
"Sungguh, jika kamu meminta tolong padaku. Akan ku pastikan membawa ibu mu kembali pada pelukanmu." Tanca berjalan melewati para bodyguard dan menghampiri wanita paruh baya di depan sana. "Seorang anak bisa melakukan apapun demi ibu mereka, tapi jangan kamu pikir. Aku tidak tahu alasanmu menjual ibumu. Vio si gadis malam."
Keheningan kembali terjadi dengan bisik-bisik para tamu. Tatapan yang awalnya ingin membela berubah menjadi benci dan jijik. Belum usai suara bisikan berakhir, Tanca kembali menjentikkan jarinya dan beberapa orang kembali memasuki ballroom bersama seorang pria dalam keadaan terborgol.
"Selamat malam, Tuan Amzar."
Nyonya Abizar terkejut ketika melihat pria yang ditawan anggota kepolisian. Langkahnya berjalan menghampiri pintu masuk ballroom. Semua mata hanya bisa menahan rasa penasaran mereka akan drama di hari besar keluarga Abizar.
Tak!
Tak!
Tak!
"Ka, aku bisa jelaskan ini....,"
Plaaak!
"Ka....,"
Nyonya Abizar menunjuk wajah Tuan Amzar dengan gelengan kepala. "Jangan panggil aku kakak! Apa kamu sadar Zar? Selama bertahun-tahun aku mendiamkan semua tingkahmu, tapi hari ini tidak. Inspektur, jebloskan pria ini ke dalam penjara, dan pastikan tidak mendapatkan jaminan!"
"Siap, Nyonya." jawab sang Inspektur dengan hormat.
Tanca menghampiri nyonya Abizar dan mengusap punggung wanita paruh baya itu.
"Inspektur, bawa gadis itu juga! Pastikan semua kesaksiannya di catat, dan ya. Bawa bukti ini juga." Tanca menyerahkan salinan video yang lebih lengkap kepada Inspektur.
Para bodyguard membawa Vio, dan diserahkan ke pihak berwajib. Sedangkan untuk ibunya Vio, Tanca membiarkan wanita itu tinggal di tempat yang sudah disediakan.
Ballroom kembali tenang, dengan para keluarga Abizar yang sudah kembali duduk di panggung. Para tamu undangan pun kembali duduk tanpa wajah ketenangan.
"Selamat malam, semuanya. Maafkan atas insiden malam ini, mari kita lanjutkan acara pertunangan. Kenzo, Keano, silahkan berdiri dan siapkan cincin kalian!" Nyonya Abizar mengulurkan tangannya ke arah depan panggung, membuat duo K saling pandang dan memberikan kode mata lalu berdiri serempak.
Suara tepuk tangan memenuhi ballroom, para tamu pun serempak berdiri untuk menyaksikan peristiwa langka itu.
Duo K berjalan maju ke depan panggung, dengan kotak cincin beludru biru tua. Keduanya berdiri bersebelahan.
"Kenzo Dion Al Abizar, sambutlah calon istrimu Aurel." ucap nyonya Abizar.
Gadis bergaun orange yang terkesan segar, tapi elegan itu berdiri, dan berjalan memutari meja panjang. Kemudian langkahnya berhenti tepat di depan Kenzo, membuat pria itu menatap tanpa berkedip dengan alis terangkat.
__ADS_1
Rasanya wajah wanita di depanku tak asing, tapi siapa? Tadi Tanca memanggilnya bee. Tidak, itu mustahil jika wanita ini adalah MD.~batin Kenzo.
Aku tidak sangka. Jika MD sangatlah berbeda dari wajahnya selama ini. Ken, aku berharap kamu bisa menerima kenyataan. Aku janji akan membantumu melepaskan Tanca.~batin Keano melirik ke arah saudaranya itu.
Aku tahu, kamu terkejut Ken. Aku tidak bisa menolak pertunangan ini, karena aku tidak ingin meninggalkan kakakku seorang diri dalam pertempuran hidupnya. Meskipun aku harus menjadi tunanganmu.~batin Sang devil dengan senyuman manisnya.
"Keano Dion Al Abizar, sambutlah calon istrimu Aruna." ucap nyonya Abizar sekali lagi, membuat para tamu terpana dengan keanggunan wanita berambut keemasan yang baru saja menyelesaikan masalah keluarga Abizar dengan sangat tenang tanpa emosi.
Tanca berdiri dengan mengulurkan tangannya ke arah nyonya Abizar. "Mami, mari!"
Nyonya Abizar menyambut tangan Tanca, keduanya berjalan bersama dan berhenti tepat di depan Keano. Barulah genggaman tangan dilepaskan.
