
"Pah sebenarnya kita mau kemana sih?!" tanya Alvan karena mobil yang mereka naiki berhenti di sebuah hotel.
"Kan papa sudah katakan tadi, kalau kita mau bertemu dengan teman papa." jawab Sandy. "Ya sudah ayo turun, teman papa sudah nungguin loh." Mereka berdua pun turun dari mobil. Kemudian mereka masuk kedalam Hotel dan Sandy membawa Alvan masuk kedalam lift tak lupa Sandy menekan tombol angka 5. Sampainya di lantai 5 Sandy berjalan dan ia berhenti di sebuah pintu. Alvan yang sedari tadi mengikuti Papa nya bingung, kenapa Papah berhenti di sebuah pintu yang ia tahu itu adalah ballroom yang biasa orang mengadakan acara atau semacamnya. Alvan mengetahui itu ruangan Ballroom, karena ia pernah meeting di tempat ini.
"Al, kamu masuk duluan ya..! kayanya ponsel papa ketinggalan di mobil deh." ucap Sandy sembari memeriksa ponselnya di kantung celananya.
"Tapi pah Al kan gak tahu siapa teman papa? Dan siapa namanya. Kalau gak biar Al aja yang ambil ponsel papa ke mobil, papa yang masuk duluan kedalam." tawar Alvan.
__ADS_1
"Gak usah Al, biar papa sendiri aja yang ambil. Sekalian papa mau telpon mama bentar." tolak Sandy langsung.
"Lagian kenapa ketemu temannya di ballroom hotel sih pah?!"tanya Alvan yang menurutnya sedikit aneh karena papanya bertemu dengan temannya di sebuah ballroom hotel kecuali temannya itu mengadakan acara disini.
"Iya Al soalnya teman papa lagi mengadakan pesta syukuran atas keberhasilannya. Jadi dia ngundang papa, ya udah papa ajak kamu aja sekalian. Lagian mama lagi gak bisa ikut, mama kamu lagi mengunjungi temannya." jawab Sandy sembari tersenyum menatap Alvan. "Udah Kamu masuk aja, gak apa-apa.. Kamu tunggu aja papa di dalam." Alvan menghela nafasnya, kalau saja ia tahu ternyata di ajak papanya ke acara pesta ia tidak akan mau ikut. Lebih dia di Villa istirahat.
Kemudian matanya Alvan tertuju pada seorang wanita cantik memakai hijab sembari membawa sebuah kue tart yang berukuran tidak kecil maupun tidak besar berjalan dengan sangat anggun menuju kearahnya sambil tersenyum sangat manis.
__ADS_1
Seperti ini kira-kira penampilan si cantik Alea.
"Happy birthday mas.." ucap Alea ketika sudah berada di depan Alvan. Sementara Alvan langsung menitihkan air matanya setelah melihat Alea, istrinya ada di hadapannya. Wanita yang sangat ia rindukan karena beberapa hari pergi meninggalkan nya. Berarti Papa nya tadi berbohong padanya ingin bertemu dengan temannya. Dan yah ia mengerti sekarang kepergian istrinya membawa anak-anaknya itu hanya sandiwara saja. Karena ingin memberikan kejutan untuknya. Ia benar-benar tidak menyangka mendapatkan kejutan di hari ulangtahunnya seperti ini.
"Sayang, awas ya entar kamu mas hukum setelah ini!" Alea malah tersenyum mendengar ancaman dari Alvan, suaminya itu.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun mas.. Semoga di hari bertambahnya usia kamu, kamu selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah. Semoga kamu terus bisa menjadi imam yang membimbing aku dan anak-anak kejalan yang lebih baik. Terimakasih karena kamu sudah menjadi bagian dari hidupku, terimaksih karena kamu selalu ada di samping aku, terimakasih karena kamu selalu memberikan kebahagiaan dan cinta tanpa batas setiap saat. Mas.. kamu adalah suami yang sangat luar biasa dan papa yang hebat. Aku sangat bersyukur kamu yang menjadi suamiku, dan aku selalu berdoa semoga kita bisa selalu bersama-sama sampai akhir hayat. Sekali lagi, selamat ulang tahun sayang.." Ucap Alea dengan sangat bahagia. Alvan yang mendengar ucapan selamat dan dia dari istrinya, ia mengambil kue tart darintangan istrinya. Kemudian memberikannya pada Yuda yang tepat berdiri di sampingnya. Lalu ia langsung memeluk Alea erat. Ia sangat terharu dengan kata-kata yang baru di ucapkan oleh istrinya.