Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 50


__ADS_3

"Sayang kamu mau kemana?" tanya Alvan saat melihat Alea sedang memakai jilbab nya.


"Mas, aku ke toko ya? tadi Neli kirim pesan hari ini lagi banyak pesanan." jawab Alea.


Ya, mereka sudah tiga hari berada di Apartemen. Alvan tak memperbolehkan Alea keluar dari Apartemen sama sekali, sebab Alvan masih ingin menghabiskan waktu berdua dengan istrinya itu. Orangtua Alvan belum mengetahui kalau Alvan sudah bertemu dengan Alea. Ghea pun belum mengetahuinya juga. Saat di acara opening kemaren Alea mengirim pesan ke Ghea, kalau dirinya ada urusan penting makanya ia langsung pergi dari acara tersebut. Alea belum ada menceritakan kalau dirinya sudah bertemu dengan Alvan. Sebenarnya misi Ghea untuk mempertemukan kakaknya dan Alea itu berhasil, hanya saja dia tidak mengetahuinya. Sementara Arya, Alvan menyuruhnya untuk pulang ke Jakarta duluan, dan menyuruhnya menghandle pekerjaan dikantor. Alvan beralasan masih mau di disini untuk menenangkan pikiran. Dan Arya pun menyetujui nya.


"Mas akan anter kamu." ucap Alvan.


"Mas mau menunggu aku sampai buat kuenya?" tanya Alea ia takut suaminya bosan menunggu.


"Gak masalah, biar mas temenin kamu buat kuenya sampai selesai." sahut Alvan yang langsung beranjak dari ranjang dan akan bersiap-siap.



Si babang Alvan yang sudah siap akan mengantarkan Alea pergi ke toko kuenya. Alvan tidak mau jauh dari Alea lagi, masih ada rasa takut di hatinya kalau Alea pergi darinya.


"Ayo sayang.." ajak Alvan yang sudah berdiri di samping Alea. "Istri mas kok cantik banget sih." Alvan menarik pinggang Alea agar lebih dekat dengannya. Kemudian Alvan mengecup bibir Alea sedikit lama, Lalu Alvan tersenyum geli melihat lipstik istrinya sudah belepotan kemana-mana karena ulahnya.



Inilah penampilan si cantik Alea.


"Mas.."

__ADS_1


"Hmm.."


"Lihat nih, lipstiknya jadi belepotan gini mas.." protes Alea yang terkejut saat melihat ke cermin, lipstik di bibirnya udah kemana-mana.


Alvan hanya tersenyum manis menatap Istrinya tanpa merasa bersalah. Alea pun membenarkan lipstiknya kembali.


"Sayang ayo, sebelum mas berubah pikiran ingin menerkam kamu." Alea mengerucutkan bibirnya kesal.


"Jangan di majuin gitu bibirnya, entar mas benar-benar gak bisa nahannya lagi sayang..." baru saja Alea ingin menjawab, Alvan sudah menggendongnya lalu meletakkan Alea ke atas ranjang.


"Mas, pekerjaan aku hari ini banyak Lo mas.. Neli juga sudah menunggu!" Alvan seakan tidak perduli ia terus membuka semua pakaian Alea.


"Mas.."


"Satu ronde aja sayang... baru mas antar kamu. Mas udah gak bisa menahannya. Mas sebenernya juga tidak mengerti kenapa bisa begini, mas benar-benar udah kecanduan dengan tubuh kamu. Mas rasanya udah menjadi maniak ***. Mas terus mengingikan kamu, lagi dan lagi. Sayang, kayaknya setelah kita balik ke Jakarta, kamu harus ikut mas terus kekantor deh..?!" ujar Alvan di sela kegiatan nya menggerayangi tubuh istrinya.


*


Alea tersentak dari tidurnya, di lihatnya jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. "Astaghfirullah.. aku sampai ketiduran..!" Alea melihat tubuhnya masih dalam keadaan polos, kemudian ia melihat Alvan masih tidur sangat lelap di sampingnya. Alea tidak tega membangunkan suaminya, untuk meminta mengantarnya ke toko nya. Alea pun berinisiatif untuk pergi sendiri, entar ia akan menelpon Alvan setelah sampai di sana. Alea beranjak dari ranjang, lalu masuk kekamar mandi.


"Mas maaf aku pergi tanpa bangunin kamu.. aku udah sangat terlambat." ucap Alea saat akan berangkat. Sebelum keluar dari kamar Alea mengecup kening Alvan. Setelah itu ia keluar kamar dan Alea yakin Neli kebingungan karena ia terlambat datang. Alea melihat ponselnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Neli.


"Ya ampun aku harus cepat nih, sampai disana." monolog Alea sembari terus berjalan keluar dari Apartemen.

__ADS_1


Sampainya di toko kuenya, bergegas Alea menuju pantry. "Nel maaf aku baru datang." ucap Alea merasa bersalah.


"Iya mbak, gak apa-apa. Untung mereka ambil kuenya jam delapan malam, jadi kita masih sempat membuatnya." ucap Neli.


"Ini pesanannya kue apa saja Nel?" tanya Alea sembari memakai Afronnya.


"Red Velvet 5 kotak, Brownies nya 10 kotak dan Rainbow cake nya juga 10, mbak." jawab Neli.


"Oke, bantu saya ya Nel biar cepat selesai." pinta Alea. "Oh iya Nel, panggil satu karyawan lagi untuk bantu-bantu kita." pinta Alea lagi.


"Oke mbak.." sahut Neli.


Tepat pukul 2 siang Alvan bangun dari tidur nyenyak nya. Sejak Alea kembali dan berada didekatnya, Alvan bisa kembali tidur sangat nyenyak.


Tangan Alvan mulai meraba sisi ranjang tepat di sampingnya dan ternyata kosong, sontak Alvan langsung terduduk.


"Sayang..!" panggil Alvan. "Sayang..!" ia kembali memanggil Alea. Bergegas Alvan turun dari ranjang, kemudian ia memakai boksernya. Karena sehabis bercinta tadi Alvan langsung tertidur dan tidak memakai apa pun. Alvan berjalan masuk kedalam kamar mandi, kosong. Lalu masuk ke walk in closed juga kosong. Alvan pun keluar dari kamar melihat istrinya siapa tahu ada di dapur dan ternyata juga kosong.


"Sayang, kamu dimana?" Alvan kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.


Dilihat ada 5 panggilan tak terjawab dari sang istri dan ada satu pesan juga dari Alea. Alvan langsung membacanya.


Bidadari ku

__ADS_1


"Mas, maaf aku pergi ke toko gak bangunin kamu. Kamu kelihatan lelah jadi aku gak tega banguninnya. Kalau mas mau jemput, kemungkinan aku pulang jam 9 malam mas, pesanan hari ini lumayan banyak. Tapi kalau mas gak bisa jemput, biar Alea tidur di toko aja.. Love you mas.."


"Enak aja kamu mau tidur di toko, membiarkan mas tidur sendiri di Apartemen. Maaf sayang gak bisa... Oke, mas akan langsung menyusul kamu kesana. Love you to bidadarinya mas.." monolog Alvan sembari tersenyum senang karena Alea udah berani mengutarakan cintanya pada dirinya, walaupun itu melalui pesan.


__ADS_2