Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 33: Gadis itu....


__ADS_3

"Ayo pergi!" seru pria itu dengan melambaikan tangan pada beberapa pria berseragam hitam yang setia mengawal kemanapun dirinya pergi.


Langkah kaki yang menjauh, dan berjalan keluar dari ruangan bernuansa hambar itu membuat si penghuni kamar bangun dari posisinya yang tersungkur mencium lantai dingin.


Aku harus melakukannya. Jika tidak, ibu tidak akan selamat. Yah, sekarang aku tidak boleh lemah. Ibu tunggu aku. ~ batinnya dengan menyeka darah segar di sudut bibir nya.


Keadaan yang lemah tak membuat gadis dengan penampilan amburadul itu menyerah. Di saat gadis itu berusaha berdiri. Pintu terbuka dan seorang suster masuk dengan langkah sedikit berlari membantu pasiennya. "Ada apa? Kenapa bisa sampai di sini?"


"Sus, berapa biaya rumah sakitnya?" tanya gadis itu mengalihkan pertanyaan sang suster.


"Duduklah! Aku akan panggil dokter....,"


Tangan sang suster ditahan gadis itu. Sontak sang suster berhenti dari niat hatinya untuk meninggalkan pasiennya. "Biaya sudah ditanggung oleh pria penabrak....,"


"Baik, makasih Sus. Saya akan keluar dari rumah sakit." ujar gadis itu seraya menatap setiap sudut ruangannya, suster paham apa yang dicari gadis itu lalu membuka satu laci de sebelahnya.


Satu bungkus plastik putih diambil, dan diserahkan ke pasiennya. "Ini yang kamu cari?"


"Benar, Sus." jawab sang gadis membuka plastik itu, lalu mengambil ponsel serta dompetnya.


"Istirahatlah, Aku akan panggil dokter sebelum kamu keluar dari rumah sakit." tukas si suster dan hanya mendapatkan anggukan kepala sang gadis.


Langkah suster berjalan menjauhkan diri dari pasiennya meninggalkan ruangan, membuat gadis itu bergegas turun dari brankar dengan pakaian rumah sakit yang masih melekat serta tanpa alas kaki.


Diam-diam langkahnya berjalan meninggalkan ruangan rawat, dan menyusuri lorong rumah sakit. Hingga lima belas menit baru lah dirinya bernafas lega karena telah sampai di gang sebelah melalui lorong belakang rumah sakit.

__ADS_1


Ponselnya sudah diletakkan di telinga, "Ayolah cepat angkat."


Tuuut!


Tuuut!


"Ouh ****! Das@r baj!ngan, awas saja nanti....,"


Cuuuit!


Cuuuit!


Suara siulan dari samping di belakang pohon mengalihkan perhatian gadis itu. Suara yang sangat familiar, membuat gadis itu berlari kecil menghampiri pohon beringin yang rindang. Belum sempat mengumpat, tubuhnya sudah disambar tangan bertato elang.


"Empptt....,"


"Ayo, akan ku antar pada tujuanmu. Jangan lupa bayaran ku." cetus tangan bertato elang setelah melepaskan tautan bibir keduanya.


"Dasar buaya! Main nyosor saja, bibirku perih tahu....,"


Smirk di bibir pria itu terlihat jelas. "Jangan mengumpat ku! Mau ku buat kau terbaring di sini?!"


"Gelap, cepatlah!" Gadis itu membenarkan pakaiannya dan berjalan keluar dari balik pohon.


Greeb!

__ADS_1


Pelukan ringan kembali menarik tubuh gadis itu ke balik pohon.


"Ayolah, Putra! Aku tidak punya waktu lagi. Jangan sampai terjadi sesuatu pada ibuku....,"


Satu jari di bibir, membuat sang gadis menghela nafas.


"Sebulan, bagaimana?'' tanya si pria menatap mata gadisnya.


Mata terbelalak dengan bibir mencebik. Namun, dirinya tak punya pilihan lain demi menyelamatkan sang ibu dari lintah darat pemeras kerja kerasnya selama ini.


"Setuju, setelah aku selesai misi ku. Tubuhku milikmu sebulan tanpa sentuhan orang lain." jawab sang gadis, membuat pria itu tersenyum puas dan melepaskan tangannya yang melingkar sempurna mengapit tubuh pemuas hasratnya itu.


Keduanya keluar dari balik pohon dan berjalan meninggalkan tempat itu.


Dua jam kemudian....


Di depan sebuah gedung bertuliskan Gheisha TV. Sebuah mobil terparkir di seberang jalan dengan dua orang penumpang yang mengamati keadaan sekitar. Satu wajah terlihat santai dan satunya lagi masih sibuk meremas jarinya.


"Pergilah! Ini bukti yang kamu inginkan. Ingat jangan gugup dan pastikan semua lancar." tukas si sopir memberikan satu amplop coklat ke penumpang di sebelahnya.


Amplop diterima, "Aku....,"


Plaak!


...****************...

__ADS_1


Maaf READER'S, seharusnya kemarin up dobel tapi review bahkan masih belum usai 🥺


Happy Reading reader's 📖


__ADS_2