
Pria itu berjalan mendekat dengan langkah terseret. Tanca memperhatikan bagaimana cara karyawannya berjalan. Kaki kanan pria itu seperti dipaksakan untuk melangkah, bukan hanya itu. Setelah mengamati dengan seksama. Tangan kiri pria itu bergetar tidak lazim.
Tanca berdiri dan memutari meja, lalu tangan kanannya menarik satu kursi.
"Duduk!"
"Non....,"
Tanca memberikan kode mata, membuat karyawan itu duduk di kursi. Wajah pucat sang karyawan perlahan membaik, membuat Tanca mengambil segelas air putih lalu memberikannya ke karyawan itu.
"Minumlah!" titah Tanca.
Karyawan itu menerima gelas dengan tangan kanan. Tegukan terdengar keras, seakan sudah lama tak menyentuh air minum. Hanya dalam hitungan detik, semua air putih berpindah ke perut pria itu. Gelasnya masih dipegang sang karyawan.
Tanca menarik satu kursi lagi, lalu duduk seraya menyambar map di atas meja. Map di buka dengan posisi duduk tegak layaknya seorang bos.
"Bisa jelaskan, apa maksud dari ini?!" Tanca menunjukkan laporan keuangan yang sangat membludak dan dari sekilas perhitungan saja sudah tidak masuk akal.
Karyawan itu menatap deretan angka di depannya, matanya kesana kemari seakan di awasi. Wajah yang tegang dengan bibir terkunci rapat, membuat Tanca paham jika pria di depannya itu tengah mengalami tekanan.
__ADS_1
"Ruangan dengan dinding pelindung otomatis. Kaca anti peluru, kedap suara serta bebas dari CCTV. Apa masih ada keraguan?" Tanca menjelaskan dimana pria itu kini berada agar merasa aman.
Tangan kanannya terangkat dan terulur meminta map dari Tanca. Map dikembalikan, pria itu meletakkan map nya di atas pangkuan. "Ini laporan bulan lalu, Pak Siv yang membuat laporan keuangan. Namun, beberapa karyawan mengubahnya dan memfitnat Pak Siv dengan penggelapan dana proyek event Mall Halley, " tunjuk sang karyawan berpindah ke urutan beberapa angka di baris terakhir.
"Sementara ini laporan keuangan bulan ini, bukan ini laporan aslinya. Sungguh saya tidak tahu kemana laporan itu saat ini, tapi....,"
Tanca menunjuk ke angka di barisan paling tengah. "Tapi, penggelapan terjadi sekali lagi. Sedangkan korban kambing hitamnya masih tak mau menyerah. Bukankah begitu?"
Ucapan Tanca sukses membuat si karyawan bernafas lega. Namun, tetap saja laporan harus diserahkan esok pagi dan tidak mungkin ditunda. "Nona, saya tidak melakukan penggelapan. Tetapi saya harus resign. Saya tidak mau mereka menyakiti keluarga ku."
Tanca menautkan jemarinya di depan dagu. Keheningan terjadi, hingga suara detak jam menguasai ruangan selama beberapa detik.
Karyawan itu termenung memikirkan saran tangan kanan bos perusahaannya. Namun, kali ini tidak ada jalan lain. Terlebih ketika ingatan para karyawan culas yang siaga melakukan penganiayaan terhadap dirinya. Sudah pasti dirinya memilih nyawa dibandingkan pekerjaan yang berisiko besar.
"Baik, Non. Saya permisi," pamit sang karyawan sembari menyerahkan map lalu bangun dari tempatnya.
Tanca menerima map, lalu meletakkannya ke atas meja kembali. Langkah sang karyawan di ikuti hingga tangan pria itu menyentuh gagang pintu besi. Tanca masih diam.
Wush!
__ADS_1
Bruuk!
Suara benda jatuh yang cukup terdengar keras di ruangan tertutup itu menyita perhatian semua karyawan. Semua yang awalnya sibuk bekerja. Tiba-tiba saja berlarian dan berkumpul di depan ruangan Tanca.
"Keluar! Mulai hari ini, kamu saya pecat!" seru Tanca setelah mendorong karyawannya.
Mata terkejut dengan tatapan kosong serta wajah memucat, membuat karyawan itu menjadi bahan tontonan. Tidak hanya sampai disitu. Tanca berkacak pinggang, "Kalian semua dengarkan aku! Perusahaan ini tidak membutuhkan karyawan bermata keserakahan. Camkan ini baik-baik....,"
"Siapa kamu berani memecat karyawan perusahaan ku?!"
Suara berat dari arah pintu masuk ruangan kantor lantai tiga mengalihkan perhatian semua orang kecuali Tanca. Wanita itu semakin mendatarkan wajahnya ketika suara tak asing masuk ke gendang telinga hanya untuk merusak indera pendengarnya saja.
...****************...
Pagi, reader's...
Jangan lupa comment, ya. Kasih semangat ke othoor, apalagi kasih kritik dan saran.
othoor pasti nerima.. 🌞
__ADS_1