Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 55


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari ruangan Alvan. "Masuk.." jawab Alvan dari dalam.


"Permisi Pak, meeting akan segera di mulai." ucap Heri sekretaris dari Alvan.


"Oke lima menit lagi saya kesana." jawab Alvan. Heri pun keluar dari ruangan Alvan, kembali ke mejanya.


Alvan menatap jam di tangannya, masih pukul 9 pagi. Baru dua jam ia berpisah dari Alea, tapi ia sudah sangat merindukan istrinya itu. Alvan pun beranjak dari kursinya, kemudian ia berjalan keluar dari ruangnnya menuju ruang meeting.


Satu jam Alvan selesai meeting nya, saat masuk kedalam ruangan ia di kejutkan dengan seorang wanita cantik dan seksi tengah duduk di sofa, ruangannya.


"Mau apa kamu kesini?!" tanya Alvan datar.


Yang di tanya hanya tersenyum sembari menatap Alvan. Kemudian Alvan jalan menuju kursi nya, lalu ia meletakan berkas yang ia bawa saat meeting tadi.


"Heri.. keruangan saya segera!" ucap Alvan melalui interkom yang ada di mejanya.


Tidak butuh waktu lama Heri pun masuk kedalam ruangan Alvan.


"Maaf pak, apa ada yang pak Alvan perlukan?!" tanya Heri.


"Kenapa kamu membiarkan orang lain masuk keruangan saya tanpa seijin saya!" ucap Alvan dengan nada sedikit meninggi.


"Maaf pak, saya sudah melarang mbak Tasya untuk tidak masuk keruangan Pak Alvan, karena pak Alvan lagi meeting. Tapi mbak Tasya maksa masuk kedalam ruangan Bapak." ucap Heri menundukkan kepalanya karena takut.


"Lain kali jangan biarkan dia masuk, bila perlu panggil Security kalau dia kekeh mau masuk!" Alvan mengucapkan dengan tegas. Dengan datangnya Tasya ke kantornya membut Alvan merasa tidak nyaman, apalagi sebentar lagi istrinya akan datang, bisa-bisa Tasya membuat rumah tangganya bersama Alea terganggu.


"Baik pak."


"Pergilah, kau lanjutkan pekerjaan mu!" Heri menganggukan kepalanya, lalu ia berlalu meninggalkan Alvan dan juga Tasya.


Sementara Tasya hanya tersenyum tipis mendengarkan ucapan Alvan yang melarangnya masuk kedalam kantornya.


"Ada urusan apa kamu datang ke kantorku?!" Tanya Alvan sembari menatap sinis, Tasya.


"Aku sangat merindukanmu, Al.." ucap Tasya dengan santai.


"Cukup Tasya! sudah aku bilang kita tidak memiliki hubungan apapun lagi. Hubungan kita berakhir saat kau pergi di hari pernikahan kita." terang Alvan.

__ADS_1


"Tapi Al, beri aku kesempatan lagi. Aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi." mohon Tasya. Sudah setahun ini ia selalu saja membujuk dan memohon kepada Alvan untuk memberinya kesempatan dan kembali padanya. Tapi Alvan kekeh tidak mau memberinya kesempatan bahkan Alvan selalu menghindarinya.


"Heh, kesempatan? berapa kali aku bilang kesempatan untuk mu sudah tidak ada lagi, saat kamu meninggalkan ku dan saat aku mengetahui kalau kamu selama ini telah menghianatiku, apalagi kamu tidur bersama lelaki lain." ucap Alvan pada Tasya. "Lagian sudah ada orang yang aku cintai." tambah Alvan lagi.


"Apa? sudah ada wanita lain yang kamu cintai? apa yang kamu maksud wanita itu, Alea?!" tebak Tasya.


"Iya."


"Bahkan wanita itu juga pergi meninggalkan mu Al.. Udah satu tahun Al, dia pergi meninggalkan mu dan kamu gak bisa melupakannya?! Sedangkan aku yang pergi hanya 6 bulan saja darimu, kamu sudah bisa melupakanku secepat itu. Padahal kita sudah pernah berhubungan selama dua tahun." kesal Tasya yang tidak terima karena Alvan sudah mencintai Alea.


"Ada perbedaan antara kau dan juga dia. Alea wanita baik-baik yang bisa menjaga kehormatannya. Sementara kau, bahkan dengan senang hati kamu memberikannya tubuhmu kepada orang lain. Maaf kalau aku berbicara seperti itu, tapi memang itu kenyataannya kan?!" Tasya mengepalkan kedua tangannya tak terima dengan baru saja di ucapkan oleh Alvan. "Lebih baik kamu pergi dari sini, sebelum aku hilang kendali." usir Alvan.


"Aku memang sudah tidak suci lagi, tapi apa kamu yakin wanita itu juga masih suci? bisa aja kan dia sama sepertiku!" mendengar ucapan Tasya yang merendahkan Alea, Alvan langsung menghampiri Tasya.


Kemudian Alvan mencekram rahang bawah Tasya, " jaga ucapan mu! Alea bukan wanita seperti dirimu, yang dengan mudahnya memberikan tubuhnya dengan lelaki yang bukan suaminya!" ucap Alvan dengan datar, tatapannya juga dingin.


