Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Senyum


__ADS_3

Asslamualaikum


Happy Reading


Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, tanpa sadar Ilyas sudah menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan pekerjaannya, rasa lelah yang meliputinya membuat Ilyas ingin segera pulang untuk istirahat.


Saat membuka pintu ruangannya, Ilyas terkejut melihat Meta sekretarisnya belum pulang, Ilyas pun menghampirinya dan bertanya " Kenapa kamu belum pulang? " tapi tetap dengan ekspresi datar dan dingin.


Saya menunggu bapak " jawab Meta dengan senyum dan tatapan menggoda.


Ya sudah, saya mau pulang " kata Ilyas tanpa menoleh dan langsung pergi"


Meta membelalakan matanya, dia terkejut sekaligus kecewa karena usahanya kembali sia sia, dia berharap jika bosnya akan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, tapi semua diluar dugaannya.


Lihat saja, aku pasti mendapatkanmu " bathin Meta berkata "


Ya, Meta adalah sekretaris Ilyas yang telah bekerja selama 2 tahun, Meta juga selalu berusaha mendekati Ilyas dan mengharapkan cinta Ilyas, namun Ilyas tidak pernah tertarik ataupun menoleh kepadanya.


sebenarnya sudah lama Ilyas ingin memecatnya karena jijik dengan cara Meta, namun sampai saat ini Ilyas belum bisa menemukan calon pengganti Meta, dan bisa dibilang hasil pekerjaan Meta selalu memuaskan.


Selama dalam perjalanan pulang Ilyas mengomel sendiri, dia pusing memikirkan 2 wanita ular yang selalu mengejarnya, belum lagi wanita wanita lain yang selalu menatapnya seakan ingin menerkamnya.


Sampai dirumah


Assalamualaikum " salam Ilyas"


ceklek ( suara pintu terbuka)

__ADS_1


Waalaikumsalam " jawab seseorang "


Deg


jantung Ilyas tiba tiba berdegub kencang ketika melihat seseorang yang menyambut kedatangannya, dia adalah Jihan.


Tatapan mata mereka sejenak bertemu, namun Jihan langsung menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap Ilyas.


Ilyas pun tersenyum melihat Jihan yang gugup dan malu. Entah kemana rasa kesalnya tadi hilang, saat melihat Jihan.


Apa kita akan disini terus? " Ilyas memecah keheningan"


Eh, maaf mas " Jawab Jihan sambil menunduk"


Kenapa belum tidur " tanya Ilyas"


Saya nunggu mas pulang, tadi sebenarnya mama yang mau nunggu, tapi karena mama sudah mengantuk, makanya saya yang menunggu mas " jelas Jihan"


Mm, mas sudah makan? " tanya Jihan ragu-ragu"


Hehe, belum tadi gak sempat " jawab Ilyas"


Ya udah kalau gitu biar saya panasin dulu makanannya, biar mas bisa makan " kata Jihan"


Jihan pun memutar balik badanya dan berjalan menjauh dari Ilyas, sementara Ilyas tertawa kecil melihat tingkah Jihan.


Ilyas masuk ke dalam kamarnya, lalu bergegas mandi, selesai ritual mandinya, Ilyas segera turun ke bawah untuk makan, karena memang perutnya sudah sangat lapar.

__ADS_1


Ilyas terkejut melihat Jihan yang menunggunya di meja makan


Loh, kamu belum tidur? " Ilyas bertanya"


Belum mas, saya mau menunggu mas makan, soalnya kata mama kalau makan mas maunya ditungguin, biar makannya banyak " jawab Jihan malu malu"


kamu udah makan? tanya Ilyas"


Sudah mas " jawab Jihan"


Ilyas pun mengangguk dan duduk untuk mengambil makan, tiba tiba dengan sigap Jihan mengambilkan makanan untuk Ilyas.


Ilyas tersenyum, lalu memakan makanannya dengan tenang, ntah mengapa sepertinya rasa makanan ini lebih enak dari biasanya, apa memang makanannya atau karena ada Jihan yang melayaninya dan menunggunya makan.


Selesai Ilyas makan, Jihan membereskannya dan mencuci piring, setelah semuanya beres, Jihan menghampiri Ilyas yang duduk diruang TV.


Mas " panggil Jihan masih dengan menunduk"


Ya, ada apa Jihan? "tanya Ilyas"


Semuanya udah selesai, saya tidur duluan ya? kata Jihan"


Iya, kamu istirahat aja dan terima kasih untuk malam ini " Ilyas berkata sambil tersenyum"


Jihan pun pergi masuk kamar dan tidur.


Setelah Jihan pergi Ilyas bergumam " Mungkin rasanya seperti ini jika nanti aku menikah, dilayani dan disambut oleh istri.

__ADS_1


Malam ini senyum Ilyas benar benar tidak bisa luntur mengingat semua yang dilakukan Jihan untuknya.


Next


__ADS_2