Bidadari Surgaku

Bidadari Surgaku
Bab. 65


__ADS_3

"Oh ayo lah Ghe.. mau sampai kapan kita seperti ini? aku mau kita menikah secepatnya. Kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu." ucap Yuda.


"Aku tahu Yud.. tapi aku belum siap, lagian kita baru lima bulan menjalin hubungan." balas Ghea.


Yuda adalah lelaki yang waktu itu tidur bersama dengan Tasya. Yuda sendiri sahabat masa kecil dari Ghea. Sebenarnya Yuda udah begitu lama memendam perasaan ke Ghea, hanya saja Ghea tidak memiliki perasaan ke Yuda. Bahkan Yuda tahu kalau Ghea mencintai Reyhan sahabat wanita itu semasa kuliah dan sampai sekarang masih sering bertemu. Tapi sayangnya Ghea tidak beruntung Reyhan malah menyukai Alea, istri dari Alvan kakak Ghea. Dan ternyata Reyhan juga tidak beruntung karena Alea sama sekali tidak memiliki perasaan pada Reyhan. Alea hanya menganggapnya sahabat saja tidak lebih.


Tetapi sekarang Yuda bersyukur, akhirnya Ghea mau menerimanya. Walaupun hatinya belum sepenuhnya ia dapatkan, karena hati Ghea separuhnya masih ada di Reyhan. Tapi itu tidak masalah baginya, yang terpenting Ghea mau menerimanya. Tentang masalah dirinya yang memiliki kekasih. Yuda sudah memutuskan mereka semua demi Ghea. Sebab Ghea memberikan syarat padanya jika ingin diterima cintanya, dirinya harus memutuskan hubungan dengan wanita-wanita yang hanya untuk nafsu sesatnya saja. Sebenarnya Yuda tidak pernah serius menjalin hubungan dengan wanita-wanita yang sudah ia kencani dan ia tiduri, ia melakukan itu hanya untuk mengalihkan pikirannya yang tidak pernah bisa melupakan Ghea.


"Please sayang.. apa kamu gak percaya padaku? karena masalalu ku yang buruk?!" tanya Yuda.


"Bukan itu Yud?!"


"Terus?!" tanyanya lagi.


"Apa kamu yakin, saat kita nikah nanti tidak akan ada wanita lain atau mantan-mantan mu mengganggu pernikahan kita?!" Ucap Ghea mengajukan pertanyaan.


"Itu berarti kamu masih meragukan aku, Ghe..! sayang dengar, aku memang lelaki berengsek yang suka mainin wanita, tapi aku pastikan tidak akan ada masa lalu aku nantinya yang menggangu kehidupan rumahtangga kita. Sayang lagian kamu juga tahu kenapa aku bisa menjadi seberengsek itu. Jadi please jangan tolak lamaran aku..!" Ghea menatap Yuda dengan raut serius. Ia tahu Yuda sangat mencintainya, terlihat dari sorot matanya yang begitu memujanya.


"Baiklah, tapi dengan satu syarat."


"Syarat apa?" tanya Yuda. "Apa pun akan aku lakukan untuk kamu!"


"Aku akan terima lamaran kamu, kalau Papa dan kak Alvan menyetujuinya. Dan selagi mereka belum menerima lamaran kamu aku tidak akan mau menikah! Gimana?!" tanya Ghea memberitahu syarat nya kepada Yuda.

__ADS_1


"Hanya itu?!" Ghea menganggukan kepalanya. "Baiklah, malam ini aku akan menemui om Sandy dan kak Alvan." ucap Yuda.


"Oke, mungkin papa akan setuju. Tapi gimana dengan kak Alvan?" ujar Ghea.


"Aku yakin kak Alvan akan setuju juga. Dia kan sudah tahu kalau kita pacaran, ya walaupun aku sempat di hajar dengannya karena video kemarin.. tapi seenggaknya dia gak marah kalau aku pacari adiknya." ucap Yuda begitu yakin.


"Kita lihat saja, nanti!"


"Oke, sayang."