"A-apa ka-kau ya-kin di-a ma-sih su-ci?! ka-kau sa-ja be-lum per-nah ber-cinta de-ngan nya." ujar Tasya dengan susah payah ia berbicara, sebab Alvan lumayan kuat mencengkram rahang bawah nya.


"Heh! kau salah! aku sudah pernah melakukannya. Dan kau mau tahu..! akulah orang yang pertama menyentuhnya dan dia masih perawan."


"A-apa?!"


"Yah, bahkan kami sering melakukan nya!" kemudian Alvan melepaskan cengkraman nya dari Tasya.


Alvan hanya menyeringai sembari menatap Tasya, " lebih baik cepat kau pergi dari ruangan ku, sebelum aku berlaku kasar padamu!" usir Alvan lagi.


Sementara udah datang ke kantor Alvan. Posisi Alea sekarang sudah berada di lift kantor Alvan. Dan lift itu membawanya menuju ruangan suaminya itu.



Seperti ini penampilan Alea datang ke kantor suaminya. Saat di lobi tadi, banyak karyawan yang menatap Alea, mereka sampai berucap ada seorang bidadari yang datang ke kantor mereka. Mereka belum menyadari kalau itu Alea, istri dari CEO tempat mereka bekerja.


"Permisi.." ucap Alea pada Heri Sekretaris Alvan.


Heri pun langsung melihat siapa yang datang.


"I-iya ada perlu apa? dan kalau boleh tahu mbak ini siapa ya?!" tanya Heri.


"Saya ingin bertemu dengan Pak Alvan." jawab Alea. "Apa pak Alvan ada di ruangan nya?!" tanya Alea.

__ADS_1


"Pak Alvan ada, tapi masih ada tamu. Apa mbak udah buat janji dengan beliau?!" Heri balik bertanya.


"Udah mas.." sahut Alea. "Ya udah saya tunggu aja disini, sampai tamunya pulang. Bolehkan saya menunggu disini?!" Heri tersenyum menatap Alea.


"Oh boleh mbak, silahkan." ucap Heri. ia tidak mengetahui kalau wanita yang ada di depannya saat ini adalah istri dari Alvan, dan juga wanita pemilik toko kue yang pernah ia pesan saat di Bandung kemarin.


Tak berapa lama Tasya keluar dari ruangan Alvan dengan wajah menahan emosi. Kemudian Tasya menatap wanita yang duduk di kursi tepat di dapan ruangan Alvan. Tasya merasa pernah melihat wanita itu.


"Mbak Tasya..!" lirih Alea yang langsung berdiri.


Karena penasaran Tasya mendekati Alea, saat sudah berdiri di depan Alea, Tasya menarik cadar Alea Hinga terlepas.


"Kau!" ucap Tasya terkejut gak nyangka ia bisa bertemu Alea.


"Mbak Tasya.."


"Oh ternyata kamu udah kembali..! Pantas saja Al tidak mau kembali padaku. Dasar kau wanita perebut suami orang!" Kesal Taysa sembari mencekik leher Alea. Membuat Heri terbelalak matanya, karena Tasya tiba-tiba saja mencekik leher Alea.


"Mbak lepasin! mas Alvan bukanlah suami mbak, dan aku juga bukan merebutnya. Mbak lah yang meninggalkan mas Alvan dulu." sangkal Alea.


"Dan itu ulah lo dan Ghea kan?!" ucap Tasya masih tak terima.


"Lepasin mbak." ucap Heri yang berusaha membantu Alea.


"Awas loh jangan ikut campur! aku mau memberi pelajaran pada wanita ini, karena dia sudah merebut Alvan dariku!" Tasya mendorong Heri agar menjauh darinya.


Alvan yang masih menenangkan dirinya yang hampir emosi karena kedatangan Tasya di ruangannya, merasa terganggu mendengar ada suara ribut-ribut di luar ruangannya. Alvan pun berjalan menuju pintu untuk melihat apa yang terjadi. Saat pintu sudah terbuka alangkah terkejutnya Alvan melihat Tasya mencekik leher Alea. Sontak Alvan menghampiri mereka dan langsung menarik kuat tangan Tasya sampai membuat Tasya tersungkur ke lantai.


"Dasar wanita gila! apa yang kamu lakukan ke Alea itu bisa membunuh nya!" Alea pun terbatuk-batuk.


Kemudian Alvan memeluk Alea. "Sayang kamu tidak apa-apa?!" tanya Alvan kuatir.


"Ga-gak apa-apa mas.." jawab Alea.


"Heri cepat kamu panggil pihak keamanan untuk membawa wanita ini?!"


"Al ada apa?!" tanya Arya yang keluar dari ruangannya karena ia juga mendengar suara ribut-ribut. "Alea?! Ya ampun Alea ini beneran kamu?!" tanya Arya.


"Ar, tolong Lo bawa Tasya keluar dari kantor ini, dia nyaris saja membunuh Alea dengan mencekik leher Alea." ucap Alvan pada Arya.

__ADS_1


"Apa?!" ucap Arya terkejut. Kemudian Arya menatap tajam Tasya yang sedang merapikan penampilannya.


"Tidak perlu! gue bisa pergi sendiri." karena kesal dan emosi, Tasya langsung pergi. Dalam hati berkata ia akan memblas Alea nanti.


__ADS_2