Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 76: Pelukan - Pak Mi


__ADS_3

Tatapan mata kakak beradik itu saling terpaut. Hingga satu kedipan mata Aruna, membuat Aurel mengalah. Sementara Ano tak paham kenapa posisinya hanya seperti patung, bahkan tidak bisa melawan ataupun mendebat setiap perintah dari Tanca.


Tiga puluh menit kemudian.


"Apa kamu serius? Rencanamu itu sama saja bunuh diri. Apa kamu dengar aku?" Ano memegang kedua bahu tunangannya dengan tatapan kecemasan, membuat Tanca mengangguk tanpa keraguan.


Anggukan kepala Tanca. Sontak membuat pria itu berbalik, lalu menendang kursi di depannya. "Damn it! Apa bedanya kamu dan wanita itu? Jika dia bisa menghabisi pelayan tanpa rasa bersalah. Bukankah kamu sadar, dia bisa melenyapkan dirimu tanpa rasa penyesalan?''


Melihat emosi Ano yang meluap, Tanca memilih menghampiri pria itu, lalu memeluk tubuh kekar itu dari belakang. Kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak yang kokoh seraya memejamkan mata. Perlakuan lembut sang tunangan, membuat Ano ikut memejamkan mata agar emosinya mereka.


Tidak ada lagi kata. Selain pelukan yang menenangkan kedua insan itu, sedangkan di dalam kamar pelayan. Michael tengah berbenah meletakkan semua barang sederhana yang sudah disaring oleh Aruna. Jangankan ponsel pribadi, semua pakaiannya pun berubah menjadi lusuh seperti orang merantau.


Sejenak Ia duduk di tepi ranjang dengan tatapan kosong ke depan. Dimana hanya ada sebuah lemari ukuran sedang dengan pintu terbuka lebar.


"Apa semua yang kulakukan sudah benar? Bagaimana perasaan kedua putraku, jika tahu ayah kandung mereka menjadi seorang pelayan? Apalagi perasaan ku masih saja mencintai Lea. Meskipun wanita itu sudah menelantarkan anak kami." gumam Michael seraya menghela nafas panjang.

__ADS_1


Tidak dipungkiri. Setelah sekian lama, pada akhirnya bisa bertemu dan melihat secara langsung seperti apa rupa putra kembarnya. Namun, dibalik semua itu, masih ada banyak pertanyaan yang selalu saja tidak mendapatkan jawaban. Termasuk pertanyaan, bagaimana cara sang penyelamat mengetahui semua masa lalunya.


Tok!


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya, dan langkahnya bergegas menghampiri pintu.


Ceklek!


"Saya harus keluar. Bisa antarkan?" tanya si pengetuk pintu dengan kedua tangan bersembunyi di balik saku celana.


Wajahnya tampan, dengan garis keturunan blasteran. Hidung mancung, tubuh kekar, bibir sexy, bulu mata lentik, alis tegas. Tidak ada kekurangan dari pahatan sempurna di depannya.

__ADS_1


Keano mengibaskan tangan kirinya di depan pria paruh baya yang kini menatap intens seperti melihat hantu saja. "Haloo? Apa kamu dengar, aku?"


"Eh, iya, maaf. Mari, Tuan." balas Michael mengulurkan tangan agar Keano berjalan terlebih dahulu.


Keano tak ambil pusing dengan karyawan baru yang kini ditugaskan untuk menjadi sopir pribadinya. Sekarang tidak harus selalu bersama Aruna yang notabene jauh lebih kejam saat melakukan kewajiban.


"Siapa namamu?" tanya Ano.


"Panggil saja, Pak Mi." jawab Michael, membuat Ano menghentikan langkah kakinya lalu berbalik menatap pria di belakangnya dengan alis terangkat.


"Anu, itu....,"


"Hentikan tatapan intimidasi mu! Cepatlah, kita sudah ditunggu client, Ken." Aurel yang sejak awal berdiri di ujung lorong sengaja memperhatikan interaksi kedua pria itu sampai dimana.


Helaan nafas Ken terdengar berat. Sudah pasti itu menimbulkan rasa penasaran Michael. Kenapa putranya terlihat tidak semangat? Bukankah sosok Keano adalah anak nakal? Lalu, kenapa hari ini terlihat pendiam dan terlalu bersikap tegang.

__ADS_1


Ketiganya berjalan menyusuri lorong belakang mansion. Dimana bagian belakang adalah tempat tinggal untuk para pelayan. Dari balik salah satu pilar, seseorang menguping percakapan singkat itu. Meskipun tidak paham apapun, tetap saja orang itu mengirimkan pesan singkat yang berisikan peristiwa di bilik para pelayan.


[Tuan, ada pelayan baru dengan nama Pak Mi. Menurut dari yang ku simak, pria tua itu bertugas menjadi sopir baru Tuan Muda.]~lapor orang di balik pilar melalui pesan whatsapp.


__ADS_2