*


"Sayang, mas lihat belakang ini kamu sering makan tengah malam?!" ucap Alvan yang belakang ini merasa aneh dengan istrinya yang sering makan tengah malam. Sebab gak biasanya istrinya makan tengah malam seperti saat ini. Alvan terbangun tepat jam 1 malam, tapi ia tidak menemukan istrinya di atas ranjang. Dan Alvan menemukan sang istri berada di meja makan memakan mie instan.


"Iya mas, aku lapar banget!" jawab Alea sembari tersenyum menatap Alvan.


"gak sayang terimakasih, kamu aja yang makan kan kamu yang lapar."


"Kenapa mas? kamu takut gemuk ya makan mie instan tengah malam begini?!" tanya Alea yang masih asik memakan mie instannya.


"Gak sayang.." sahut Alvan.


"Terus kalau tubuh aku yang menjadi gemuk, apa mas akan mencari wanita lain yang lebih cantik dan seksi?!" tanyanya.

__ADS_1


"Bisa jadi," gurau Alvan dan itu langsung membuat selera makan Alea hilang. Mata Alea juga sudah berkaca-kaca. Kemudian Alea beranjak dari meja makan lalu pergi masuk kedalam kamar meninggalkan Alvan yang masih duduk di samping kursi Alea tadi.


"Yah sepertinya gue salah ngomong nih, padahal gurau aja." monolog Alvan yang langsung menyusul istrinya ke kamar.


Alvan pun membuka pintu kamar, di lihatnya Alea sudah berbaring memunggungi sisi ranjang satunya tempat yang Alvan tiduri dengan tubuh Alea di tutupi selimut. Kemudian Alvan berjalan menuju ranjang, lalu ia naik keranjang, tubuhnya masuk kedalam selimut dan ia merapatkan tubuhnya ke tubuh belakang istrinya.


"Sayang maaf mas hanya bergurau aja, tadi. Mana mungkin mas cari wanita lain hanya karena tubuh kamu semakin berisi. Malahan mas suka, karena kamu kelihatan seksi." bisik Alvan tepat di telinga Alea.


"Berarti saat ini aku gak seksi gitu?!" ucap Alea dengan nada lembut sembari masih membelakangi Alvan.


"Ya ampun.. kayanya gue salah ngomong lagi." gumam Alvan.


"Gak gitu maksud mas sayang.." Alvan semakin mengeratkan pelukannya ke Alea. "Kamu seksi dimata mas, apa kamu gak bisa lihat gimana candunya mas dengan tubuh kamu. Tadi itu maksud mas kalau tubuh kamu tambah berisi kan kamu makin kelihatan tambah seksi lagi." terang Alvan dengan was-was ia takut salah ngomong lagi.


"Mas gak masalah kalau tubuhku gemuk?!" tanya Alea yang sudah membalikan tubuhnya menghadap Alvan. Dengan lembut Alvan menghapus air mata istrinya. Membaut Alvan merasa bersalah karena udah membut istrinya menangis. Kemudian Alvan menarik Alea masuk kedalam pelukan hangatnya.


"Iya sayang.. mas akan tetap sayang dan cinta sama kamu." jawab Alvan. "Mas terima kamu apa adanya." tambahnya lagi.


Mendengar jawaban Alvan, Alea membalas pelukan Alvan sangat erat. Alvan tersenyum senang istrinya udah gak sedih lagi karena dirinya yang udah salah bicara tadi.


"Mas mau?!"


"Mau apa?!" tanya Alvan.

__ADS_1


"Itu!" jawab Alea menunjukkan ke arah bawah tubuh Alvan dan tangannya udah memegang milik Alvan. Alvan yang mengerti maksudnya mengerutkan keningnya bingung, sebab gak bisanya istrinya mengingikan hal itu terlebih dahulu. Sebenarnya Alvan senang-senang saja, tapi ia masih bingung dengan sikap istrinya. Itu pun udah terjadi dua kali istrinya yang menginginkan terlebih dahulu.


"Lakukan lah sayang, tubuh mas kan milik kamu." ucap Alvan membiarkan sang istri memulai permainan nya. Sementara Alvan hanya pasrah saja dan menikmati sentuhan dari sang istri.


__ADS_2