Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 43


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Wanita cantik memaki hijab sedang asik membuat kue tart untuk pesanan pelanggannya. Wanita itu selalu saja bahagia kalau sudah mengerjakan pekerjaannya yang bisa dibilang pekerjaan nya itu sudah menjadi hobinya.


"Alhamdulillah.. selesai juga." ucap wanita itu sembari tersenyum lebar saat menatap kue tart buatannya.


"Maaf mbak, ada yang mau bertemu dengan anda. Katanya mereka ingin memesan brownis coklat 100 kotak dan kue lainnya." ucap Neli karyawan toke kue yang di jalankan oleh wanita berhijab itu.


"Siapa Nel?" tanyanya.


"Saya kurang tahu mbak, katanya pesanannya untuk acara pembukaan Apartemen gitu." jawab Neli.


"Oke, tunggu lima menit saya akan keluar. Saya mau masukkan kue ini dulu kedalam kotak." sahut Alea.


"Baik mbak." Neli pun keluar dari ruangan pembuatan kue dan menemui pelanggan yang akan memesan kue di toko mereka.


Lima menit kemudian ia pun keluar menemui pelanggan yang akan memesan kue di tokonya.


"Permisi pak.. maaf sudah menunggu." ucap wanita itu.

__ADS_1


"Eh iya.."


"Apakah anda yang memiliki toko ini?!" tanya pelanggan itu.


"Iya.." jawabnya.


"Sebelum nya perkenalkan nama saya Heri." ucap lelaki itu memperkenalkan dirinya. "Mbak sendiri kalau boleh tahu namanya siapa ya?!" tanya Heri pada wanita cantik yang ada di hadapannya.


"Aleandra, pak." jawabnya.


"Emm.. begini mbak Alea, besok adalah acara pembukaan Apartemen milik Perusahaan kami dan saya sebagai sekertaris Perusahaan tersebut mau memesan brownis coklat ke mbak Alea. Katanya toko kue ini yang paling enak Browniesnya. Karena kebetulan pemilik Perusahaan paling suka brownies coklat." ucap Heri pada Alea.


"Kalau Browniesnya pesan 100 buah ya mbak, dan kue-kue lainnya pun sama. Soalnya tamu undangan nya sangat banyak." jelas lelaki itu.


"Oke baik pak, ini mau diambil jam berapa, besok?!" tanya Alea lagi.


"Acaranya di adakan malam, sekitar pukul 7 malam. Jadi supir kantor akan mengambilnya sekita pukul 4 atau 5 sore." jawab Heri.


"Baik pak. Terimakasih udah mau pesan di toko kue saya.." ucap Alea sembari menangkupkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Iya mbak sama-sama. Soal bayarannya entar saya transfer, dan ini kartu nama saya. Mbak bisa menghubungi saya memberitahu total semua pesanannya." ucap Heri sembari menyrahkan kartu namanya dan kemudian lelaki itu keluar dari toko Alea.


"Neli, Alhamdulillah pesanan kita banyak.. Oh iya Nel, bisa tolong kamu pesankan bahan-bahannya? sepertinya stok yang ada di dalam, kurang." pinta Alea.


"Oke mbak. Sepertinya kita bakalan lembur sampai besok mbak?" Alea tersenyum menatap Neli.


"Kamu benar Nel.. kamu gak masalahkan kalau lembur?" tanya Alea.


"Gak masalh mbak.. lagian Neli tinggal sama mbak disini. Biar saya saja yang lembur, kasian karyawan yang lain kalau suruh lembur rumahnya lumyan jauh." Alea bersyukur bisa kenal dengan Neli disini, yang saat itu Neli membutuhkan pekerjaan. Neli sangat baik, tulus, dan jujur.


"Oke. Ya udah ini bahan yang harus kamu beli." ucap Alea memberikan catatan bahan-bahan yang akan di beli.


Ya wanita berhijab tersebut adalah Alea. Setahun telah berlalu setelah Alea pergi menjauh dari Alvan dan selama setahun ini Alea tinggal di kota yang mungkin masih sangat dekat dengan Alvan. Kota Bandung, itulah kota tempat Alea tinggal sekarang. Tapi kenapa selama setahun ini Alvan belum juga bisa menemukan Alea? padahal Bandung sering di kunjungi Alvan kalau ada pekerjaan disana.


Selama tinggal di Bandung Alea menjalankan Toko kue milik Alea sendiri. Dan tentunya juga di bantu oleh sahabatnya yaitu Ghea. Dan selama di Bandung Alea jarang keluar, dia lebih sering berada di toko kuenya, sebab dia juga tinggal di toko itu bersama dengan satu karyawan wanitanya, yaitu Neli.


Alea juga lebih memilih membeli bahan-bahan untuk keperluan kuenya melalui online. Terkadang karyawannya yang Alea suruh untuk membelinya. Kalau pun keluar karena ada keperluan penting, Alea akan memakai cadar. Sebab, jika tanpa sengaja ia bertemu dengan Alvan, mantan suaminya itu tidak mengenalinya. Bukannya ia tidak mau bertemu dengan lelaki itu, tapi ia gak akan sanggup menahan dirinya. Selama setahun ini Alea sudah berusaha melupakan Alvan, tapi sampai sekarang nama lelaki itu masih tetap bersarang ataupun menguasai hatinya. Sulit sekali rasanya melupakan cinta pertamanya.


Ghea pun sudah sering bertemu dengan Alea. Setiap sebulan sekali Ghea datang mengunjungi Alea begitu juga Reyhan. Tapi selama itu, Ghea tidak pernah memberitahukan keadaan kakaknya pada Alea selama Alea pergi dari kehidupan Alvan. Karena Alea sudah melarang Ghea ataupun Reyhan menceritakan ataupun memberitahukan keadaan Alvan padanya. Karena Alea takut, ia takut berharap yang tidak pasti. Karena ia tahunya Alvan sangat mencintai Tasya.

__ADS_1


__ADS_2