Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 111: PENJELASAN DARI ARUNA


__ADS_3

Aruna memejamkan matanya, sungguh suara pengaduan Aurel menyayat hatinya. Tidak disangka, satu keputusan menjadi hantaman di dalam kehidupan sang adik. Andai waktu bisa diulang, ia memilih untuk tetap bertarung tanpa harus menghilang. Namun, semua sudah terjadi. Hari ini hanya ada penyesalan mendalam, "Kakak janji akan selalu bersamamu."


Pertemuan kakak beradik itu menjadi rasa haru, tapi itu tak berlangsung lama. Ketika Tanca menyadari ada tatapan yang diselimuti amarah tertuju padanya. Siapa lagi jika bukan Kenzo yang ternyata tak sengaja melihat kedatangan wanita itu dan memilih untuk memeriksa. Apakah penglihatannya salah atau tidak. Benar saja, wanita yang ia rindukan berdiri di depan.


"Kamu kembali, tapi untuk apa?" tanya Kenzo begitu sinis, membuat Aruna hanya tersenyum tipis dan melepaskan pelukan sang adik.


Aurel menahan tangan Aruna agar tidak mendekati Kenzo. Jujur saja, ia takut jika pria itu akan melakukan sesuatu di luar kendali. Setelah beberapa bulan memendam rasa yang bisa dikatakan dipenuhi kekecewaan. Bukan tidak mungkin, tunangannya bisa melampiaskan amarah yang terpendam. Akan tetapi, sang kakak justru melepaskan tangannya, lalu tetap berjalan menghampiri pria yang bermata merah.


Kini Kenzo berhadapan dengan Aruna. Setelah sekian lama. Akhirnya tatapan mata keduanya terpaut menjadi satu. Terlihat jelas sorot mata kesedihan kekecewaan, kemarahan, ambisi dan juga obsesi. Masih jelas terpancar dari mata Kenzo. Namun berbeda lagi dengan tatapan mata Aruna. Dimana wanita hamil itu bersikap lebih lembut, lebih tenang seraya memberikan senyuman lebih manis.

__ADS_1


Aruna mengulurkan tangan kanan, lalu ia berusaha untuk bersikap baik, "Aku kembali, tapi tidak untuk memintamu memaafkanku. Apapun yang telah kulakukan. Semua itu adalah kesalahanku. Aku berharap, kamu belajar untuk mencintai adikku. Rasa sakit dan kecewa di hatimu, tidak bisa ku obati karena aku memang yang melukaimu. Atas semua yang telah terjadi...,"


Aruna menjeda ucapannya karena ingin memberikan waktu pada Kenzo agar mencerna ucapannya baik-baik. Semoga pria itu mau mendengarkan. Tanpa harus mengeluarkan emosi. Meski harapan itu sangat kecil. Tetap saja masih ada rasa percaya untuk pria di depannya. Pria itu perlahan menjadi lebih baik. Meskipun tingkat keegoisan jauh lebih tinggi dari sebelumnya.


"Kenzo kehidupan ini akan tetap sama. Dimana kamu, aku, Ano, Bee dan Mami tetaplah keluarga. Akan tetapi, setelah malam itu. Aku tidak bisa untuk selalu memberikan kamu rasa yang sama. Semua ini hanya karena satu hal. Bayi di dalam kandunganku tidak bisa memberikan hak kepadamu sebagai seorang kekasih. Kamu boleh membenciku karena apa yang kulakukan atau marah dan cukup lampiaskan padaku."


Kenzo menatap Aruna tanpa berkedip. Pria itu tak menyangka. Setelah sekian lama. Justru semua kata-kata berbalut duri keluar dari mulut wanitanya. Jujur saja, iya bahagia bisa melihat wajah yang selama ini di rindukan dan juga dinanti. Namun, satu hal yang membuatnya lebih jauh kecewa. Kondisi Aruna yang tengah berbadan dua dan itu, seperti skot jantung. Padahal hari ini, akan dilangsungkan konferensi pers untuk membuat pengumuman tentang pernikahannya.


Entah semua itu telah direncanakan atau bagaimana. Disini sepertinya hanya dia yang terluka bukan orang lain. Itulah yang ada dipikir seorang Kenzo. Tanpa pria itu sadari. Sebenarnya dari semua tragedi dan yang bergulir selama beberapa bulan. Justru Aurel lah yang paling terluka. Wanita itu harus menerima penghinaan dan juga ketidaksukaan dari si kembar.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, kenapa kamu kembali dan untuk apa. Jika mungkin pergilah sejauh mungkin! Aku tidak ingin melihat wajahmu, lagi," Ujar Kenzo, lalu memalingkan wajah ke arah lain membuat Aruna hanya tersenyum setipis.


"Baiklah aku akan pergi, tapi jangan pernah tanya. Kenapa aku tidak akan pernah kembali, lagi," Aruna sengaja mengiyakan permintaan Kenzo tanpa berpikir dua kali.


"Kak! Kakak sudah janji untuk tetap bersamaku. Jika kakak keluar dari pintu itu, maka aku juga akan ikut pergi bersama kakak. Tidak peduli dengan yang lain," Sambung Aurel benar-benar tidak ingin kehilangan kakaknya kembali.


Aruna mengangkat tangan agar adiknya diam sejenak dan membiarkan waktu hanya milik dia dan juga Kenzo. Saat ini, dia paham. Jika pria di depannya masih berusaha untuk menghindari kenyataan. Sementara itu, Keano baru saja masuk ke ruangan ganti hanya untuk memeriksa bagaimana keadaan sang istri. Akan tetapi, situasi di ruang ganti terlihat begitu tegang dan sebagai seorang saudara. Dia tahu apa yang dirasakan Kenzo saat ini.


"Kenzo, kenapa kamu belum bersiap? Bersiaplah! Sebentar lagi waktunya untuk konferensi pers," kata Keano berusaha mengingatkan dan menetralkan situasi yang cukup menegangkan.

__ADS_1


__ADS_2