"Keano, lakukanlah!" titah nyonya Abizar.
"Putri Aruna, will you marry me?" Keano bersimpuh dengan kotak cincin terbuka terarah ke Tanca, wanita tercintanya.
Sikap sweet Keano, membuat sorakan para tamu undangan bergemuruh. Seruan "Terima" terdengar menggema di ballroom. Tanca maju selangkah, dan ikut bersimpuh dengan tatapan lembut tenggelam dalam mata Keano.
"Yes, i will." jawab Tanca mengulurkan tangan kirinya.
Keano tersenyum seraya mengambil cincin bertahta berlian biru laut dengan inisial KA, lalu memasangkan ke jari manis tangan kiri Tanca.
Sorak para tamu undangan penuh kebahagiaan dan ucapan selamat, tanpa menyadari rasa sesak yang Kenzo rasakan.
Keano dan Tanca berjalan mundur, membiarkan Kenzo melakukan pertukaran cincin.
"Kenzo, mulailah!" titah nyonya Abizar.
Satu menit.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Para tamu saling pandang tak memahami apa yang terjadi pada Kenzo. Dimana pria itu terdiam kaku tanpa ekspresi. Kotak di tangan kanannya pun tergenggam erat. Seakan pria itu enggan melakukan pertunangan ini.
Kegelisahan di wajah nyonya Abizar terlihat jelas, membuat Tanca yang selalu mengawasi semua orang bertindak cepat. Genggaman tangan Ano dilepaskan, lalu langkah kakinya berjalan menghampiri Kenzo. Tak lupa tangannya memegang bahu kiri Kenzo.
"Ken, lakukanlah! Aku tahu ini sulit, tapi ini yang terbaik." bisik Tanca, membuat Kenzo menatap wanitanya dengan tatapan memelas.
"Aku tidak akan pergi dari sisimu. Itu janjiku, tapi hubungan kita harus diperbaiki. Bee gadis yang baik, dan dia mampu menjagamu. Kamu dengar aku, Ken?!" Tanca menatap Kenzo dalam, membiarkan pria itu melihat semuanya memang nyata dan bukan mimpi.
__ADS_1
Kenzo menghela nafas, sesaat menatap wanita bergaul orange lalu beralih menatap Tanca kembali. "Seperti keinginanmu, tapi pastikan jangan pernah tinggalkan aku."
Tanca mengangguk dan melepaskan tangannya dari bahu Kenzo, lalu kembali ke sisi Keano. Tidak ada komplain dari tunangannya itu, selain tatapan mata ketenangan.
Kenzo mengulurkan tangannya seraya membuka kotak cincin, "Berikan tanganmu!"
Sang devil mengulurkan tangannya, membiarkan Kenzo memakaikan satu cincin bertahta berlian merah dengan inisial KA.
Tepuk tangan para tamu undangan kembali menggema, menggantikan suasana tegang karena ulah Kenzo.
"Aruna, dan Alona, giliran kalian!" titah Nyonya Abizar.
Tanca dan sang devil saling pandang, keduanya mengangguk lalu secara bersamaan melakukan tiga tepuk tangan. Hingga seorang pelayan datang dengan satu nampan yang diatasnya ada dua kotak cincin beludru hitam.
"Siapa kedua wanita itu?" tanya salah satu tamu penasaran.
"Wanita bergaun princess itu setahuku tangan kanan duo K, sedangkan satunya entahlah. Aku baru kali ini melihat." jawab tamu di sebelahnya.
Tanca mengambil satu kotak di sisi kanan, sedangkan Sang devil mengambil satu kotak di sisi kiri. Pelayan kembali meninggalkan panggung, membuat dua wanita yang menjadi pusat perhatian itu kembali berhadapan dengan pasangan masing-masing.
"Welcome to my life," ucap keduanya bersamaan dengan membuka kotak dengan tangan terulur.
Keano menyambut tangan Tanca dengan senyuman yang terkembang sempurna, membuat wanita itu menyematkan cincin dengan bertahta berlian putih berbentuk bulat ke jari manis tangan kiri prianya.
Begitu pula dengan Kenzo yang meniru tindakan Keano tanpa senyuman. Wajah datar dengan tatapan tajam terarah ke Sang devil. Namun, wanita itu tidak gentar dan tetap menyematkan cincin bertahta berlian putih berbentuk kotak.
Prook!
Prook!
Prook!
...****************...
***Hay reader's, happy Reading.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😌
Othoor cuma mau kasih tahu, sehari up dua kali ya.
Karena othoor mengubah sistem up dengan 1k perbab... 🥰
__ADS_1
Stay Tuned, love you all 🌺***