Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 87: KECELAKAAN? - PASIEN!


__ADS_3

Dilema yang dialami Ano membuat pria itu semakin dilanda rasa penasaran. Sementara ketegangan menyelimuti dua insan yang kini harus menghindar dari serangan dadakan.


"Belok kanan, dan masuk ke gang sisi barat!"


"Nona, remnya blong!"


"WHAT'S?!"


Belum sempat berpikir untuk mencari jalan keluar. Sebuah mobil sedan dari arah berlawanan melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Sontak membuat sang sopir membanting setir ke arah kanan dimana di seberang jalan ada sebuah pohon besar dengan gunung pasir setinggi tiga meter. Keadaan mobil yang tidak stabil semakin diperparah. Ketika mobil dari arah belakang tetap saja sengaja menerjang hingga menyenggol bagian bagasi.


Mobil yang tidak lagi bisa dikendalikan berputar-putar hingga berakhir masuk ke dalam tumpukan pasir. Dua penumpang di dalamnya berulang kali terbentur mengakibatkan luka fisik yang cukup parah. Sementara sedan yang ikut oleng akibat terkejut mengerem dadakan dengan detak jantung yang berpacu cepat.


"Astaga, apa barusan aku selamat dari kecelakaan?" tanyanya pada diri sendiri.


Sabuk pengaman segera dilepaskan agar ia bisa bergerak leluasa. Tetapi netra matanya tak sengaja melihat mobil di belakang sana menyusup ke dalam pasir dengan body belakang mobil cukup rusak parah. Tanpa berpikir panjang. Penumpang mobil sedan itu keluar dari mobilnya, lalu berlari menghampiri mobil yang mengalami kecelakaan.


Keadaan sekitar yang cukup sepi, memudahkan dia untuk membantu penghuni mobil yang mengalami kecelakaan. Ia berusaha membuka pintu yang ternyata terkunci. "Hey, apa kalian baik-baik saja?"


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


"Buka!" teriaknya seraya menggedor kaca mobil.


Tak ada jawaban, membuat orang itu mendekati jendela melihat bagaimana situasi di dalam mobil. Pantas saja tidak ada pergerakan. Dua penumpang sudah tidak sadarkan diri dengan beberapa luka yang mengalirkan darah segar. Sontak ia memilih kembali ke dalam mobilnya sendiri untuk mengambil linggis dari bagasi mobil.


Satu jam kemudian.


"Aku ada dimana?" tanya seorang pasien yang baru saja mulai membuka matanya.


"Dok, dimana aku?" tanya pasien itu sekali lagi.


"Di klinik Cahaya. Istirahat dulu, ya! Keadaanmu benar-benar harus istirahat total, luka di kakimu juga sudah diperban baru." jelas Sang Dokter membuat pasien itu melihat sekelilingnya.


Semua serba putih, kecuali bajunya yang berubah menjadi warna biru langit. Sesaat ingatannya kembali pada beberapa waktu yang telah berlalu. Dimana mobil yang ditumpangi mengalami kecelakaan fatal, tapi di dalam mobil itu bukan hanya ada dia saja. Tetapi ada sang sopir juga, lalu bagaimana keadaan pria itu saat ini?


"Dok, dimana pasien lain yang datang bersamaku?" tanya pasien itu menghentikan dokter memeriksa denyut nadi nya.

__ADS_1


"Siapa? Maaf, tapi yang datang melakukan pengobatan hanya kamu saja. Tidak ada pasien lain." Dokter tersenyum, "Oh, jangan-jangan yang kamu maksud pria bule di luar sana, ya?"


Pasien itu menaikkan satu alisnya. Ia tidak paham apa maksud si dokter. Bukankah yang ditanyakan adalah tentang sopirnya. Lalu kenapa berganti pria bule? Lagian sopir itu asli keturunan jawa. Benar-benar membingungkan saja.


"Tunggu sebentar! Akan ku panggilkan orang yang membawamu ke klinik. Sementara itu istirahat dulu, ok." ucap Sang Dokter berbalik lalu berjalan meninggalkan ruangan pemeriksaan.


Apa supir ku berubah wajahnya? Mana mungkin begitu. Astaga dimana ponselku? Sekarang, bagaimana aku menghubungi yang lain? ~batin pasien itu berusaha bangun, tetapi baru saja bergerak. Rasa jarum yang ditusuk begitu menyiksa isi kepalanya.


"Awww....,"


"Hey, apa yang kamu lakukan?" Seorang pria langsung berlari menghampiri brankar pasien, alih-alih kedua tangannya menahan tubuh wanita yang memejamkan mata dengan menggigit bibirnya.


"Apa kamu baik-baik saja? Pasti sakit sekali, ya. Jangan bergerak dulu, biarkan tubuhmu istirahat. Dok, bukankah Anda bilang....,"


"DIAM!"


Galak bener nih, cewek. Lagi pms kali, ya? Sayangnya beneran cantik, gak ada bedanya dengan cewek di negaraku. ~batin pria bule itu nyengir karena seruan keras sang pasien.


Ketika mata pasien itu terbuka, membuat pria bule tertegun terpesona. Tanpa ia sadari tangannya terangkat, "Boleh kenalan?"

__ADS_1


__ADS_2