
Pagutan yang saling menuntut pun terjadi begitu saja, membuat kedua insan itu lupa jika ciuman panas mereka terjadi di taman bukan di dalam kamar.
Bukannya berhenti setelah beberapa saat. Justru pagutan semakin panas, membuat tatapan mata dibalik deretan bunga mawar mengepal. Kuku memutih dengan wajah memerah. Deru nafas memburu dengan dada naik turun. Hentakan sepatunya seakan tak menjadi gangguan bagi kedua insan yang tengah memadu kasih dengan mengec@p rasa manis cinta.
Ditengah rasa panas yang menusuk hatinya. Tiba-tiba saja ada tangan yang menariknya menjauh dari balik deretan bunga mawar.
"Lepas!" seru Kenzo seraya menghempaskan tangan Sang devil.
Emosi yang memenuhi relung hatinya, membuat pria itu lupa siapa yang ada di depannya. Hingga satu rasa panas menghampiri pipi kirinya.
Plaak!
"Sadar, Ken!" tegas Sang devil setelah menampar pria di depannya itu.
Ken menatap tajam membalas tatapan Sang devil dengan mata merah. Akan tetapi tamparan itu memang menyadarkan dirinya agar tidak cemburu melebihi batasnya.
"Sorry MD." ucap Ken menghela nafas.
Sang devil menurunkan keseriusannya dan memberikan tatapan lembut ke arah Ken. Tangannya memberikan tepukan ringan di pundak pria itu. "Ken, dihari special Tanca. Siapa yang bersama Nona Angel? Kamu atau Ano?"
Ken menaikkan satu alisnya. Satu pertanyaan dari MD (My Devil) terdengar seperti sebuah peringatan. Ntah kenapa degup jantung berdenyut menari sesuka hatinya.
__ADS_1
Melihat reaksi dari Ken, membuat Sang devil mendapatkan jawaban dari pertanyaannya. Kini semua sudah jelas dan tidak membutuhkan penjelasan lebih jelas lagi.
Tanpa permisi, tangannya menarik tubuh pria di depannya. Ken terkejut dengan apa yang dilakukan sang devil yang tiba-tiba saja memeluk dirinya tanpa izin.
Ken mendorong tubuh Sang devil hingga tubuh wanita itu hampir saja menabrak pohon mangga di belakangnya. Tidak peduli dengan tatapan aneh sang devil. Ken mengangkat tangan lalu menunjukkan jarinya ke arah sang devil.
"Kamu memang bodyguard ku, tapi kamu tidak berhak atas diriku! Semua yang ada padaku hanya milik Tanca....,"
"Ada apa ini?" tanya seseorang yang baru saja ingin masuk ke dalam mansion, tapi keributan di samping taman mengalihkan perhatiannya.
Ken berbalik, melihat siapa yang datang dan mengganggu pelampiasan emosinya. Wajah itu semakin membuat dirinya hanya bisa menjambak rambut frustasi. Sedangkan, sang devil membungkukkan setengah badan sesaat sebelum kembali berdiri tegak.
"....,"
"Shut up! Sudah cukup tindakan diluar batas mu hari ini!"
Ken berteriak, membuat situasi semakin memanas. Bukan hanya itu saja, orang yang tadi bertanya justru mendadak merasakan sesak nafas. Akan tetapi, satu seruan dengan nada tegas kembali terdengar memberikan intimidasi.
"Kenzo Dion Al Abizar!"
Suara dari arah lain sontak membungkam bibir Ken, membuat pria itu memejamkan matanya dengan hati bergetar. Sudah pasti sisa harinya akan menjadi lebih buruk dari pagi hari tadi.
__ADS_1
Kenapa hari ini hidupku sangat s!al. Apa dosaku? Rasanya ingin menenggelamkan diri di sungai amazon.~batin Ken.
"Ano, bawa Mami dan MD ke dalam mansion!" titah Tanca dengan jelas.
Pria yang berdiri dibelakang Tanca maju, lalu merangkul sang nenek dengan anggukan kepala agar situasi panas saudara kembarnya itu di tanggani oleh ahlinya. Tak lupa Ano memberikan kode mata agar MD juga ikut pergi meninggalkan tempat mereka membakar emosi.
Lima menit kemudian,
Tanca berjalan menghampiri Ken yang berdiri mematung setelah suara intimidasi nya.
Tap!
"Ken....,"
Kenzo berlutut dengan tangkupan tangannya. Tatapan mata yang terangkat ke atas, membuat Tanca diam membiarkan pria itu melakukan apapun yang diinginkan terlebih dahulu.
"Jujurlah padaku, Honey. Apakah hari special mu menjadi penentu pilihan pasangan hidup mu?" tanya Kenzo dengan mata cemas.
Pertanyaan itu, membuat Tanca terdiam. Tatapan sendu dengan posisi Ken yang seperti anak kecil. Justru membuat hatinya tak ragu lagi. Mata jernih dengan bulu mata lentik itu terpejam. Satu tarikan nafas dalam memenuhi rongga dadanya.
"Hari special kemarin adalah....,"
__ADS_1