Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 23: Pameran in London?


__ADS_3

Keano membuka satu file merah bertuliskan perusahaan Birendra Family, "Tuan Birendra, kemana beliau?"


Tanca mengamati dari semua peserta rapat, benar tidak ada batang hidung pria Jawa dengan nama bule itu. "Miss Jeslyn, apa anda mewakili Tuan Birendra?"


Wanita berdagu belah itu bangun dari duduknya, membungkukkan setengah badannya dengan menunjukkan tonjolan besar di depan. Ntah apa maksudnya, tapi Keano tidak melirik sedikitpun. Tanca tersenyum sinis melihat kelakuan wanita satu itu.


"Pasang saja kancing kemeja anda, Miss Jeslyn! Tuan K hanya menyukai barang ori," sindir Tanca dengan nada santai.


Muka miss Jeslyn langsung merah padam menahan malu, tangannya berpura-pura membenarkan pakaiannya seakan tindakan yang dirinya lakukan adalah hal tidak di sengaja. "Maaf, saya baru mencoba gaya baru pakaian anak muda."


"Honey, bisa kita lanjutkan rapat?" Keano menarik pinggang Tanca dengan mesra, membuat semua tatapan mata menunduk.


Bukan hal rahasia lagi. Jika wanita yang mereka kenal sebagai tangan kanan duo K adalah wanita kesayangan si kembar pemimpin kerajaan bisnis Royal Diamond. Siapa yang berani menatap dengan pandangan buruk pada wanita cantik nan molek itu, sudah pasti akan dihancurkan.


Tanca melepaskan diri dengan satu kedipan mata. "Ekhem! Baiklah, silahkan dimulai presentasi dari anda Tuan Azio!"


Pria berkacamata empat dengan rambut klimis membenarkan dasi bunga yang terlihat sangat jreng lalu berdiri sambil mengangkat file di depannya. "Selamat pagi, Tuan K dan Nona Angel. Saya Azio presdir dari Mutiara Company berniat mengajukan proposal kerjasama dengan project New Dreaming Star dimana desain perhiasan kolaborasi nantinya akan dijadikan pameran event tahunan internasional bulan depan....,"


"Apa yang anda maksud pameran in London?" tanya Tanca menyela presentasi Tuan Azio.


"Benar, Nona Angel. Pameran akbar yang akan diadakan sebulan lagi....,"


Tanca tersenyum manis, matanya menatap pria klimis itu membuat si pria gugup dengan keringat dingin mulai bermunculan.


"Maaf, apa saya salah?" tanya Tuan Azio bingung, panas dingin merasa serba salah dengan tatapan tangan kanan Tuan K.


Tanca mengambil dokumen paling bawah di depan Keano. Lalu....,


Tuuuk!


Dokumen dilemparkan ke arah Tuan Azio tepat jatuh di meja depan pria itu berdiri.


"Bukalah dan baca keras!" titah Tanca masih dalam ketenangan.

__ADS_1


Tangan gemetar Tuan Azio membuka dokumen file hitam di depannya. Dari cara tangan kanan Tuan K memperlakukan dirinya. Sudah pasti ada hal buruk menimpa yang akan terjadi.


Sejenak matanya menatap huruf demi huruf, hingga barisan kata itu menjadi sebuah kalimat.


Braak!


"Hello, Tuan Azio. Are you listening me?!" seru Tanca dan kali ini suaranya tidak lagi manis tapi galak.


Bibir kelu dengan tatapan kosong, wajah memucat membuat semua orang tak paham apa yang terjadi. Sementara Keano meraih tangan Tanca memberikan kecupan, agar wanitanya itu tidak terbawa emosi hingga menaikkan suhu darah di dalam tubuhnya.


Huft.....


Tanca menarik nafas, senyuman kembali lagi meskipun senyuman itu adalah senyuman sinis.


"Pameran Internasional In London, adalah sebuah pameran dimana para pemegang brand beserta stand di event itu sudah mendaftarkan diri setidaknya kurang lebih enam bulan sebelum event di gelar. Apa anda berharap, kami menggantikan produk milik kami dengan project baru? Jika anda ingin masuk ke event itu, kenapa tidak mendaftarkan diri saja! Jangan bersikap seperti kami tidak memahami lika-liku para pebisnis, Tuan Azio." jelas Tanca membuat mata client yang lain melongo, bahkan Miss Jeslyn membuka mulutnya lebar.


Tuan Azio menundukkan kepala, ternyata rencana marketingnya ketahuan dengan begitu mudahnya oleh Nona Angel. "Maafkan, Saya. Saya tidak bermaksud....,"


Tuan Azio membereskan filenya, sebelum melangkah pergi. Matanya menatap Tanca dengan tatapan murka menahan amarahnya. Melihat hal itu, Keano langsung bangun dari tempat duduknya lalu berdiri di depan Tanca menutupi tubuh wanitanya. Tatapan mata Tuan Azio bertemu dengan mata Keano.


"Jaga pandangan burukmu! Aku masih mengampuni nyawamu, pergilah!" bentak Keano dengan perasaan geram melihat keberanian pria klimis itu.


"Kita lihat saja, siapa yang akan menang di pameran nanti." ucap Tuan Azio lalu berjalan meninggalkan ruangan rapat.


Braak!


"....,"


Tanca menahan tangan Keano agar prianya itu tidak semakin emosi. "Duduklah, rapat tidak berhenti dengan satu hama saja."


"Tapi, dia....,"


"Looks at me, all fine." ucap Tanca menyakinkan Keano.

__ADS_1


Keano mengangguk, lalu kembali duduk di tempatnya.


"Lanjutkan!"


"Boleh saya terlebih dulu? Saya harus kembali ke rumah sakit untuk menjaga putri ku....,"


Keano menaikkan satu alisnya menatap wanita paruh baya di samping Jeslyn. Wanita itu berpakaian sangat sopan bahkan nada bicaranya pun seperti seorang ibu penyayang. "Silahkan!"


Tanca hanya mengamati tanpa memberikan komentar. Suasana rapat terbilang cukup kondusif setelah kepergian Tuan Azio.


Satu jam kemudian....


"Okay, terima kasih untuk semuanya. Sekali lagi selamat untuk Ibu Yolanda. Selamat bergabung bersama Royal Diamond, dan untuk kalian tingkatkan lagi. Semoga bisa bekerja sama di lain waktu." ucap Tanca mengulurkan tangan ke arah wanita yang umurnya jauh di atasnya.


Ibu Yolanda menyambut tangan Tanca dengan sopan, "Terima kasih atas kesempatan serta kepercayaan kalian, saya permisi."


"Mari saya antar," tawar Tanca dengan lembut.


"Tidak perlu, Nona Angel. Saya....,"


Ceklek!


"Hey pagi, semuanya. Maaf saya terlambat,"


...****************...


Pagi readers, Happy Reading 📖


Othoor sudah siapin up seperti mnum obat 🤭


Stay tuned, jangan lupa like, comment dan krisan kalian.


Othoor tunggu ✋☺

__ADS_1


__ADS_2