Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 112: GEMPAR - SURAT PENAHANAN


__ADS_3

"Kenzo, kenapa kamu belum bersiap? Bersiaplah! Sebentar lagi waktunya untuk konferensi pers," kata Keano berusaha mengingatkan dan menetralkan situasi yang cukup menegangkan.


Peringatan yang dilakukan Keano, tidak digubris oleh Kenzo. Justru saudara kembarnya itu memilih meninggalkan ruangan, kemudian langsung disusul Aruna. Meski ia ingin menyusul sang istri. Tetap saja memilih untuk menahan diri. Satu hal pasti, jika saat ini saudaranya itu hanya membutuhkan sosok Aruna sebagai seorang sahabat sekaligus ibu. Jadi, lebih baik memberikan waktu untuk mereka berdua.


Aurel bergerak dari tempatnya, karena berniat untuk menyusul Kenzo dan Aruna. Akan tetapi, justru langsung ditahan Keano, "Berikan mereka berdua waktu agar bisa menyelesaikan masalah kali ini. Setidaknya, salah paham bisa terhapuskan. Percayalah!"


"Aku tidak peduli denganmu atau dengan saudaramu, tapi aku tidak ingin kehilangan saudaraku sendiri. Jadi lepaskan tanganmu dari tanganku!" Aurel membentak Keano, sayangnya pria itu masih tetap kekeh menahan tangan Aurel.


Cengkraman tangan yang cukup erat, membuat Aurel pasrah karena semakin ia mencoba untuk melepaskan diri. Justru cengkraman itu semakin menggenggam erat tangannya dan meninggalkan rasa sakit, "Apa sih maumu? Aku hanya Ingin menyusul kakak ku. Kenapa kamu menahan ku?!"


"Duduk dan diamlah! Mereka akan kembali setelah sepuluh menit. Jadi, aku harap, kamu bisa sabar selama itu," ujar Keano, membuat Aurel mau, tak mau harus menerima dan memilih untuk menyerah.


Suara jarum jam yang cukup terdengar keras di dalam ruangan itu, menghilangkan kesunyian diantara Ano dan Aurel. Namun waktu yang berlalu terasa begitu sangat lambat. Meski begitu, apa yang dikatakan Keano memang terjadi, bahkan belum genap sepuluh menit Aruna sudah kembali masuk ke dalam ruangan dan juga menggandeng tangan Kenzo. Entah apa yang kedua orang itu bicarakan, tapi melihat dari raut wajah.

__ADS_1


Sudah jelas pasti terjadi sesuatu atau mungkin ada perjanjian yang tidak bisa mereka ketahui. Apapun itu, setidaknya sekarang situasi kembali normal dan pasti kesalahpahaman sudah tidak ada lagi, "Sekarang ganti pakaian dan siapkan semuanya. Jangan sampai, aku melakukan apa yang kamu inginkan dan kamu tahu akibatnya."


Aurel menghempaskan tangan Kenzo begitu saja, tapi dia juga melirik pria itu dengan tatapan tajam. Kini apa yang diperdebatkan telah berakhir. Entah apa yang terjadi hingga keajaiban itu bisa terjadi. Akhirnya konferensi pers berjalan dengan sangat baik dan lancar. Meski dibalik kelancaran itu ada beberapa masalah yang menjadi drama emosi. Akan tetapi, tidak bisa dilihat oleh masyarakat. Para awak media juga menyambut kehadiran Aruna.


Dimana keluarga Abizar juga mengumumkan bahwa wanita itu telah menjadi istri dari Keano Dion Al Abizar dan saat ini sedang berbadan dua. Kejutan malam ini sungguh membuat dunia para pebisnis gempar. Bukan hanya satu berita, tapi dua berita menjadi trending topik. Dimana pengumuman tanggal pernikahan antara tuan muda Kenzo Dion Al Abizar bersama Aurel dilangsungkan oleh Keano bersama Aruna. Berita itu seperti sebuah hembusan angin yang menyebar begitu saja.


Maraknya media sosial dan juga televisi menyiarkan konferensi pers. Ternyata menyulut api amarah seseorang. Bagaimana tidak murka? Setelah beberapa bulan merasa tenang. Malam ini, ia kembali merasa terancam dan rasa tidak nyaman itu sangat menyiksa batinnya. Baru saja remote TV di lemparkan, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang menggedor kamarnya.


