Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 103


__ADS_3

Malam harinya, Alea duduk di sofa kamarnya bermain ponsel sembari menunggu Alvan yang belum pulang dari kantor karena lembur. Sementara si kembar baru saja tidur.


Ini sudah jam 10 malam tapi suaminya itu belum juga pulang dari kantor. Ada rasa kesal dan kuatir yang Alea rasakan. Belakang ini suaminya itu selalu saja lembur. Memang sepuluh menit sekali lelaki itu akan video call dirinya hanya untuk melihat apa yang di lakukan si kembar.


Sementara di kantor Alvan. Dirinya baru saja menyelesaikan Desain yang ia buat sendiri. Bulan ini banyak sekali para pengusaha yang ingin membangun sebuah Villa atau Apartemen dengan hasil Desainnya. Membuatnya harus lembur di kantor. Bisa saja ia membawanya ke rumah, tapi yang ada ia tidak bisa fokus dengan kerjaan nya. Karena kalau sudah melihat si kembar, dia rasanya ingin bersama mereka terus. Jadi ia lebih memilih lembur di kantor.


Alvan melihat jam di tangannya ternyata sudah pukul 11 malam. Sontak Alvan terkejut, tidak terasa waktu cepat kali berlalu. Perasaan jam 7 tadi dia baru saja video call istrinya dan sekarang sudah jam 11 saja. Bergegas Alasan menyusun semua berkasnya, dia sangat terlambat malam ini. Pasti istri cantiknya bakalan ngambek dengannya. Padahal ia sudah berjanji pada istrinya untuk tidak sering lembur. Tapi bagaimana lagi, pekerjaannya ini harus cepat selesai dalam waktu dua hari dan besok adalah hari terakhir ia harus sudah menyerahkan hasil Desainnya pada kliennya itu. Dan syukur nya semua bisa ia selesaikan.


Setelah selesai membereskan berkasnya, Alvan langsung keluar dari ruangannya. Ia harus cepat sampai di rumah, kalau tidak pintu kamar akan di kunci oleh istrinya itu. Begitulah Alea menghukumnya kalau dirinya tidak menepati janjinya pada sang istri. Ia akan tidur di luar kamar, tapi itu tidak sampai lama, 20 menit pasti pintu sudah tidak terkunci lagi. Istrinya itu paling gak tegaan orangnya.

__ADS_1


"Lo kamu belum pulang?!" tanya Alvan yang melihat sekretarisnya masih duduk sambil main Hp di mejanya kerjanya.


"Sengaja pak, saya nunggu pak Al lembur." jawab Susi sekretaris Alvan.


"Ngapain nungguin saya?! kan saya sudah menyuruh kamu untuk pulang. Lagian ini sudah malam, lebih baik kamu cepat pulang." ucap Alvan yang langsung berjalan meninggalkan Susi.


"Pak Al, tunggu!" teriak Susi, ia pun mengambil tasnya lalu berlari mengejar Alvan yang sudah di depan lift.


"Maaf Susi, saya tidak bisa mengantar kamu. Kamu pesan taksi saja. Lagian rumah kita arahnya berbeda." ucap Alvan menolak mengantar Susi. Sebab ia sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah. Ia takut istrinya marah dan dia akan tidur diluar nanti.

__ADS_1


"Tapi pak, ini sudah malam. Masa' pak Al tega membiarkan seorang wanita pulang sendiri naik taxi. Jaman sekarang banyak supir-supir taksi yang nakal loh pak." Susi tak menyerah agar Alvan mau mengantarkan dirinya pulang.


"Begini saja, saya akan pesankan taxi yang sudah saya kenal dan saya pastikan dia mengantar kamu selamat sampai rumah kamu. Maaf Sus, saya harus cepat pulang, karena istri saya sudah menunggu." Susi mendesah kecewa. Susah sekali membuat atasannya itu terpesona kepadanya. Padahal ia sudah berpakaian seksi untuk mencari perhatian dari Alvan, tapi bosnya itu biasa saja. Malahan Bosnya itu selalu saja memuji-muji kecantikan istrinya kepadanya. Itu yang membuatnya sangat kesal. Padahal dia juga gak kalah cantik dari istrinya itu.


Susi menyukai Alvan, saat pertama kali ia masuk kerja menjadi Sekretaris Alvan. Susi terpesona dengan ketampanan lelaki itu. Hampir setiap hari dia selalu mencari perhatian dari bosnya itu, tapi sayang sampai sekarang tidak pernah di gubris oleh Alvan. Ia kira Alvan belum memiliki istri, soalnya selama ia bekerja di situ bosnya itu belum pernah membawa seorang wanita ke kantornya. Dan ia tidak pernah bertanya kepada karyawan lain kalau Alvan sudah memiliki istri atau belum. Dirinya baru tahu kemarin, ketika bosnya itu membawa istrinya dan kedua anaknya ke kantor. Dan dia sempat iri melihat kemesraan mereka ketika dalam ruangan bosnya kemarin. Ingin rasanya dia berada di posisi Alea, menjadi istri dan wanita yang sangat di cintai oleh Alvan. Membuat dirinya berniat ingin merebut hati lelaki tampan itu dan membuat lelaki itu berpaling dari istrinya.


"Didin tolong antar sekretaris saya sampai rumah ya..!" ucap Alvan pada supir taxi yang sudah ia pesan untuk mengantar Susi pulang kerumah nya.


"Siap pak Alvan. Pak Alvan tenang aja." jawab Didin yang memang sudah mengenal Alvan. Sedangkan Susi sendiri wajahnya jutek dan kesal. Ia sengaja ikut lembur dan menunggu lelaki itu dengan harapan ketika pulang ia bisa di antar Alvan, eh malah ia pulang naik taksi.

__ADS_1


Setelah taxi yang di naiki Susi jalan, Alvan pun langsung menuju mobilnya. Bergegas ia masuk kedalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan sedikit tinggi, karena dia sudah sangat terlambat pulang ke rumah.


__ADS_2