
"Selamat tidur sayang.. tidur yang nyenyak ya? Maafkan mas udah membuat kamu kelelahan. Sayang, Love you.. so much!!" monolog Alvan sembari menarik selimut untuk menutupi tubuh polos Alea.
Ya, mereka baru saja selesai melakukan pembuatan baby. Dan jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi itu berarti mereka sudah berjam-jam melakukan pembuatan baby-nya. Alvan tidak menyangka rasanya begitu dahsyat sampai membuatnya tidak mau berhenti. Sebab ini yang pertama untuknya sama seperti Alea. Tahu begitu kenapa tidak dari lama saja ia melakukan pembuatan baby nya bersama, Alea. Alvan juga sangat bersyukur ia mendapatkan istri yang masih dalam keadaan suci dan belum pernah di sentuh oleh lelaki lain. Dialah satu-satunya lelaki yang pertama menyentuh istrinya, maupun itu ciuman bibir. Dialah orang pertama mencium bibir manis istrinya dan itu suatu keberuntungan untuknya. Dia bukanlah pria yang brengsek yang suka tidur dengan wanita-wanita di club. Tapi bibirnya tidak lagi suci, karena entah sudah berapa kali ia berciuman dengan Tasya, dulu. Tapi hanya sebatas itu saja dan tidak lebih.
Kemudian Alvan mengecup dalam kening Alea dan memeluknya begitu erat. Seakan-akan Alvan merasa Alea akan pergi lagi darinya.
Satu jam Alvan terus memperhatikan wajah cantik Alea. Alvan tidak mau menutup matanya, menyusul Alea tidur. Alvan merasa, rasa lelahnya selama satu tahun ini yang ia rasakan hilang seketika saat melihat wajah Alea dan adanya keberadaan Alea di sampingnya. Memang Alea bukanlah wanita yang pertama dalam hidup nya dan bukan wanita yang pertama yang ia cintai, karena sebelum menikah dengan wanita itu Tasya lah yang ia cintai, tapi.. ia pastikan Alea lah wanita yang menjadi terakhir untuknya sampai maut memisahkan mereka. Janji Alvan dalam hati.
Mata Alea mulai bergerak-gerak, Alvan yang melihat itu langsung menguap punggung polos Alea di balik selimut agar Alea kembali terlelap. Namun Alea bukannya terlelap, matanya malah perlahan terbuka.
"Mas kamu gak tidur?" tanya Alea parau khas suara orang bangun tidur. Kemudian Alea mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajah tampan suaminya, yang berada tepat di atas kepala lelaki itu.
"kok bangun? ini masih jam 4 pagi sayang, tidur lagi ya..!" ucap Alvan yang kemudian mencium kening Alea sembari mengusap rambut lembut Alea dengan sayang.
"Mas, aku tanya kamu loh?! kenapa kamu gak tidur?!" Alea bertanya kembali sebab Alvan tak menjawab pertanyaan malah menyuruh nya untuk tidur kembali. Tetapi Alvan masih tetap diam.
__ADS_1
Alea terus memperhatikan wajah suaminya dan ia bisa melihat ada sebuah kecemasan di mata lelaki itu.
"Aku akan tidur, kalau mas juga ikut tidur. Mas, Alea janji tidak akan pergi lagi dari kamu. Kalau itu yang kamu takutkan, mas..!" ucap Alea yang tahu apa yang di cemaskan oleh Alvan.
Ucapan Alea barusan sontak membuat Alvan langsung menatap serius wajah cantik istrinya. Bagaimana Alea bisa tahu apa yang ia cemaskan saat ini, yang membuat dirinya enggan untuk tidur.
"Apakah istrinya ini cenayang? kok bisa tahu apa yang ia pikirkan dan cemaskan." batin Alvan.
"Mas.."
"Mas jangan takut, ya? kali ini Alea tidak akan pergi dari mas lagi." ucap Alea serius untuk meyakinkan suaminya dari ketakutannya. "Kecuali mas sendiri yang menyuruh aku pergi atau karena mas sudah bosan dengan ku, baru ak-hmmpp.." Alvan langsung mencium bibir Alea dengan sedikit kasar untuk menghentikan ucapan Alea.
"Jangan sekalipun kamu bicara seperti itu lagi, sayang.. mas gak suka!" desis Alvan. "Mas juga tidak akan pernah bosan sama kamu! Ingat itu di otak cantik kamu!" tambah Alvan lagi sembari menarik ujung hidung Alea gemas. Dan kemudian Alvan kembali memeluk Alea dengan erat.
"Maaf mas.. Ya udah kalau gitu mas tidur juga ya?!"
__ADS_1
"Iya sayang.." sahut Alvan.
*
Jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Tetapi Alvan dan juga Alea masih tertidur dengan sangat pulas di atas ranjang. Dengan posisi Alea tidur membelakangi Alvan dan Alvan memeluk Alea dari belakang dengan Posesif. Al semakin mengeratkan pelukannya kepalanya sembari menyusupkan wajahnya lebih dalam di ceruk leher Alea dan menghirup aroma sang istri yang sekarang menjadi candunya. Apalagi kali ini Alvan merasakan tidurnya kembali nyenyak setelah satu tahun lamanya ia tak merasakannya.
Tak berapa lama Alea mengerjabkan matanya, ia merasakan kandungan kemihnya penuh dan ingin keluar. Dan Alea berusaha melepaskan lengan Alvan dari perutnya.
"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Alvan dengan suara parau.
"Mau kekamar mandi, sebentar mas.." sahut Alea dengan masih berusaha melepaskan lengan Alvan yang semakin erat memeluknya. "Mas, udah mau keluar nih..!!" dengan sangat terpaksa Alvan melepaskan istrinya.
"Sayang, gak jadi ke kamar mandi?" tanya Alvan sebab istrinya itu belum juga beranjak dari ranjang.
"Mas, badan aku sakit semua.. itunya juga sakit.." Rengek Alea. Alvan pun langsung bangun dan kuatir.
__ADS_1
"Maaf sayang karena nafsu mas yang tidak ada habisnya ke kamu, sampai buat kamu kelelahan." ucap Alvan merasa bersalah. "Udah mas gendong kamu ke kamar mandi ya? sekalian kita mandi bersama." Alea menganggukkan kepalanya tanda setuju. Alvan pun menggendong Alea bridalstyle masuk kedalam kamar mandi.