Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 81: HUKUMAN BY TUAN MUDA


__ADS_3

"Maafkan, kami. Kami telah melakukan kesalahan, berikan satu kesempatan....,"


"Okay, apa kalian sanggup menerima syarat dariku?" Kenzo menatap para client dengan senyuman devil.


Hening!


Lima menit berlalu, "Diam? Artinya semua setuju. MD bisa jelaskan!"


MD mengubah posisi berdirinya seraya menerbitkan senyuman evil nya.


Proook!


Proook!


Proook!


Ceklek!

__ADS_1


Pintu ruangan rapat terbuka dengan kehadiran seorang staf kantor yang mendorong meja troli. Raut wajah penasaran para client jelas diliputi rasa cemas dan degup jantung yang berpacu seperti di arena gulat. Tidak seorangpun bisa menebak apa yang akan dilakukan Tuan Muda Kenzo. Selama ini pria dingin itu hanya terkenal sebagai sosok pemimpin yang manja, dan juga santai.


"Buka!" titah MD, membuat staf pria itu mengangkat kain penutup meja troli.


Bukan hanya mata membulat sempurna, beberapa client bahkan langsung membungkam mulut mereka. Ada palingan wajah dan juga umpatan lirih. Kenzo tidak peduli dengan reaksi para client nya karena siapapun yang berani mengusik dunia kecilnya. Maka wajib diberikan hukuman.


"Apa kalian tahu? Jika yang ada disini Keano, aku pastikan kehidupan kalian berakhir hari ini, tapi aku masih kasihan dan memberikan kalian kesempatan." Kenzo beranjak dari tempat duduknya seraya menyambar file, lalu beralih duduk di atas meja panjang dengan bersila. "Silahkan putuskan! KOMPENSASI? Atau HUKUMAN?"


"Tuan, INI? Hukuman apa yang Anda berikan? Saya mohon, ampuni kami atas kelancangan yang kami lakukan." pinta seorang client langsung menangkupkan kedua tangannya memohon pengampunan dengan sorot mata penyesalan.


Kenzo menunjuk pria berkumis yang berani mengungkapkan isi hatinya tanpa ragu. "Come here!"


Tak!


"Berapa usia anakmu?" tanya Kenzo memainkan jemarinya tanpa menatap pria di depannya yang pucat pasi seperti mayat hidup.


"Ekhem! Apa kamu tidak dengar pertanyaan Tuan Muda?" MD menyadarkan pria berkumis itu dengan suara tegasnya, sontak membuat si client tergagap-gagap tidak mampu berkata.

__ADS_1


"Hoooaam, ngantuk sekali. MD mulai saja HUKUMAN mereka! Aku sangat bosan," Kenzo berpura-pura menguap agar para client semakin tertekan.


Setiap tindakan Sang Tuan Muda sungguh menambah rasa was-was seperti nyawa di ujung tanduk. Hingga satu client memejamkan mata dengan helaan nafas panjang. Kemudian berjalan menghampiri meja troli, ntah niat dari mana. Hingga wanita dewasa itu langsung saja mengambil sebuah stempel besi yang terbakar bara api.


Pakaian formal yang hanya tiga perempat, membuat wanita itu tak perlu menggulung lengannya, dan mengulurkan tangan kirinya kepada staf yang memandang tanpa ekspresi. "Lakukan!"


Staf pria itu melirik ke arah MD untuk meminta persetujuan. Satu kedipan mata dari calon istri Tuan Muda, membuat tangannya terangkat mengambil stempel besi yang ada di depannya. Kemudian memegang tangan client Tuan Muda dengan tangan kiri. "Tahan."


Bleeezz!


"Arrrggghhh....!"


Suara melengking kesakitan wanita itu sangat menyakitkan. Sesakit rasa panas yang membakar kulit di pergelangan tangan kirinya. Stempel besi dengan suhu panas yang tinggi mencium kulit putih mulus dari sang penerima hukuman. Hanya hitungan detik. Maka logo diamond tercetak jelas dengan luka bakar yang pasti menyiksa jiwa dan raga.


"Perfect! Berikan Nona Anisa seratus juta atas keberaniannya." Kenzo tersenyum puas melihat bagaimana wanita itu melakukan tindakan yang tepat.


Pengumuman Kenzo tak hanya membuat para client geleng-geleng kepala. Pasti di dalam hati ada yang mengumpat dan mengatakan Tuan Muda seorang psikopat. Yah, tidak mungkin jika mendoakan hal baik. Keputusan pemimpin perusahaan tidak bisa diganggu gugat, siapapun yang melanggar dan memilih pemutusan hubungan kerjasama. Maka harus membayar kompensasi sebesar lima triliunan, tapi jika ingin lanjut harus menerima hukuman berupa stempel besi yang terbakar.

__ADS_1


Setengah jam kemudian. Proses hukuman berakhir dengan wajah para client yang pucat dan juga rasa sakit tak terbaca. Kini semua lengan kiri dari kesepuluh client ber stempel logo perusahaan Royal Diamond.


"Remember one thing. The world does not accept betrayal, and I do not accept rejection!" (Ingat satu hal. Dunia tidak menerima pengkhianatan, dan aku tidak menerima penolakan!)


__ADS_2