Wajah yang merah padam tak membuat pria itu berpikir jernih, lalu tanpa menenangkan diri membuka pintu kamar dengan kasar. Sejenak tatapan matanya langsung berubah. Orang-orang yang ada di depan kamar memakai seragam kepolisian, "Apa ada yang bisa saya bantu?"


"Apa kalian ini tidak waras? Aku adalah Tuan muda Abizar dan kalian menuduhku melakukan pelecehan? Apalagi tuduhan penggelapan dana. Apa kalian memiliki bukti yang nyata?" tanya Dion dengan ketus menyindir opsir polisi, karena pria itu masih berpikir dalam keadaan aman dan tidak seorang pun tahu tentang kejahatannya.


Disaat para opsir polisi belum sempat menjawab. Dari arah belakang terdengar suara tepuk tangan dan juga suara langkah kaki yang mendekati depan kamar Dion. Kehadiran anggota keluarga Abizar yang lain, membuat pak polisi menyingkir dan memberikan jalan. Wanita yang berbadan dua tersenyum tipis dengan penampilan yang berubah drastis. Yah, Aruna harus kembali ke masa lampau dengan pakaian sederhana dengan wajah polos.

__ADS_1


"Kamu? Tidak. Ini tidak mungkin," sanggah Dion dengan wajah yang memucat seperti melihat hantu, membuat Aruna harus menahan diri untuk tidak mengikuti gejolak balas dendam nya kembali.


Aruna mengangkat tangan, lalu Keano memberikan sebuah file putih, kemudian file itu dibuka, "Proyek real estate jalan xxx dengan nominal 5 miliar atas nama Tuan Mahen Aska. Proyek Mall Kencana dengan nominal 3 triliun atas nama Nyonya Ria Arsya. Masih banyak lagi yang belum disebutkan dengan kasus penggelapan dana yang kamu lakukan. So, of course. Semua bukti sudah mereka miliki dan satu lagi yang harus kamu ingat."


"Bukti pelecehan yang kamu lakukan. Jauh lebih banyak dibanding bukti penggelapan dana yang menjadi sumber kesenangan mu. Tenang saja, disana kamu akan mendapatkan treatment yang sangat baik atas semua prestasimu. Oh ya, satu lagi. Setiap kali kamu melihat wanita, bukankah hanya hawa panas di tubuh yang selalu menjalar. Pernahkah sekali saja kamu berpikir. Wanita yang kamu nikmati merupakan putri seseorang atau adik seseorang dan bahkan istri seseorang?"


"No. Kamu adalah monster dan tempatmu hanya pantas di penjara. Pak, silahkan bawa pria baj!ngan itu dan pastikan hukumannya setimpal."


Kali ini, Aruna mengeluarkan semua unek-unek di dalam hatinya. Wanita itu tidak menyisakan sedikitpun rasa dendam ataupun kebencian pada Dion. Meskipun, ingin membuat pria itu menjadi dendeng. Tetap saja, dia memilih untuk membiarkan pria itu dipenjara dan menerima hukuman sesuai hukum yang berlaku. Sekarang yang terpenting keluarganya aman dan tidak memiliki benalu hidup.


Penangkapan Dion Abizar. Sungguh membuat keluarga itu bernafas lega, tapi Aruna masih belum lega. Wanita itu menyadari sesuatu yang harus diselesaikan setelah satu masalah berakhir. Dimana ia harus melakukan satu langkah lagi untuk menyelesaikan semua dan hidup damai bersama keluarga tercinta. Akan tetapi, kehidupan masa depan mulai ia rajut secara perlahan.


Malam ini menjadi malam terakhir untuk Dion menghirup udara bebas karena pria itu harus meninggalkan rumah mewahnya. Rumah yang selama ini menjadi tempat bersenang-senang dan menjadi penghuni di balik jeruji besi. Akan tetapi, berhubung rumah itu menjadi tempat TKP. Maka, beberapa waktu selama pemeriksaan dan penyidikan berlangsung. Pihak kepolisian menyarankan agar seluruh anggota keluarga tidak menempati rumah itu.

__ADS_1


Aruna memutuskan mereka akan tinggal di villa. Dimana dulu tempat itu digunakan untuk membesarkan dan mendidik si kembar.


__ADS_2