudah memberikan jalan pilihan yang berbeda. Aku disini dan kalian di sana, tapi kita akan tetap selalu bersama saling memberikan dukungan."
Semua orang memiliki kehidupan baru. Disatu sisi Aruna yang menikmati hidup seorang diri. Demi menjalani masa kehamilan di dalam hutan, sedangkan di sisi lain keluarga Abidzar harus bersusah payah tetap bertahan hidup tanpa Tanca. Wanita yang selalu memberikan support dan juga menyelesaikan begitu banyak masalah dalam sekali waktu. Keadaan keluarga menjadi terlalu hening, bahkan untuk sekedar menyapa pun jarang dilakukan.
Dari situasi yang dingin. Seseorang sangat merasa diuntungkan karena tanpa sadar ketidak harmonisan itu, membuat orang itu mengambil banyak keuntungan baik dalam segi finansial ataupun dalam merebut kepercayaan. Waktu berlalu begitu cepat, perlahan secara pasti kehidupan keluarga Abidzar berubah drastis.
Waktu berlalu begitu cepat. Lima bulan telah berlalu.
Hari ini adalah hari konferensi pers keluarga Abizar. Dimana pengumuman pernikahan yang akan dilangsungkan secara siaran langsung. Kesepakatan satu bulan lagi, pernikahan Aurel dan Kenzo yang sudah ditetapkan. Nenek Abizar terpaksa membuat pengumuman ini, agar publik tidak lagi mempertanyakan hubungan kedua cucunya. Meskipun seperti itu, ia juga merasa sangat sedih karena kehilangan sosok yang sangat ia rindukan.
"Kamu, ingin, kita melakukan ini? Apa kamu lupa, bagaimana keadaan saudaraku?" Tanya pria itu dengan nada ketus menatap wanita yang kini akan segera menjadi istrinya.
Wanita itu mengibaskan tangan, agar orang-orang yang tengah meriasnya pergi meninggalkan ruangan, "Apa yang kamu pikirkan, Ken? Aku siap menerima semua ini? Tidak!"
"Aku melakukan ini karena memang ini yang diinginkan kakakku. Jika, aku mau. Aku bisa pergi meninggalkan keluargamu, tapi aku tetap bertahan di sisimu. Hanya untuk menjaga seluruh keluarga Abizar karena itu keinginan Ka Runa. Apa kamu pernah berpikir atau bertanya. Kenapa aku siap menerima pria yang hingga detik ini masih mencintai kakakku sendiri. Tidak. Kamu hanya memiliki ego, Ken."
__ADS_1
"Ya, Ken. Ka Aruna itu adalah kakakku. Kakak kandungku. Kamu selalu mengatakan ini, dan itu. Kamu juga, selalu menyalahkan diriku untuk banyak hal, tapi pernahkah aku mengeluh? Tidak. Apa pernah, kamu mencoba untuk tidak menyalahkanku. Pernahkah, aku melawan keegoisan mu? Tidak, karena aku hanya ingin satu hal. Aku ingin, kakakku segera kembali dan dia tidak mengeluh dengan semua yang kulakukan. Aku takut tidak bisa menjaga keluargamu dengan baik."
"Terkadang kebenaran itu memang pahit, tapi yang lebih pahit adalah keegoisan milikmu. Kamu yang tidak mau memahami, bahwa aku hanya melakukan keinginan kakakku dan bukan atas keinginan diriku."
Aurel memejamkan mata. Wanita itu sudah tidak bisa menahan rasa sesak di dada dan rasanya sangat sakit. Apalagi, selama lima bulan terakhir. Dirinya harus menerima banyak sekali keluhan dan juga ketidaksukaan Keano dan juga Kenzo padanya. Meskipun seperti itu, dia tetap mendapatkan dukungan dari sang nenek.
"Jika kamu memang benar adik dari Aruna. Seharusnya, kamu tahu. Dimana dia berada. Kenapa kamu menyembunyikan fakta ini? Apakah kebenaran ini tidak penting untuk kamu, lalu bagaimana caraku mempercayai omongan mu. Jika kamu saja berkata tidak jujur," Sindir Kenzo menatap Aurel dengan sinis.
"Terserah, padamu. Kamu mau melanjutkan atau mundur. Lakukan yang kamu anggap benar, tapi ingat satu hal. Aku tidak akan mundur. Meskipun kamu berusaha untuk menjatuhkanku saat ini, aku hanya ingin membuat kakakku segera kembali dan sisanya. Keputusan ada ditanganmu. Silakan keluar dari ruangan ini, aku ingin bersiap untuk acara nanti."
Aurel mengusir Kenzo untuk meninggalkan ruangan itu. Sontak saja, pria itu menghentakkan kaki dengan wajah kesal. Ken tak menyangka, jika sebuah kebenaran terungkap di saat ia sudah mengiyakan persetujuan untuk melakukan pernikahan satu bulan lagi. Meskipun semua itu atas dorongan sang nenek. Tetap saja, kebenaran tentang Aruna dan Aurel yang saudara kandung, sungguh mengejutkan dirinya.
"Selamat siang, Pemirsa. Saya Novia akan memberitahu *Breaking News* pada siang ini. Malam nanti akan diadakan sebuah konferensi pers dari keluarga Abizar. Dimana pengumuman pernikahan salah satu pewaris yang bernama Kenzo Dion Al Abizar akan dilangsungkan sebentar lagi."
Berita di dalam televisi itu, menghentikan tangan yang sibuk memotong sayuran di dapur. Seorang wanita tersenyum tipis mendengar berita itu. Kemudian ia menghentikan aktivitasnya untuk mengambil segelas air yang ada di sisi kiri meja, "Aku senang, akhirnya mendengar berita yang kutunggu. Baiklah, sudah waktunya aku kembali. Aku juga sudah siap untuk menghadapi semuanya."
__ADS_1