
Kenzo berdiri, "Ayolah! Kenapa aku harus dijaga seperti bayi lagi? Bukankah ini tidak adil?" protes Kenzo dengan kesal.
Sang devil membuka lembaran map terakhir, lalu meletakkan ke atas meja agar Kenzo bisa melihat. "Lihatlah!"
Sontak Kenzo menatap ke atas meja, dimana sebuah foto seorang pasien rumah sakit terpampang jelas. Sejenak pria itu mengamati wajah pasien itu.
"Itu....,"
"Namanya adalah Vivian gadis dari desa Lou. Seorang gadis dengan profesi sebagai wanita malam. Gadis itu melamar menjadi OG di perusahaan RD company. Siapa yang menyuruhnya? Aku akan selidiki nanti, tapi sekarang keselamatanmu harus diutamakan." jelas Sang devil lalu berhenti sejenak ketika ekor matanya melihat Tanca melepaskan earphones di telinga Keano.
"Apa sekarang, Aku bisa mendengarkan percakapan kalian?!" sungut Ano tanpa basa basi dengan bibir cemberut, membuat Tanca mencubit perut pria itu cukup keras.
"Auw, kenapa....,"
Tanca menatap Ano tajam, membuat pria itu menghentikan keluhannya dan kembali fokus ke masalah utama. "Baiklah, lanjutkan!"
Sang devil menggeser map ke depan Ano. Mata pria itu jelas menyipit dengan satu alis terangkat. Tangannya tak segan menyentuh selembar foto pasien dengan beberapa alat rumah sakit terbaring memejamkan mata.
"OG korban obat perangsang milik Kenzo, dia kenapa dirumah sakit?" tanya Keano spontan.
"Benar, Via semua berpikir itu namanya. Sayangnya bukan, nama aslinya adala Violet dan biasa dipanggil Vio si gadis malam." jawab Sang devil.
Si kembar saling menatap satu sama lain, dengan bahu terangkat karena keduanya sama sekali tak mengenal dunia malam selain kamar Tanca. Sementara Tanca berjalan mendekati jendela kaca di ujung belakang sana. Langkah kakinya masih tenang tanpa tekanan.
Wanita itu memilih menjauh, dan membiarkan Bee menyelesaikan tugasnya terlebih dulu.
__ADS_1
"Kalian dengarkan aku! Aku tidak akan pilih kasih, baik Ken ataupun Ano. Kalian akan kembali ke dalam pengawasan ku. Khususnya kamu Boy," Sang devil menunjuk ke arah Kenzo.
"Ayolah," rengek Kenzo.
Sang devil tak menggubris rengekan pria satu itu. "Kecelakaan hari ini tidak ada yang tahu, tapi ini bisa menjadi skandal jika orang yang mengirim si gadis malam memiliki bukti. Kalian paham maksudku?"
"Paham." jawab duo K serempak.
"Good, Boy. Nona Angel sudah mengatakan hukuman mu Ken. Sekarang dengarkan hukuman finalnya. Mulai detik ini, semua fasilitas mobil beserta alat komunikasi mu akan aku pegang. Sementara Ano masih bisa bebas, tapi tetap diwajibkan laporan lima kali sehari. Ku rasa kalian tidak kaget dengan hukuman seperti ini, iya kan?" Sang devil menerbitkan smirk nya.
Duo K tahu benar jika hukuman tidak akan semudah itu. Pasti ada lanjutan dari hukuman tak asing. Selalu ada hal kejutan di setiap kembalinya Sang devil ke dalam kehidupan mereka.
"Lanjutkan! Kami siap mendengarkan," ucap duo K pasrah.
Jduaar!
Satu pernyataan dari wanita di depan jendela mengubah rasa khawatir akan tali gantungan berubah menjadi pacuan kuda di dalam jantung dan hati duo K seperti meloncat keluar.
"WHAT'S?!" seru duo K berdiri dengan tatapan ke arah Tanca yang masih setia menatap ke arah luar jendela.
Tidak ada angin apa lagi mendung. Tiba-tiba saja hujan badai menerjang kehidupan mereka. Bagaimana bisa wanita tercinta mereka memberikan pengumuman tentang pertunangan tanpa bertanya terlebih dahulu.
"Boy, duduklah!" Sang devil paham dan sangat tahu jika pewaris Royal Diamond tengah shock terkena tegangan listrik tegangan tinggi, tapi semua keputusan tidak bisa di ubah jika itu perintah dari pemimpin.
Keano dan Kenzo sepakat mengatur emosi terlebih dahulu. Keduanya tidak pernah gegabah ketika menyangkut soal Tanca dan memilih duduk kembali seperti permintaan Sang devil.
__ADS_1
"Pertunangan terjadi minggu ini, dan akan diadakan tepat di kapal pesiar milik nyonya Abizar. Sisanya nanti malam akan Nona Angel jelaskan. Sekarang, kalian bekerjalah!" jelas Sang devil menarik map lalu menutupnya.
"Pergilah! Tinggalkan aku bersama Bee." pinta Tanca suara tenang intonasi lembut.
Suara yang selalu mengendalikan emosi duo K tanpa perlawanan. Si kembar menatap Tanca yang sepertinya enggan menatap mereka. "Okay, kami tunggu malam ini. Jangan lupa makan, Honey."
Sang devil tak ingin menyela ketika duo K berpamitan dengan suara mengiba, tapi tetap melakukan permintaan Nona Angel tanpa mengeluh apalagi membantah.
Tanca mendengarkan suara langkah kaki yang berjalan semakin menjauh. Hingga suara pintu terbuka lalu tertutup kembali terdengar. Barulah dirinya membalikkan tubuhnya dengan tatapan langsung disambut tatapan manis nan manja Sang devil.
"....,"
"Kemari lah, Bee. Peluk aku!" pinta Tanca merentangkan kedua tangannya lebar.
Sang devil meninggalkan map di atas meja. Langkahnya berlari kecil menghampiri Tanca, lalu menghamburkan diri mendekap tubuh wanita yang sangat dirindukannya itu. Tanca memeluk Bee dengan erat, satu tangannya terangkat mengusap kepala Sang devil.
"Apa kabarmu, Bee?" tanya Tanca lirih.
Tanpa sadar cairan bening menetes begitu saja dari sudut matanya.
"Apa ini?" tanya Sang devil yang merasakan basah di pundaknya.
Tanca mengusap air matanya. "Bukan apa-apa, Bee."
"Ka?" panggil Sang devil dengan tatapan menelisik.
__ADS_1