Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 35: Gang Rawan


__ADS_3

"Skandal baru saja dimulai. Keamanan kalian harus ditingkatkan. Ano hubungi orang mu untuk menjaga Villa Flow, dan Ken hubungi para owner media massa!" Tanca masih melajukan mobil dengan kecepatan standar agar tidak dicurigai siapapun.


Duo K melakukan perintah Tanca tanpa bantahan, sedangkan sang devil masih waspada mengawasi perjalanan. Situasi rawan seperti saat ini justru memudahkan lawan untuk melakukan penyerangan. Terlebih berita tabrak lari yang dilakukan Kenzo sudah terkuak di semua media.


"Bee, arah jam dua!'' tukas Tanca memberikan peringatan.


Laju mobil semakin dipercepat. Jalan menuju tujuannya masih memerlukan waktu tiga puluh menit. Sedangkan situasi saat ini mereka tanpa pengawal kecuali sang devil. Dari arah jalan utama, Tanca mengubah arah jalan dengan memasuki sebuah gang yang terkenal cukup rawan.


"Tanca?" Kenzo paham benar dengan gang yang dimasuki wanitanya.


Satu kedipan mata dari spion tengah menerbitkan senyuman tipis di bibir Ano. Pria itu tahu benar jika Tanca tidak mungkin bertindak gegabah. Terlebih ketika bersama pewaris RDC.


Pluk!


"Tenanglah! Kita semua akan bekerjasama jika terjadi sesuatu." ucap Ano setelah menepuk pundak saudaranya.


Mobil masih menyusuri jalanan gang rawan. Hanya berselang beberapa menit, beberapa mobil nampak mengikuti mobil Tanca. Bukannya tegang apalagi cemas, wajah wanita itu justru menerbitkan smirk yang membuat duo K melting terpesona. Sementara sang devil hanya bisa menatap pemandangan itu dengan wajah datar.


Satu tangan kiri masih fokus menyetir, sedangkan satu tangan kanannya sudah bersedia dengan senjata api yang tergenggam sempurna. Kaca mobil perlahan diturunkan, lalu Tanca dan sang devil saling tatap sejenak dengan anggukan kepala secara bersama.


Kedua tangan dengan senjata keluar dari dalam mobil, dengan pistol terarah ke langit.

__ADS_1


Dorrr!


Dorrr!


Dua tembakan itu menjadi sinyal, tapi ntah untuk siapa. Tanca kembali menarik tangannya lalu menambah kecepatan gas, membiarkan mobil melaju melebihi batas normal hingga gang dengan panjang tiga puluh meter itu terlewati tanpa hambatan berarti.


Sementara di gang rawan para mobil yang mengejar mobil Tanca sudah dihadang dengan kawanan manusia ninja hitam dengan pedang panjang serta senapan laras panjang mereka.


Pertempuran pun tidak terhindarkan. Bercak merah berceceran di gang rawan dengan beberapa tubuh tak berdetak. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit pertarungan itu berakhir.


Seorang ninja dengan pakaian yang mengeluarkan aroma anyir bergegas mengambil ponselnya lalu mengirimkan sebuah pesan. Tidak akan ada yang melihat bagaimana ekspresi apalagi reaksi para ninja yang melesat meninggalkan tempat kejadian perkara seperti hembusan angin.


Triing!


"Done apanya?" tanya Kenzo kepo.


Sang devil melirik tajam ke arah pria satu itu, membuat tubuh kekar yang biasa nakal meringkuk di sebelah Ano. Saudara kembarnya hanya bisa menggelengkan kepala karena tingkah Ken sangatlah lupa situasi.


Satu hal yang pasti jika Ken tetaplah bersikap layaknya anak kecil ketika di depan Tanca dan sang devil. Tidak peduli seberapa sering hukuman yang diterima saudaranya itu, tapi tidak akan mengubah sosok seorang Kenzo.


"Ken, come on. Duduklah dengan benar!" Ano bukannya tidak suka dekat dengan Ken, tapi kemejanya ditarik sejak tadi.

__ADS_1


Kenzo mencebikkan bibirnya dan menghentikan tindakannya. Tanpa duo K sadari. Raut wajah sang devil berubah dengan tatapan meredup. Tanca melihat mata tajam itu berkaca.


"Ekhem! Siapa yang akan masak untuk makan siang?" tanya Tanca.


"Aku....,"


"Aku saja. Kalian bisa istirahat!" Sang devil menjawab dengan tatapan ke luar jendela dimana deretan rumah bernuansa sederhana berjejer rapi di pinggir jalan sana.


Tanca menambah kecepatan hingga sepuluh menit mobil telah memasuki kawasan elite dengan air mancur taman bunga matahari. Tidak ada yang bertanya kenapa mereka dibawa ke beda mansion. Terlebih setiap keputusan dari wanita pemegang kendali selalu tepat.


Gerbang tinggi dengan logo diamond terukir sangat manis terbuka otomatis ketika mobil terdeteksi sebagai pemilik mansion. Tanca menginjak rem mobil, lalu melepaskan sabuk pengaman nya.


"Turunlah!" titah Tanca.


Ke empat orang itu keluar dari mobil secara bersama-sama. Di depan sana sebuah mansion dengan nuansa elegan, dengan dinding kaca mengkilap. Mansion yang dibuat khusus untuk pelatihan orang-orang terpilih sang nenek.


Tanca melangkahkan kaki menuju taman dimana ada ayunan kayu dengan lilitan bunga lili sepanjang gantungan ayunan.


"Ano temani Nona Angel! Ken lakukan hukuman mu!" seru sang devil sebelum berjalan meninggalkan mobil.


"MD pleaseee....," rengek Ken.

__ADS_1


Ano menghampiri saudara kembarnya itu. "Ken, pergilah! Jangan pernah sia-siakan perjuangan Tanca. Berani berbuat maka kamu harus berani bertanggung jawab. Seperti apa kita saat ini. Semua karena wanita tercinta kita. Kamu paham 'kan?"


"You right, okay. Salam sayangku buat Tanca. Pastikan jangan sampai kepanasan dan segera masuk jika hujan!" pamit Ken dengan wajah tak terima. Akan tetapi tetap pasrah dengan peraturan.


__ADS_2