Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 24: Cukup dengarkan! - Aku jelaskan


__ADS_3

Satu jam kemudian....


"Okay, terimakasih untuk semuanya. Sekali lagi selamat untuk Ibu Yolanda. Selamat bergabung bersama Royal Diamond, dan untuk kalian tingkatkan lagi. Semoga bisa bekerja sama di lain waktu." ucap Tanca mengulurkan tangan ke arah wanita yang umurnya jauh di atasnya.


Ibu Yolanda menyambut tangan Tanca dengan sopan, "Terima kasih atas kesempatan serta kepercayaan kalian, saya permisi."


"Mari saya antar," tawar Tanca dengan lembut.


"Tidak perlu, Nona Angel. Saya....."


Ceklek.....


"Hey pagi, semuanya. Maaf saya terlambat,"


Nafas ngos-ngosan dengan rambut basah muncul tanpa permisi, membuat Ibu Yolanda berhenti bicara. Sedangkan Tanca menggelengkan kepalanya, tapi ketegangan mulai terasa. Tanca melirik ke arah samping dimana Keano berada.


Benar saja, wajah Ano sudah datar dengan smirk di bibirnya. Hanya helaan nafas yang bisa di lakukannya. Terkadang membiarkan si kembar berkomunikasi tanpa gangguannya adalah jalan terbaik. Terlebih ibu Yolanda tidak akan paham dengan situasi si kembar.


"Bu, mari saya antar. Sekalian saya jelaskan poin penting untuk kerja sama kita." Tanca mempersilahkan Ibu Yolanda berjalan di depan.

__ADS_1


Ibu Yolanda mengangguk, membereskan dokumennya dan menyambar tas jinjingnya. Langkahnya berjalan di depan di ikuti Tanca. Saat berjalan di samping pria yang datang dengan penampilan amburadul, langkah Tanca terhenti sesaat.


"Cukup dengarkan, dan jangan membantah!" bisik Tanca membuat pria itu melirik wanitanya dengan tatapan memelas.


Tanca berjalan menyusul Ibu Yolanda, tangannya membuka pintu lalu meninggalkan ruangan rapat. Kini di dalam ruangan hanya ada dua pria yang saling diam tanpa sapaan. Hingga pria amburadul berjalan mendekati saudaranya itu.


"Stop! Give me reasons. (Berhenti! Berikan aku alasannya.)" tukas Keano menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Kenzo melepaskan jaket yang menutupi kemeja kerjanya. Jaket terjatuh ke lantai membuat percikan darah terlihat mewarnai sebagian kemeja depan dan itu sukses mengubah ekspresi Keano seratus delapan puluh derajat. Pria yang duduk di kursi kerjanya itu langsung berdiri, lalu berjalan cepat menghampiri Kenzo.


"What happen?" tanya Keano memeriksa tubuh Kenzo dengan mata khawatir.


Keano membekap mulut Kenzo, "Hmmm. Aku tidak ingin membahas masalah itu. Katakan apa yang terjadi padamu, dan darah siapa ini?"


Kenzo menarik tangan Ano dari bibirnya, lalu melangkah dan menarik satu kursi. Tak lupa satu botol air mineral dibuka dan diteguk tanpa jeda. Jelas terlihat pria itu kehausan.


"Haaah, leganya." ucap Kenzo mengelap keringat di kening dengan telapak tangannya.


Keano masih setia menunggu penjelasan saudaranya itu, dan memilih berdiri di depan Kenzo. Mendapatkan tatapan serius, membuat Kenzo menyadari tengah di nanti untuk menjelaskan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Okay, Aku jelaskan. Tadi aku sudah berangkat menuju kantor, tapi ditengah perjalanan ada orang main lewat begitu saja di depan mobilku. Jadi tabrakan terjadi, tenang. Aku sudah bertanggungjawab dengan membawa korban ke rumah sakit dan semua biaya sudah ku tanggung." jelas Kenzo tanpa panjang kali lebar.


Keano berjalan mendekati Kenzo dengan wajah sulit di artikan. Melihat wajah Ano yang aneh dan siap menerkam, membuat Kenzo menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Greeb....


"Lain kali hati-hati, dan jangan ikuti emosimu!" bisik Keano setelah merengkuh tubuh Kenzo ke dalam pelukan nya.


Tanca yang masuk dengan perlahan tersenyum melihat bagaimana Kenzo bisa mengendalikan emosinya. Si kembar memang memiliki sifat dan sikap yang saling melengkapi. Meskipun dirinya memiliki tujuan tersendiri, tetap saja kebersamaan si kembar tidak akan dirusak olehnya.


"Ekhem! Apa kalian melupakan aku?"


Tanca berjalan mendekati si kembar dengan mimik wajah cemburu, serta bibir cemberut. Namun, duo K tengah mode mellow membuat keduanya merentangkan tangan mereka secara bersamaan. "Kemarilah!"


Warna merah darah mengalihkan perhatian wanita itu. Niatnya ingin menggoda justru berubah menjadi cemas dengan keadaan Kenzo. Langkahnya berjalan semakin cepat lalu memeriksa dada Kenzo. Tapi, pria yang diperiksa justru tersenyum manis.


"Darah? Darah siapa ini?" tanya Tanca serius.


"Itu....,"

__ADS_1


__ADS_2