
"Kalian itu sebenarnya habis ngapain sih! Jam segini baru datang, hah?!" kesal Ghea pada Kakak maupun sahabatnya itu.
"Biasa.. buat anak lagi." jawab Alvan santai.
"Apa?!" ucap Ghea terkejut. Sedangkan Alea langsung memukul lengan suaminya. Alea malu banget dengan Ghea maupun Yuda suaminya berbicara seperti itu. Kalau Yuda hanya tersenyum saja melihat kekesalan istrinya. Ya, Ghea sekarang sudah menjadi istrinya. Yang sudah sejak lama ia impikan, bisa menikahi Ghea. Wanita yang sangat ia cintai dari dulu sampai sekarang. Berdoa semoga rumah tangga nya bersama Ghea langgeng sampai mereka menua. Doa Yuda dalam hati.
"Dasar kakak durja nah! Bisa-bisanya buat anak lagi di saat acara pernikahan gue berlangsung." omel Ghea.
"Bawel ih! Lo juga nantinya akan ngerasain." balas Alvan.
"Mas is! Kamu ngomongnya jangan kayak gitu." kali ini Alea yang bicara karena ikut kesal dengan ucapan suaminya.
"kenapa sayang.. Kan memang benar. Ghea juga pasti akan ngerasain apa yang kita lakukan tadi.." ucapnya yang langsung dapat cubitan di perut dari Alea membuat Alvan mengaduh kesakitan. Sebab lumayan terasa panas cubitan dari istrinya itu. "Sayang, cubitan kamu sakit banget sih!" rengek Alvan.
"Biarin! Makanya jangan suka ngomong yang aneh-aneh!" sahut Alea ketus
__ADS_1
"Rasain Lo kan kak, ngomongnya mesum sih!" ujar Ghea mengejek Alvan.
*
Tepat pukul 11 malam Ghea memutuskan meninggalkan acara, dan langsung masuk ke kamar hotel..Sementara Yuda masih sibuk berbincang dengan manager nya. Ia dan Yuda akan menginap di hotel malam ini dan siangnya mereka akan langsung pergi haneymoon ke Mekkah lalu setelah dari Mekkah mereka lanjut haneymoon ke turki. Ghea senang kakaknya memberikan kado tiket bulan madu ke turki selama satu Minggu. Tapi sebelum mereka ke turki, Yuda mengajak Ghea umroh dulu. Sejak Ghea benar-benar mau menerimanya menjadi kekasihnya saat itu, Yuda benar-benar bertaubat dan memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosanya selama ini. Yuda juga sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri kalau nantinya Ghea mau menerima lamarannya dan menikah dengannya, ia akan mengajak Ghea haneymoon ke Mekkah sekaligus ia ingin mengajak Ghea umroh. Alhamdulillahnya Ghea setuju dengan keinginannya. Dan setelah umrah mereka akan lanjut menuju ke turki.
Sampainya di kamar, Ghea langsung membuka gaun pengantinnya dan segera mandi, tubuhnya sudah terasa sangat gerah.
Ternyata resepsi pernikahan itu sangat melelahkan. Apalagi banyak tamu undangan yang datang ke acara pernikahan mereka. Ada rekan bisnis papanya, kakaknya dan teman-teman Yuda sesama Artis maupun temannya sendiri. Tapi entah mengapa ada sedikit rasa kesal pada Yuda, sebab ada beberapa mantan Yuda yang datang, mantannya juga sama profesinya sama dengan Yuda.
"Kamu sudah mandi sayang?!" tanya Yuda sambil menghampiri Ghea.
"Udah." jawab Ghea. "kamu mandi gih, aku udah siapin air hangatnya. Baju kamu juga sudah aku siapin di atas kasur tuh!" tambah Ghea lagi. Aneh sih menurutnya, tapi ia harus terbiasa mengurus keperluan Yuda yang sekarang sudah menjadi suaminya itu. Lagian ia juga sudah mendapatkan wejangan dari mamanya. Kalau sudah menjadi seorang istri itu harus melayani suaminya dari hal yang kecil sampai hal yang terbesar. Salah satunya menyiapkan pakaian suami dan harus nurut apa kata suami.
"Terimakasih sayang.." ucap Yuda yang sudah memeluk Ghea dari belakang, menghirup harum rambut Ghea yang masih basah. Dan Yuda sangat menyukai harum dari Ghea.
__ADS_1
"Yud.." ucap Ghea merasa tidak nyaman. Bukan ia tidak menyukainya hanya saja ia masih merasa canggung dan malu. Dulunya mereka sahabat, jadi ia biasa aja kalau tiba-tiba saja Yuda memeluknya. Kemudian ia memberinya kesempatan untuk menerima cinta Yuda, ia pun masih biasa saja meskipun terkadang suka degdegan kalau Yuda mengecup kening nya. Dan sekarang mereka sudah menikah, jadi menurutnya masih sedikit aneh. Apalagi jantungnya sekarang berdebar sangat kencang tidak seperti biasanya.
"Hmm, apa sayang.." sahut Yuda sembari mengecup leher jenjang Ghea membuat Ghea merinding seketika.
"Ma-mandi dulu gih! Aku udah siapin Lo air hangatnya." ucap Ghea sedikit gugup.
"Apa kita bisa melakukannya sayang?" tanya sudah berbisik.
"Emm.. Apa bisa kita menundanya dulu, aku belum siap..!" jawab Ghea yang merasa tidak enak.
"Oke.." ucapnya sedikit kecewa tapi ia tidak mau menunjukan di pada Ghea. "Tapi aku mau tanya sama kamu, boleh?!" Yuda sudah membalikkan tubuh Ghea menjadi menghadapnya.
"Apa?!" tanya Ghea menatap mata Yuda.
"Apa di sini masih ada nama Reyhan?!" tanya Yuda serius sembari jarinya menunjuk ke dada Ghea. "Baiklah, aku tahu." ucap Yuda langsung karena Ghea hanya diam saja. "Aku mandi dulu, kalau kamu udah ngantuk langsung tidur aja, oke." ucap Yuda dengan nada lembut. Kemudian Yuda berjalan masuk ke dalam kamar mandi setelah mencium kening Ghea.
__ADS_1