
"Apa maksud dari mati muda karena kelaparan?" tanya Nonny seraya berbalik, kini ketiga manusia itu saling berhadapan dengan tatapan yang saling bersinggungan.
Keano menghirup udara dalam-dalam, "Lupakan, sini berikan makanan itu dan pergilah dari sini!"
Pengusiran yang di lakukan Ano. Tidak membuat Aurel tersinggung, apalagi ketika isyarat mata sang kakak hanya mengedipkan mata agar ia melakukan keinginan pria itu. Piring yang berisi nasi beserta sayur dan lauk pauk berpindah tangan. Lalu, langkah kaki berjalan meninggalkan kamar Baby Z. Kepergian Aurel, justru mengubah ekspresi wajah Keano.
"Tuan, jangan berpikir bisa memanfaatkan diriku. Aku tahu, Anda akan meminta, aku untuk memakan makanan itu," Nonny tersenyum getir, dan mengabaikan tatapan tajam Keano yang siap melahap nya, ''Bagaimana, jika kita lakukan sebuah permainan. Setidaknya akan adil untuk kita berdua. Yah, itupun jika Anda masih tidak memiliki mood untuk makan. Bagaimana?"
"Permainan apa? Kamu tidak berniat menggodaku...,"
"Tenang saja, suamiku sangat tampan dan dia begitu mencintaiku. Meskipun, aku tidak ada di sisihnya. Kepercayaan, kesetiaan dan cinta suamiku cukup menjadi alasanku tetap kuat menjalani kehidupan yang berat. Permainan yang ku maksud adalah tebak-tebakan kata, atau sesi tanya jawab seperti truth of dare."
Sejenak Keano mencoba mencerna saran dari Nonny. Setelah dipikirkan, permainan itu tidak ada salahnya dicoba, "Apa hukuman dari permainan ini?"
__ADS_1
Bukannya menjawab. Nonny justru menunjuk ke arah makanan di piring yang ada di tangan Keano. Sudah pasti, sebagai hukuman harus memakan satu suap nasi dan jika menang terbebas dari makanan itu. Cukup adil dan tidak merugikan. Kini keduanya duduk berhadapan di sofa dengan sepiring makanan yang tersaji menjadi penghalang.
"Saya yang mulai, ya," Kata Nonny tanpa membalas tatapan Ano yang selalu menatap matanya, "Apa arti dari simbol cinta?"
"Kenapa tentang cinta? Aku tidak...,"
"Jangan menjawab pertanyaanku seperti itu, tapi tutup matamu, lalu bebaskan seluruh beban pikiranmu. Baru katakan, apa arti simbol cinta untuk kehidupanmu," Nonny sengaja menyela agar bisa menghilangkan rasa yang terpendam dari seorang Keano.
Perlahan menutup kelopak mata, lalu menghirup udara begitu dalam, kemudian melepaskan semua beban pikiran yang mengikat rasa sakit di kepalanya, "Simbol cinta akan selalu berbentuk love. Jika ini tentang hidupku. Simbol itu hanya satu nama, yaitu Aruna istri tercinta ku. Hanya dia, satu-satunya wanita yang bisa meluluhkan hatiku. Kasing sayang seorang ibu menyatu dengan kasih sayang seorang sahabat, dan juga sebagai kekasih."
Siapa sangka cara Nonny berhasil mengubah mood dan juga suasana hati Keano. Perlahan emosi berselimut duka yang terpendam di dalam hati terkuak. Sesi permainan itu, membuat keduanya bersikap seperti sahabat baik. Ada canda tawa dengan sisa kesedihan. Namun, makanan yang ada di piring berhasil berpindah ke dalam perut.
Satu jam kemudian. Sesi permainan berakhir dengan hati yang merasa lebih baik. Inilah cara orang melakukan terapi mental secara tanpa sadar. Hal ini bisa dilakukan dan akan mengubah emosi yang terpendam menjadi sekilas ingatan. Keano.
__ADS_1
"Tidurlah! Selamat malam, suamiku. Semoga semua lara dihatimu bisa ku obati, tapi sekarang aku harus beraksi. Istirahatlah! Maafkan aku karena harus mempermainkan cintamu. Apakah Bee sudah siap? Aku akan menunggu lima menit lagi," Aruna bermonolog pada dirinya sendiri seraya melihat waktu dari jam yang ada di dinding sisi kanan dari tempatnya duduk.
Pukul sebelas malam. Itu artinya, masih ada waktu sekitar lima belas menit sebelum memulai rencananya. Ia tak ingin mengambil resiko yang terlalu banyak. Maka, bergegas mengubah penampilan menjadi seorang Aruna. Wanita anggun dengan wajah pucat, bahkan makeup sudah dibuat sedemikian rupa agar terlihat menyeramkan.
Aruna berjalan mengendap-endap seperti pencuri dan meninggalkan kamar baby Z. Ternyata Bee sudah menunggu ditempat yang seharusnya. Situasi rumah yang sangat sepi, membuat kedua wanita itu saling berpandangan. Kemudian memulai step pertama dari rencana yang sudah dijabarkan beberapa waktu yang telah berlalu.
Bee mulai menjalankan remote control yang ada di tangannya untuk menjalankan sebuah robot mini. Dimana robot itu berjalan menuju pintu kamar Lea. Tanpa menunda waktu, robot itu mengetuk pintu tiga kali, tapi tidak ada yang membukakan pintu. Beberapa kali melakukan hal sama. Namun dengan robot lain yang mengetuk kaca kamar sang ibu mertua.
"Ish, ayolah keluar! Jangan-jangan udah molor, lagi? Gawat kalau gitu," celetuk Aurel setengah berbisik, "Aku coba sekali lagi, tapi lebih baik mengetuk bersamaan. Yah, ide yang bagus. Kita lihat, seberapa besar nyali ibu mertuaku."
Took!
Took! Took!
__ADS_1
Took!
Took! Took!