Belenggu Hasrat Tante Cantik

Belenggu Hasrat Tante Cantik
Bab 73: DEAL! - PENJELASAN TANCA


__ADS_3

Tanca membalas genggaman tangan Ano, lalu tersenyum. "Promise is a promise, and not to be betrayed." (Janji adalah janji, dan tidak untuk dikhianati.)


"Tell!" ucap Ano tanpa ragu.


"Izinkan, Aku membawa papa kalian masuk ke rumah ini! Itu syarat ku, bagaimana? Deal?!" Tanca melepaskan genggaman tangannya, lalu mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


Syarat dari Tanca, membuat Ano menatap wanita itu tidak percaya. Apakah dirinya tidak salah dengar? Bagaimana bisa tiba-tiba semua rahasia terkuat tanpa jeda. Sebenarnya apa yang terjadi? Apalagi saat sisi iblis sang ibu muncul, dan kini sosok seorang papa kandung akan hadir. Kenapa seperti hujan deras di musim kemarau?


"How?" Tanca melirik ke tangannya yang masih menunggu sambutan dari Ano.


Meskipun rasa penasaran sangat menyiksa. Hal yang harus dilakukan saat ini menyetujui apapun syarat dari wanita nya. Semua yang dilakukan sang tunangan pasti ada alasan tersendiri.

__ADS_1


"Deal. Now tell!" balas Ano seraya menyambut tangan kanan Tanca.


Tanca menarik tangan Ano, membuat pria itu terhuyung ke depan. Keduanya saling beradu pandang. Tak ada kata selain isyarat mata. Tatapan mata semakin dalam, membuat Ano terlena akan pesona Tanca. Bukannya bertanya. Ano justru mencuri kesempatan menikmati bibir semerah cherry alami.


Pagutan manis terjadi begitu saja. Keduannya saling melengkapi memberikan kenikmatan singkat. Sesaat melepaskan beban pikiran dengan ciuman manis. Hingga tautan bibir dilepaskan seraya deru nafas saling berlomba-lomba. Ano mengelap bibir Tanca dengan jari manisnya.


"Sekarang katakan, Honey." bisik Ano lembut, membuat Tanca tersenyum tipis.


Cup!


"Ini hak ku, bukan pengalih perhatian atas kehidupan ku." jawab Ano setelah mengecup bibir Tanca sekali lagi.

__ADS_1


Tanca menepuk sisi ranjang agar Ano duduk di sebelah nya. "Apa yang ingin kamu tahu?"


"Pertanyaan ku masih sama. Siapa ibuku sebenarnya?" tanya Ano seraya merengkuh tubuh Tanca agar masuk kedalam dekapannya.


"Kebenaran selalu pahit dan manis. Apa kamu siap?" tanya Tanca sekali lagi.


Hembusan nafas panjang. Jelas mempertegas jika pria itu tidak mau di alihkan lagi. Tanca menyandarkan kepalanya di dada Ano. Sesaat mendengarkan detak jantung pria yang kini menjadi tunangannya.


"Lea Dion Al Abizar. Nama yang indah, wanita baik yang terjebak dalam permainan seorang pemangsa. Semua berawal dari perjodohan yang dilakukan kedua keluarga yaitu keluarga Abizar dan keluarga Lea Aditama. Pernikahan mewah yang menjadi malapetaka. Semua berpikir pasangan pengantin baru itu akan menjalani kehidupan bahagia, tapi tidak akan ada yang menyangka ketika mempelai wanitanya tengah berbadan dua." Tanca menghela nafas untuk mengatur emosinya.


"Setahun berlalu, semua masih nampak baik-baik saja. Terlebih setelah kelahiran kalian. Hingga pertemuan rahasia Lea bersama kekasihnya di ketahui Dion. Di saat itulah terjadi sebuah tragedi yang tak seorang pun tidak tahu awal dan akhirnya. Papa kandung mu harus mengalami penculikan dan penyekapan, tentu saja itu dilakukan hanya untuk membungkam Lea agar diam tidak mengatakan kebenaran tentang kalian....,"

__ADS_1


"Apa sisi psikopat wanita itu ada kaitannya dengan peristiwa beberapa tahun lalu? Bukankah baru saja kamu bilang. Jika syarat yang kamu minta adalah membiarkan papa kandungku memasuki rumah ini, itu artinya semua rahasia di dalam kehidupan kami. Pasti kamu tahu 'kan? Katakan semuanya padaku, dan aku tidak mau ada rahasia lagi!" Ano menatap Tanca serius, sedangkan yang ditatap memilih memejamkan mata dengan bibir terkunci rapat.


__ADS_2