Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 69


__ADS_3

Beberapa hari ini Tasya uring-uringan dan gelisah. Sebab rasanya sulit kali menghancurkan hubungan antara Alvan dan Alea. Sedangkan lelaki yang katanya mencintai Alea yang sengaja ia ajak bekerja sama untuk menghancurkan hubungan mereka lebih memilih mundur dan ikhlas menerima hubungan Alvan maupun Alea.


Tasya benar-benar udah teropsesi ingin memiliki Alvan. Tasya sangat menyesal telah menuruti keinginan Ghea untuk meninggalkan Alvan karena takut ancaman dari Ghea. "Sial!" umpat Tasya. "Andai gue tidak pergi meninggalkan Alvan di hari pernikahan kami waktu itu, mungkin saat ini Alvan menjadi suami gue. Pasti gue udah hidup enak bergelimang harta, gue bisa shoping dan bersenang-senang setiap harinya dan bisa liburan keluarga negeri setiap bulannya. Tapi itu hanya akan menjadi angan-angan saja." tambahnya. "Sial! sial!" umpat Tasya lagi.


"Tidak! gue tidak bisa diam saja melihat kebahagiaan mereka. Gue harus melakukan sesuatu agar bisa dapetin Alvan lagi. Apa pun akan aku lakukan untuk bisa mendapatkannya!" ucap Tasya. "Ya! sepertinya itu cara satu-satunya untuk bisa menyingkirkan Alea dari hidup Alvan." monolog Tasya yang tiba-tiba saja mendapatkan ide.


Kemudian Tasya menghubungi seseorang yang sudah ia sewa untuk selalu mata-matain Alea dan Alvan.


"Gimana?"


"(...)"


"Oke. Ikuti dia terus, jika ada kesempatan culik dia dan bawa ketempat yang sudah saya sebutkan kemarin!" ucap Tasya.


"(...)"


"tenang saja, saya akan bayar sisanya kalau kerjaaan kalian beres!" setelah itu Tasya menutup sambungan teleponnya.


"Lihat Alea, apa yang akan gue lakukan ke Lo untuk merebut Alvan. Yang seharusnya dari awal milik gue!" ucap Tasya penuh dengan emosi.


*


Setelah suruhan Tasya yang ia sewa untuk mengikuti Alea beberapa hari ini, dan tepat hari ini mereka berhasil menculik Alea sesuai permintaan Tasya kemarin. Ya, disinilah sekarang di sebuah rumah yang sudah usang tempat dimana Alea di sekap dan rumah itu jauh dari pemukiman warga.


Sementara Alvan yang udah sampai di Cafe, tempat Alea nongkrong bersama sahabatnya tadi, tengah sibuk mencarinya. Sebab ia tak melihat keberadaan Alea. Alvan terus saja menghubungi ponsel Alea, sayang nya ponselnya sudah tidak aktif.

__ADS_1


"Sayang kamu ada dimana?! kan udah mas bilang jangan pergi kemana-mana dulu sampai mas tiba di Cafe." ucap Alvan sembari terus menghubungi Alea.


Kemudian Alvan masuk kedalam Cafe mencari keberadaan Alea, siapa tahu aja Alea masih berada di dalam. Di dalam Cafe ternyata Alvan juga tak melihat ada istrinya. Membuat hati dan perasaan nya tidak tenang. Lalu Alvan bertanya pada pelayan Cafe dengan menunjukan foto Alea padanya. Dan pelayan itu mengatakan, kalau wanita tersebut udah keluar bersama temannya.


Alvan pun kembali keluar, lalu berjalan menuju pos Security. Alvan pun bertanya kepada Security, "Permisi pak, apa bapak melihat wanita ini?!" tanya Alvan sembari menunjukkan foto Alea padanya.


"Nona ini? iya saya lihat tuan.. nona ini tadi jalan kedepan tuan, saya juga sempat menyapanya dan berbicara padanya. Dia bilang mau menunggu suaminya di depan, tuan." jawab Security tersebut.


"Tapi istri saya gak ada di depan pak.. apa bapak melihat dia pergi kemana gitu?!" tanya Alvan lagi.


"gak tuan.. saya langsung masuk kedalam pos." jawabnya.


