
"Keano!" panggil Ken memutuskan untuk memulai perbincangan.
Ano melirik saudaranya sesaat, lalu kembali menatap bunga sepatu di depan sana.
"Apa ada masalah yang tidak aku ketahui? Kenapa sikapmu sangat aneh? Kita berdua sama-sama tahu, jika Tanca bisa menyelesaikan semua masalah dengan satu jentikan jari....,"
"Bagaimana perasaanmu atas pertunangan semalam, Ken?" Keano menggeser posisi duduknya, dan menghadap ke atau saudaranya itu.
Kenzo melakukan hal sama, kini keduanya saling berhadapan.
"Aku mencoba ikhlas demi kebahagiaan kalian berdua. Lagi pula dengan hubungan baru dan pengorbanan Tanca selama ini. Aku bisa mengalah, dan melihat Tanca tetap bersama kita. Bagiku sudah cukup." Kenzo meraih tangan Keano, "Aku tahu selama ini sikapku sangat kekanak-kanakan, dan kamu selalu menjadi tameng untukku. Tanca bersama orang yang tepat, bukan berarti aku tidak pantas untuk nya loh!"
Cairan bening turun tanpa permisi. Sungguh Ken membuatnya kehilangan kata-kata. Rasa haru menyelimuti perasaannya. "Ken, percayalah. Aku akan berusaha membahagiakan Tanca, dan melindunginya dengan nyawaku sendiri....,"
"Calm down, Ano! Tugas melindungi Tanca bukan hanya tanggung jawab mu. Meskipun kamu menjadi pasangan Tanca, bukan berarti aku akan lepas tangan. Ingat itu!" sela Kenzo tersenyum tulus.
Keano mengangguk, "Lalu, apa yang akan kamu lakukan pada MD?"
__ADS_1
Kenzo menarik tangannya. Kemudian menggeser posisi tubuhnya seraya mendongak ke atas langit. Tatapan mata sendu pria itu, membuat Ano memegang pundak Ken.
"MD? Aku tidak tahu harus apa, tapi Tanca meminta ku untuk belajar membuka hati. Setelah bertahun-tahun hatiku hanya terisi cinta dan kasih sayang untuknya, dan semua berubah dalam sekejap. Apa ini hukuman atas kenakalan ku selama ini?" curhat Kenzo dengan helaan nafas panjang.
"Tidak ada yang seperti itu, Ken. MD juga pilihan Tanca, dan kita tahu setiap keputusan darinya adalah hal terbaik untuk kehidupan kita berdua. Bukan begitu?" ucap Ano mencoba meringankan perasaan saudaranya.
Kenzo mengalihkan tatapannya ke saudaranya. "Kamu benar, tapi perasaan tidak bisa dipaksakan. Aku sangat mencintai Tanca, sama seperti kamu mencintai Tanca."
"Jangan cintai aku! Kita bisa memulai hubungan dengan pertemanan, apa kamu mau?" sahut seseorang dari arah belakang, membuat duo K berdiri, lalu mengalihkan perhatian mereka dan melihat siapa yang berani ikut campur perbincangan antar saudara.
"Kamu?!" seru Ken dengan mata membulat, sedangkan Keano memejamkan mata sesaat.
Keano menepuk pundak Kenzo agar kembarannya itu sadar dari lamunannya.
"Berteman? Aku memiliki syarat. Apa kamu akan menerima semua syarat ku?" tukas Kenzo dengan seringaian di bibirnya.
Keano bisa melihat jika jiwa nakal saudaranya tengah membara, membuat tatapannya terpaku tajam pada Ken.
__ADS_1
Semoga kamu tidak melakukan hal ekstrim lagi, Ken. Kenapa aku ikut merinding melihat sifatmu yang satu ini.~batin Keano.
"Apapun syaratnya, aku terima." Aurel menjawab tanpa ragu, membuat Kenzo menyunggingkan senyuman devil.
Langkah Ken berjalan memutari kursi taman, lalu berhenti di samping Aurel, membuat gadis dingin itu berbalik menghadap ke arah tunangannya. "Katakan!"
Kenzo meraih kedua tangan Aurel dengan tenangnya. Ntah apa yang merasuki jiwa pria itu, membuatnya terlihat kejam dalam setiap gerakan. Sedangkan Aurel membiarkan Ken melakukan apapun tanpa protes. Meskipun di dalam hati harus menahan diri agar emosi tetap terjaga.
"Ken!" panggil Ano, tapi tidak direspon saudaranya yang tengah menikmati jiwa nakalnya.
Kenzo menatap mata Aurel, tatapan keduanya saling terpatri dan tenggelam bersama menyelami dalamnya perasaan masing-masing.
"Aku mau kamu membatalkan pertunangan ini! Itu syarat ku untuk pertemanan yang kamu tawarkan." ucap Ken tanpa keraguan, membuat Ano menggelengkan kepalanya.
Benar 'kan dugaanku, anak ini pasti melakukan hal diluar batas lagi. Seorang Kenzo tidak akan lepas dari jiwa liarnya. Semoga saja Tanca mendengar apalagi mengetahui hal ini.~batin Keano.
Aurel melepaskan tangan Ken, lalu menunjuk ke arah kanan dimana itu jalan yang sama seperti saat dirinya datang. "Dia yang memiliki keputusan mutlak. Aku hanya menjalankan tugasku."
__ADS_1
Kenzo dan Keano kompak menatap siapa yang dimaksud oleh Aurel. Senyuman di wajah pucat menyambut keduanya dengan tatapan mata dingin nan tajam.
"Katakan sekali lagi?!"