Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 41: Ballroom Hotel Kencana


__ADS_3

Wajah dengan senyuman puas dan sinis menatap kearah sampingnya. Dimana Vio terkapar akibat ulahnya. Sejenak ditatap nya tubuh penuh stempel merah itu. "Kamu sangat liar, tapi bukan tandingan ku. Thanks buat upahmu. Sekarang tugasku selesai."


Sang pengawas memunguti pakaiannya lalu memakainya kembali. Tak lupa mengambil ponsel dan jam tangannya. Senyuman puas sang pengawas berubah menjadi smirk. Satu pesan di ketik, dan dikirimkan pada seseorang.


"Done." gumam sang pengawas melirik ke ranjang dan berjalan meninggalkan kamar remang itu.


***


Malam hari, di dalam ballroom hotel Kencana telah di dekorasi dengan mewah. Lampu gantung kristal putih terpasang di atas sana dengan kilauan yang mempesona. Rangkaian bunga matahari bersatu dengan bunga lili putih, tak lupa bunga krisan serta bunga mawar merah yang memenuhi setiap vas bunga di atas meja para tamu undangan.


Pukul delapan malam.


Para tamu mulai berdatangan membawa kartu undangan online yang dikirim secara dadakan dari pihak penyelenggara acara malam ini. Para tamu wanita bergaun putih dengan pasangan mereka yang memakai pakaian formal putih jas biru navy.


"Wah, mewah sekali dekorasi ballroom nya," decak kagum para tamu yang diarahkan ke tempat duduk masing-masing oleh para pelayan hotel yang bertugas malam ini.


"Benar mewah dan menakjubkan. Nyonya Abizar selalu memberikan yang terbaik di setiap moment hidupnya." balas tamu undangan lain dengan binar mata terpesona.


Sementara di dalam kamar VVIP dari pantulan cermin besar terpantul wajah dewi kayangan dengan gaun pesta bermotif bunga, hiasan di atas kepala dengan rambut terurai panjang menyisakan surai di depan. Tanpa memakai aksesoris kalung ataupun gelang berdiri di depan cermin melihat pantulan nya sendiri.


"Kakak terlihat cantik sekali." Puji Sang Devil menatap wanita di depannya.


Tanca tersenyum tipis, bahkan senyumannya hampir tak terlihat. "Bee, are you okay?"

__ADS_1


Sang devil menunduk dengan helaan nafas panjang, lalu mengangkat wajahnya menatap Tanca dengan lembut. "Everything for you. I can do it, just for you." (Semuanya untuk Anda. Saya bisa melakukannya, hanya untuk Anda.)


Tanca memeluk Sang devil dengan erat sembari mengusap punggung adiknya itu dan balasan yang sama diterimanya, membuat kedua wanita itu larut dalam pelukan kekuatan.


Ceklek!


"Syukurlah, kalian sudah siap. Ayo, sudah waktunya." ucap Nyonya Abizar yang memasuki ruang ganti calon menantu keluarga Abizar.


Pelukan dilepaskan, dan keduanya mengangguk.


Kini ketiga wanita berbeda usia berjalan bersama menyusuri lorong hotel menuju ballroom. Namun, dari arah lain Tanca melihat seseorang memberikan kode padanya.


"Bee, Mami pergilah ke ballroom duluan! Aku ada pekerjaan sebentar," Tanca melepaskan tangannya dari nyonya Abizar.


"Aku akan datang tepat waktu, tapi ini emergency." ucap Tanca.


Tanpa menunggu jawaban, wanita itu berjalan meninggalkan Nyonya Abizar dan Sang devil. Langkah kaki jenjang itu hilang di balik koridor barat bersama seorang pria dengan pakaian serba hitam memakai topi kebesaran.


"Nyonya, apa ini tidak buru-buru....,"


Nyonya Abizar menepuk tangan Sang devil. "Jangan hancurkan kepercayaan ku. Aku membawa kalian demi cucuku. Harta yang ku punya bukanlah hal utama, tapi tidak dengan nyawa Ken dan Ano. Ayo!"


Sang devil tersenyum sembari menahan emosi di dalam hatinya. Keduanya berjalan memasuki ballroom hotel dan disambut sorakan riuh para tamu undangan.

__ADS_1


Tatapan mata tertuju pada wanita yang berjalan di samping nyonya Abizar. Kagum dengan kecantikan wanita itu. Suara bisik-bisik cukup mengubah suasana kembali menjadi ramai.


Belum usai dengan kekaguman untuk wanita yang kini duduk di kursi panggung. Dari arah pintu utama ballroom dua pria tampan memasuki ruangan dengan tatapan dingin.


"Sayang sekali, duo K harus bertunangan malam ini. Jika tidak, sudah pasti aku akan melamarnya untuk putriku." ucap salah satu tamu dengan kesibukan mengabadikan momen langka itu.


"Kamu ini, putri kita bahkan masih SMA." balas Sang suami dengan gelengan kepala tak paham isi hati istrinya itu.


"Apa kalian tahu siapa calon pewaris Royal Diamond? Dengar-dengar dari kalangan biasa." cetus tamu lain.


"Jangan-jangan wanita di TV itu, iya gak sih.....,"


"Para hadirin Yang Terhormat. Mari kita sambut tuan rumah malam ini," Sang MC memindahkan mic ditangan kiri dengan tangan kanan mempersilahkan duo K untuk naik ke atas panggung. "Tuan Keano Dion Al Abizar bersama saudara kembarnya, Tuan Kenzo Dion Al Abizar."


Suara riuh tepuk tangan memenuhi ballroom. Duo K bahkan tidak tersenyum apalagi terlihat bahagia, tapi keduanya tetap bersikap profesional.


"Nak, senyumlah. Ini bukan hari kematian," Nyonya Abizar berbicara dengan suara pelan, tapi cukup di dengar kedua cucunya itu.


"Baiklah, saya persilahkan Nyonya Abizar untuk memberikan sepatah dua patah menyambut hari bahagia kedua pewaris bisnis keluarga Abizar." Sang MC mundur, membiarkan anggota tertua keluarga Abizar untuk menyampaikan isi hatinya.


Nyonya Abizar mengaktifkan earphones di telinganya, lalu berdiri. "Selamat malam, semuanya. Malam ini tidak ada bisnis, melainkan hanya cinta kasih. Semua orang pasti menantikan kabar bahagia. Begitu pula dengan saya. Terimakasih atas kehadiran kalian dalam momen berharga keluarga Abizar. Mari langsung mulai saja acara tukar cincin pewaris Royal Diamond."


"Kenzo Dion Al Abizar, bersama Au....,"

__ADS_1


"Hentikan! Tuan Kenzo harus bertanggung jawab atas pelecehan yang dia lakukan!" seru seseorang dari pintu utama ballroom, membuat semua orang berdiri dan menatap ke arah sumber suara si pengacau acara.


__ADS_2