Alvan mengusap wajahnya dengan kasar. Ia frustasi gak tahu kemana istrinya pergi, ponselnya pun gak aktif. Mata Alvan terus melihat sekitar parkiran Cafe dan pandangan nya berhenti ke Cctv yang ada di luar pos yang mengarah ke jalanan di depan Cafe. Alvan pun langsung masuk ke pos dan meminta pada Security untuk melihatkan rekaman Cctv nya.


"Apakah Cctv yang di luar itu mengarah kejalan pak?!" tanya Alvan.


"Oh iya, tuan." jawabnya lagi. "Pak, ini uang 1juta untuk bapak. Tapi saya minta tolong tunjukkan rekaman Cctv yang mengarah jalan ke jalan itu. Siapa tahu aja saya bisa melihat istrinya, kemana." ujar Alvan sembari memberikan uang kes satu juta ke tangan Security tersebut.


"Tapi tuan, gak perlu seperti ini. Saya akan tunjukkan rekamannya." ucap Security itu.


"Tidak apa-apa pak, itu untuk bapak. Tapi cepat tunjukkan cctv nya." pinta Alvan. Security itu pun. langsung memperlihat layar komputer yang ada di pos itu.


"Tuan ini, ini nona yang tuan maksud Istri tuan.." ucap Security itu menunjukkan rekamannya.


"Hah, iya pak itu istri saya." ucap Alvan sembari terus melihat rekaman Cctv. Memang rekaman itu Alea sedang berdiri di pinggir jalan yang ia yakin sedang menunggunya. Mereka masih terus menatap layar dan sampai mereka melihat ada sebuah mobil yang berhenti di depan Alea. Di rekaman Cctv terlihat jelas apa yang terjadi dimana Alea di bawa pergi oleh tiga lelaki yang Alvan tidak mengenalnya.

__ADS_1


"Sial!" umpat Alvan berkali-kali. Ia emosi setelah melihat istrinya di bawa oleh orang yang tidak kenal.


"Apa bapak tidak melihat istrinya saya di bawah oleh mereka?!" tanya Alvan sembari menahan emosinya yang benar-benar akan meledak.


"Maaf tuan, saya tidak melihatnya."


"Istri saya di culik pak? ya Tuhan.. kemana mereka membawanya..!"


"Kalau gitu, tuan cepat lapor polisi.." saran dari Security itu.


"Pak boleh kirim kan rekaman itu ke ponsel saya? ini bisa menjadi bukti di polisi nanti." ucap Alvan dan Security itu menyambungkan kabel data nya ponsel Alvan.


"Terimakasih pak.." ucap Alvan setelah selesai mengirim rekaman Cctv ke ponselnya.


"Sama-sama tuan, saya doakan istrinya cepat ketemu dan penculiknya di tangkap oleh polisi." Alvan tersenyum tipis sambil mengucapkan terima kasih dan kemudian Alvan kembali masuk kedalam mobilnya.


"Kamu dimana sayang.." mas harap kamu baik-baik saja." ucap Alvan kuatir.


Alvan pun melajukan mobilnya, ia bingung harus mencari istrinya kemana? Alvan terus berpikir, siapa yang telah menculik istrinya dan di bawa kemana istrinya? Gak mungkin kan istrinya memiliki musuh, sedangkan istrinya wanita yang sangat baik pada orang.


"Bian!" seketika Alvan mengingat Bian, lelaki yang mencintai istrinya juga, sahabat istrinya di kampung. "Apa Bian yang menculik Alea? Ya pasti lelaki itu! Pasti dia mau merebut Alea dari gue! Kemarin dia juga ada di acara Perusahaan nya Bagas. Dan dia terus menatap Alea." monolog Alvan. "Kurang ajar!" Umpat Alvan emosi. Jika benar dia yang udah menculik Aleanya, istri dan bidadari surga nya.. akan ia beri perhitungan lelaki itu.


"Tenang sayang, tunggu mas. Mas akan nyelamatin kamu. Akan mas beri pelajaran orang-orang yang udah menculik dan nyakitin kamu." Ucap Alvan penuh emosi dan penekanan.


Alvan pun kembali ke kantor untuk memberitahukan kepada Arya dan meminta bantuan pada sepupunya itu. Untuk mencari tahu lelaki bernama Bian. Alvan benar-benar menyesal udah memberikan ijin pada istrinya pergi ke Cafe bertemu Ghea dan Reyhan. Di jalan menuju kantornya Alvan terus mendoakan istrinya tidak akan terjadi apa-apa pada Alea.

__ADS_1


__ADS_2