Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 47: Penjelasan Tanca


__ADS_3

Tuut!


Tuut!


"Sekarang bagaimana, Ka?" tanya Aurel meletakkan ponselnya di atas meja.


"Kamu cukup fokus jaga Kenzo, Bee!Sementara si monster akan menjadi urusanku." jawab Tanca.


"Ka!" protes Aurel.


"Tidak kali ini, Bee. Jangan gegabah!" tegas Tanca menatap serius adiknya.


Aurel mencebikkan bibir, keputusan kakaknya sungguh tidak adil. Namun, jika melawan. Bisa dipastikan akan ada masalah baru tanpa disadari.


"Lalu, apa kakak akan bantu Ken untuk memperjuangkan posisi Lea?"


Tanca duduk di sofa lalu menuangkan air kedalam gelas di atas meja.


Cuuur!

__ADS_1


"Ka, airnya tumpah!" cetus Aurel dan bergegas menghentikan mengambil alih teko kaca dari tangan Tanca.


Tangan yang basah, membuat Tanca menarik tisu dan mengelap tangannya. "Keadaan Lea sama seperti air ini, dia sendiri yang memulai tanpa mau berhenti. Beruntung ada kamu yang menghentikan aku, jadi tumpahan air tidak terlalu banyak. Akan tetapi berbeda dengan wanita itu, tidak ada yang menghentikan langkah kakinya."


"Apa maksud kakak, aku harus membantu Lea melalui Kenzo?" terka Aurel dan ikut duduk di sebelah kakaknya.


Tanca mengambil tisu, tanpa hitungan lembar. Bahkan isi setengah kotak tisu seperti sengaja dikeluarkan, lalu tisu di tangannya itu di bagi menjadi dua. "Ambillah!"


"Untuk apa ini, Ka?" tanya Aurel bingung.


Tanca mengelap tumpahan air dengan tisu di tangannya, dan benar saja. Semua tumpahan air terserap tanpa meninggalkan bekas. "Terlihat sudah kering. Nyatanya tidak seperti itu."


"Seperti itulah keadaannya." Tanca mengambil tisu dari tangan Aurel. "Kenzo hanyalah awal dari jalan hidup Lea agar kembali baik, tapi semua kembali pada wanita itu. Kita tahu jika Lea sangat mencintai Dion."


"Kenapa kita tidak bicara langsung saja dengan Lea tentang keburukannya Dion?" cetus Aurel spontan.


Tanca terkekeh kecil mendengar kepolosan adiknya itu. "Lea tidak sepolos sikapnya selama ini sayang. Dia tengah berproses menjadi wanita pendendam. Kakak memintamu menjadi pasangan Ken, karena hati Ken berbeda dengan hati Ano."


"Maksud kakak apa?" tanya Aurel bingung.

__ADS_1


"Malam dimana untuk pertama kalinya, aku bertemu si kembar. Aku melihat dengan jelas mata Lea tidak memiliki belas kasih sayang. Memang benar Dion penyebab utamanya, tapi Lea juga ikut dalam rencana monster itu." Tanca menghela nafas, seraya menyatukan serpihan ingatan masa lalunya.


"Setelah si kembar mendapatkan perawatan di rumah sakit, aku tidak sengaja melihat Lea mengendap-endap memasuki ruangan rawat, dan aku mengikutinya. Wanita itu menyuntikkan sesuatu ke dalam selang infus, senyuman tipis dengan tatapan menerkam tidak akan pernah ku lupakan. Awalnya aku senang, karena aku berpikir monster itu memiliki banyak musuh yang ingin balas dendam. Ternyata aku salah, ketika suara percakapan dari luar, membuat ku sadar. Jika Lea adalah ibu si kembar."


"Kakak yang mencabut selang si kembar, dan di saat bersamaan nyonya Abizar masuk dari pintu lain. Apa seperti itu?" sambung Aurel, membuat Tanca tersenyum manis seraya memberikan anggukan kepala.


"Nyonya Abizar hampir memerintahkan kepalaku dipenggal, tapi wanita paruh baya itu masih mau memberikan aku kesempatan untuk menjelaskan apa yang terjadi. Setelah disekap selama dua hari. Akhirnya aku dibebaskan, tapi dengan satu syarat, dan kamu tahu apa syaratnya." Tanca menghirup oksigen sebanyak mungkin agar lebih tenang.


"Kakak di gembleng menjadi pengasuh sekaligus bodyguard duo K, dan sebagai gantinya. Maka kakak mengajukan syarat calon istri dari salah satu pewaris Royal Diamond?" terka Aurel, membuat Tanca memejamkan matanya.


"Tidak, aku hanya mengajukan syarat agar tinggal di tempat lain, dimana tidak ada monster itu bersama istrinya. Nyonya Abizar setuju, karena beliau juga tahu putra dan menantunya hanya mencintai harta. Sayangnya, tidak seorangpun bisa mengambil alih kekuasaan, kecuali pewaris sah dari Royal Diamond yaitu duo K." jelas Tanca


Aurel menatap Tanca dari samping, "Apa nyonya Abizar tahu niat kakak?"


Tanca mengangguk, "Mami tahu siapa aku, darimana asal ku dan semua yang menimpaku setelah lima tahun aku bekerja. Mami tidak marah ataupun kecewa, justru menawarkan salah satu cucunya agar menjadi pendamping hidupku."


"Astaga, bagaimana bisa....,"


"Mami hanya meminta ku untuk menjaga si kembar, tapi seperti yang kamu tahu. Aku dan Ano sudah bersatu. Tidak mungkin aku mengajari mereka hubungan tidak sehat, ketika hubungan itu ke jenjang serius. Aku yang menyarankan kamu sebagai pasangan Ken. Karena kakak tahu, kamu bisa mengimbangi sifat Ken yang kritis." Tanca menoleh ke arah Aurel dengan tatapan serius. "Bee, ini bukan tentang balas dendam biasa. Banyak monster seperti Dion diluaran sana, tapi tujuanku adalah menghapus monster bernama Dion Al Abizar."

__ADS_1


__ADS_2